Peringkat Internasional

Daftar Ibu Kota dengan Tutupan Hijau Terluas di Asia Tenggara, Jakarta Nomor Berapa?

Naypyidaw memiliki area tutupan hijau paling luas di antara ibu kota negara anggota ASEAN lain, sentuh 63,38% pada 2024.

Daftar Ibu Kota dengan Tutupan Hijau Terluas di Asia Tenggara, Jakarta Nomor Berapa?

Naypyidaw, Myanmar | Myrmux/Wikimedia Commons

Daratan menutupi sekitar 30% dari total permukaan Bumi. Meski luasnya tidak mencapai setengah dari keseluruhan permukaan Bumi, wilayah ini memiliki peran penting bagi kehidupan. Selain menjadi habitat utama bagi berbagai makhluk hidup, daratan juga menjadi tempat tersedianya sumber daya alam serta pusat berbagai aktivitas dan permukiman manusia.

Tanaman yang tumbuh di daratan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Kawasan terbuka yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman dikenal sebagai area tutupan hijau atau Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi sebagai penyangga ekologis, RTH juga menjadi ruang bagi terjadinya interaksi sosial.

Sebagian RTH dapat diakses oleh masyarakat sebagai sarana rekreasi, seperti taman. Di samping itu, keberadaannya juga berperan dalam mendukung aspek estetika tata kota.

Lantas, ibu kota mana saja yang memiliki area tutupan hijau terbesar di lingkup ASEAN?

Baca Juga: 10 Museum Terbesar di Setiap Negara ASEAN, Ada Museum Gajah

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yong Le Ng dkk. pada 2024, Naypyidaw menjadi ibu kota dengan area tutupan hijau terbesar dari 11 negara anggota ASEAN. Ibu kota Myanmar ini memiliki luas area tutupan hijau mencapai 63,38%. Meskipun demikian, angka tutupan vegetasinya terus mengalami penyusutan, di mana pada 1990 angkanya mencapai 81,13%.

Peringkat kedua diraih oleh ibu kota Laos, Vientiane. Luas area tutupan hijaunya sebesar 45,88%. Menariknya, Vientiane menjadi satu-satunya ibu kota di ASEAN yang mengalami kenaikan area tutupan hijau sepanjang periode penelitian, di mana pada 1990 luasnya hanya menyentuh 26,40%.

Selanjutnya, ibu kota di Asia Tenggara dengan luas area tutupan hijau terbesar disusul oleh Bandar Seri Begawan (35,5%), Bangkok (33,62%), Dili (31,13%), Singapura (23,05%), Kuala Lumpur (21,77%), Phnom Penh (11,24%), Jakarta (6,56%), Manila (5,98%), dan Hanoi (4,04%).

Posisi Jakarta dalam daftar di atas dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembangunan yang padat hingga banyak mengalihfungsikan kawasan vegetasi dan lahan pertanian di sekitarnya.

Metodologi Penelitian

Penelitian bertajuk Thermal intensification and urban land cover change in Southeast Asian capitals: over three decades of satellite observations and trend analysis (Ng et al., 2025) menggunakan citra satelit Landsat periode 1990-2024 untuk menganalisis perubahan suhu permukaan lahan (LST), intensitas pulau panas perkotaan (IUHII), dan perubahan penggunaan serta tutupan lahan (LULC) di 11 ibu kota Asia Tenggara.

Analisis menggunakan algoritma Random Forest yang mencapai akurasi di atas 97% serta uji Mann-Kendall dan Sen’s slope untuk mengidentifikasi tren perubahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Daftar Kota Termahal di Asia Pasifik, Jakarta Urutan Ke-9!

Sumber:

https://www.nature.com/articles/s42949-025-00315-8

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?