Gempa Hari Ini: Sukabumi Diguncang Magnitudo 5,4, Ini 10 Gempa Terakhir yang Tercatat di BMKG

Gempa hari ini mengguncang Sukabumi dengan magnitudo 5,4 pada Jumat dini hari. Simak 10 data gempa terbaru di Indonesia berdasarkan laporan BMKG.

Gempa Hari Ini: Sukabumi Diguncang Magnitudo 5,4, Ini 10 Gempa Terakhir yang Tercatat di BMKG Ilustrasi Seismograf | Gettyimages.com
Ukuran Fon:

Gempa bumi berkekuatan 5,4 magnitudo mengguncang wilayah Sukabumi pada Jumat (13/3/2026). Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi sekitar pukul 02.18 WIB dan menjadi yang terbesar di antara beberapa kejadian gempa lain yang tercatat pada Jumat dini hari.

Episenter gempa berada di koordinat 7,96 LS dan 106,92 BT atau sekitar 115 kilometer barat daya Kota Sukabumi, Jawa Barat. Gempa ini tercatat memiliki kedalaman sekitar 43 kilometer di bawah permukaan laut.

Menurut keterangan resmi BMKG, gempa yang terjadi di Sukabumi tidak berpotensi tsunami. Hal ini karena karakteristik gempa serta kedalamannya tidak memenuhi kriteria yang biasanya memicu gelombang tsunami.

Meskipun demikian, BMKG tetap memantau perkembangan aktivitas seismik untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.

Getaran gempa di Sukabumi dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah sekitar, termasuk beberapa daerah di Jawa Barat. Intensitas getaran biasanya diukur menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang menggambarkan seberapa kuat gempa dirasakan oleh masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi.

“Hasill analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip,” ungkap Rahmat dalam keterangan resmi yang dikutip dari DetikJabar.

Baca Juga: Harga Emas Kamis 12 Maret 2026: Antam Turun Rp45 Ribu, UBS dan Galeri24 Naik

Data Gempa Terbaru dari BMKG

Berdasarkan data BMKG, terdapat tiga gempa yang terjadi di Indonesia pada Jumat (13/3/1016) waktu setempat seperti di wilayah Kolaka Timur, Melawi, hingga kawasan timur Indonesia. 

Aktivitas gempa ini menunjukkan bahwa wilayah Indonesia memang cukup rentan terhadap gempa bumi. Hal ini disebabkan karena Indonesia berada di jalur Ring of Fire atau cincin api Pasifik yang memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi.

Secara geografis, Indonesia memiliki banyak patahan aktif serta berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar dunia. Kondisi tersebut menyebabkan gempa bumi relatif sering terjadi di berbagai wilayah. Oleh karena itu, data gempa yang dipublikasikan oleh BMKG biasanya mencantumkan informasi penting seperti waktu kejadian, lokasi atau pusat gempa, serta wilayah terdekat dari episentrum.

Selain gempa di Sukabumi, sejumlah gempa lain juga tercatat terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 9–13 Maret 2026. Berikut data 10 gempa yang tercatat oleh BMKG pada periode tersebut.

Tabel 10 Gempa Bumi yang Tercatat BMKG

10 Gempa Bumi  di Indonesia yang Tercatat BMKG | GoodStats

Berdasarkan laporan dalam laman resmi BMKG, tercatat setidaknya 10 kejadian gempa di berbagai wilayah Indonesia pada  9–13 Maret 2026. Gempa tersebut memiliki magnitudo yang bervariasi, mulai dari 2,5 hingga 5,4 magnitudo, dengan kedalaman gempa yang umumnya tergolong dangkal.

Gempa dengan kekuatan terbesar dalam periode tersebut terjadi pada 13 Maret 2026 pukul 02.18 WIB di laut sekitar 115 kilometer barat daya Sukabumi dengan magnitudo 5,4 dan kedalaman sekitar 43 kilometer. Gempa ini menjadi yang paling kuat dibandingkan sembilan gempa lainnya dalam daftar.

Selain itu, gempa dengan magnitudo relatif besar juga tercatat terjadi di wilayah utara Melawi pada hari yang sama dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman sekitar 10 kilometer. Sementara itu, gempa berkekuatan 5,0 magnitudo juga tercatat di laut sekitar 75 kilometer timur laut Tojo Una-Una pada 11 Maret 2026.

Jika dilihat dari kedalaman gempa, sebagian besar kejadian gempa dalam periode tersebut termasuk gempa dangkal, yakni dengan kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa dangkal umumnya lebih mudah dirasakan oleh masyarakat meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.

Dari sisi lokasi, aktivitas gempa juga terlihat tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kawasan Fakfak, Sinabang, Sumbawa, hingga wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Sebaran ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik tidak terpusat di satu wilayah tertentu, melainkan terjadi di berbagai kawasan yang berada dekat dengan jalur patahan aktif dan zona subduksi.

Selain itu, gempa dengan magnitudo paling kecil dalam daftar tersebut tercatat terjadi di wilayah Bener Meriah pada 12 Maret 2026 dengan magnitudo 2,5 dan kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa dengan magnitudo kecil seperti ini biasanya tidak menimbulkan dampak signifikan dan sering kali hanya terdeteksi oleh alat seismograf.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir masih berada pada kategori kecil hingga menengah, meskipun beberapa gempa dengan magnitudo di atas 5 tetap terjadi. Kondisi ini mencerminkan dinamika tektonik yang aktif di wilayah Indonesia yang berada di pertemuan beberapa lempeng besar dunia.

Baca Juga: Rupiah Melemah 13 Poin Pagi Ini, Dibuka di Level Rp16.899 per Dolar AS

Sumber:

https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

10 Orang Terkaya di Indonesia Maret 2026 Terbaru Versi Forbes dan Sumber Kekayaannya

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia 2026 versi Forbes. Sektor tambang, energi, hingga data center mendominasi sumber kekayaan para miliarder Indonesia.

Gen Z Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia pada 2025

Jumlah pengangguran di Indonesia pada 2025 didominasi oleh kelompok usia 20-24 tahun, angkanya mencapai lebih dari 2,3 juta jiwa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook