Bandung Jadi Kota dengan Konsumsi Bubur Ayam Terbesar

Kota Bandung dinobatkan sebagai konsumen bubur ayam terbesar dengan angka konsumsi mencapai 0,634 porsi per kapita per minggu.

Bandung Jadi Kota dengan Konsumsi Bubur Ayam Terbesar Bubur Ayam | Aris Setya/Shuttertock
Ukuran Fon:

Berdasarkan data terbaru terkait kebiasaan makan masyarakat urban di Indonesia tahun 2024, ada temuan unik yang kembali menempatkan Kota Kembang di puncak daftar prestasi nasional. Kali ini, sorotan bukan tertuju pada destinasi wisata alamnya yang asri atau tren fashion yang selalu terdepan, melainkan pada selera sarapan warganya.

Kota Bandung secara resmi dinobatkan sebagai konsumen bubur ayam terbesar di antara kota-kota besar lainnya di Indonesia. Bagi warga Bandung, bubur ayam tampaknya bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan sudah menjadi identitas yang tak terpisahkan dari keseharian mereka.

Dengan angka konsumsi mencapai 0,634 porsi per kapita per minggu, Kota Bandung memimpin jauh di depan kota-kota lainnya. Dinginnya udara pagi di Bandung memang menjadi pasangan yang sempurna bagi semangkuk bubur panas dengan kuah kuning yang gurih.

Persaingan Ketat di Papan Atas

Dominasi Bandung di posisi pertama diikuti cukup ketat oleh Kota Serang yang berada di posisi kedua dengan tingkat konsumsi 0,599 porsi. Menariknya, selisih antara Bandung dan Serang tergolong sangat tipis, yang menandakan bahwa budaya sarapan bubur juga sangat mengakar kuat di wilayah Banten.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Jakarta Selatan dengan angka 0,584 porsi. Hal ini membuktikan bahwa di tengah gaya hidup metropolitan yang serba cepat dan pilihan kuliner instan yang menjamur, bubur ayam tetap menjadi pilihan utama bagi warga Jakarta untuk mengawali hari sebelum bergelut dengan kemacetan.

Berikut adalah daftar sepuluh besar kota dengan konsumsi bubur ayam tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Seberapa Sering Orang Indonesia Minum Teh dan Kopi?

Lebih dari Sekadar Menu Sarapan

Ada hal menarik jika melihat jarak antara peringkat tiga besar dengan kota-kota di peringkat menengah. Di posisi kelima, Palembang hanya mencatatkan konsumsi sebesar 0,184 porsi. Artinya, frekuensi warga di sana menikmati bubur ayam jauh lebih rendah dibandingkan tiga besar kota di pulau Jawa.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana kekuatan kuliner tradisional mampu bertahan dan tetap merajai selera masyarakat di tengah gempuran pilihan makanan modern atau western. Bubur ayam yang dijual di gerobak pinggir jalan dengan suara khas ketukan sendok pada panci, hingga kedai-kedai legendaris di sudut Kota Bandung, tetap menjadi magnet yang kuat bagi para pemburu sarapan.

Posisi Bandung sebagai konsumen bubur ayam terbesar menjadi bukti nyata bahwa kuliner lokal tetap menjadi raja di rumah sendiri. Dengan angka konsumsi yang tinggi, bubur ayam kini resmi menjadi simbol kehangatan pagi di Kota Kembang yang terus terjaga kualitasnya di hati para peminatnya.

Baca Juga: Mengintip Sebaran Usaha Fesyen di Jawa Barat

Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor

Konten Terkait

Sentimen Publik terhadap Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil di Media Online

Respons publik terhadap korupsi kuota haji Yaqut Cholil di media online didominasi sentimen positif sebesar 93,4%.

10 Provinsi dengan BUMD Terbanyak, Jawa Tengah Memimpin

Jawa Tengah menduduki posisi pertama sebagai provinsi dengan BUMD terbanyak pada 2024, yaitu 169 unit.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook