Indeks Pembangunan Manusia (IPM) digunakan untuk menilai kualitas masyarakat dan kemajuan suatu daerah. Terdapat tiga aspek penyusun IPM yakni kesehatan yang diukur melalui Angka Harapan Hidup (AHH), pendidikan ditinjau dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta standar hidup layak yang dilihat dari pengeluaran per kapita yang disesuaikan.
Ketiga dimensi utama ini menjadi indikator penting dalam merefleksikan tingkat umur panjang, pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Baca Juga: IPM Naik, Ini 10 Provinsi dengan Kualitas Hidup Terbaik 2024
IPM Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan positif setiap tahunnya. Tahun 2016, indeks dimulai pada angka 70,18, yang kemudian mengalami kenaikan secara bertahap pada tahun 2017 menjadi 70,81, tahun 2018 mencapai 71,39, dan tahun 2019 terus meningkat ke angka 71,92. Meskipun terjadi pergantian tahun ke masa pandemi, tren positif ini tetap bertahan pada tahun 2020 dengan angka 72,81.
Memasuki periode berikutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia terus berlanjut dengan laju yang stabil. Pada tahun 2021, indeks tercatat berada di angka 73,16, yang kemudian merangkak naik menjadi 73,77 pada tahun 2022, dan terus menunjukkan performa baik sebesar 74,39 pada tahun 2023. Tren kenaikan ini semakin kokoh, yang mana pada tahun 2024 indeks berhasil menyentuh angka 75,02, sebelum akhirnya mencapai titik tertinggi pada tahun 2025 dengan skor 75,9.
DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Skor IPM Tertinggi 2025
Adapun berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia pada tahun 2025 dengan skor 85,05. Provinsi ini kokoh berada di posisi puncak dari tahun ke tahun, skornya juga tercatat terus naik. Pada tahun 2023, IPM DKI Jakarta berada di 83,55, kemudian meningkat pada tahun 2024 menjadi 84,15.
Posisi kedua diduduki oleh DI Yogyakarta yang mencatatkan angka 82,48, disusul oleh Kepulauan Riau dengan indeks sebesar 80,53. Selanjutnya, peringkat keempat dan kelima ditempati oleh dua provinsi yang memiliki selisih angka sangat tipis, yakni Kalimantan Timur dengan indeks 79,39 dan Bali dengan capaian sebesar 79,37.
Di urutan bawah, IPM antarprovinsi juga terlihat sangat ketat, Sumatra Barat berada di peringkat keenam dengan angka 77,27, unggul tipis satu tingkat di atas Banten yang dengan capaian 77,25. Di posisi kedelapan, terdapat Sumatra Utara dengan raihan indeks pembangunan manusia sebesar 76,47. Sementara itu, dua posisi terakhir dalam daftar ini ditutup oleh Sulawesi Utara dengan indeks 76,32 serta Riau dengan capaian sebesar 76,31.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/V25GaFNHaExaMnhITm1sWmRrUlJZelJzYUc1SGR6MDkjMw==/indeks-pembangunan-manusia-menurut-provinsi--2022.html?year=2025
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor