Jawa Barat kembali memperkuat posisinya sebagai tulang punggung industri kreatif nasional, khususnya di sektor busana. Berdasarkan data Open Data Jabar, provinsi ini resmi menjadi pusat produksi fesyen terbesar di Indonesia dengan 572.525 UMKM fesyen yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan betapa masifnya pergerakan ekonomi kerakyatan yang didorong oleh industri kreatif di tanah Pasundan.
Sebaran usaha fesyen di Jawa Barat didominasi oleh wilayah-wilayah yang selama ini memang dikenal memiliki basis produksi rumahan dan konveksi yang kuat. Menariknya, posisi puncak tidak ditempati oleh ibu kota provinsi, melainkan oleh wilayah penyangga.
Berikut adalah daftar sepuluh wilayah di Jawa Barat dengan jumlah unit UMKM fesyen terbanyak.
Baca Juga: Simak Pilihan Fashion Anak Muda Indonesia 2024
Bogor Memimpin Produksi
Kabupaten Bogor berhasil menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan jumlah usaha fesyen terbanyak di Jawa Barat, yakni mencapai 46.329 unit. Jumlah ini menyumbang sekitar 8% dari total keseluruhan unit UMKM fesyen di provinsi tersebut. Dominasi Bogor ini sekaligus memperlihatkan kekuatan produksi yang berasal dari industri rumahan serta konveksi skala kecil yang banyak tumbuh di wilayah non-metropolitan.
Bandung Raya Sebagai Pusat Tren
Selain Bogor, wilayah Bandung dan Kota Bandung tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi gabungan mencapai 86.125 unit atau sekitar 15% dari total produksi di Jawa Barat. Kota Bandung sendiri tetap memegang peran ganda; selain sebagai pusat desain dan tren fesyen, wilayah ini juga menjadi penentu arah pergerakan pasar busana bagi wilayah sekitarnya.
Tingginya angka usaha fesyen di wilayah-wilayah seperti Sukabumi, Garut, dan Cirebon juga membuktikan bahwa industri ini tidak lagi hanya terpusat di area perkotaan besar. Industri fesyen telah menjadi mata pencaharian utama yang merambah hingga ke pelosok daerah, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
Data ini memberikan gambaran jelas bahwa Jawa Barat tidak hanya sekadar menjadi konsumen, tetapi merupakan produsen utama yang memenuhi kebutuhan busana secara nasional. Dengan total lebih dari setengah juta unit usaha, sektor UMKM fesyen terbukti menjadi pilar stabilitas ekonomi yang mampu bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika pasar global.
Kehadiran lebih dari setengah juta unit usaha fashion di Jawa Barat bukan sekadar angka statistik, melainkan motor penggerak bagi ribuan pusat perbelanjaan, toko ritel, hingga lapak thrifting yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan Bogor yang memimpin basis produksi serta Bandung yang terus menjadi kiblat tren, pasokan produk berkualitas dengan harga kompetitif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Hal ini membuktikan bahwa geliat ekonomi kreatif di tingkat daerah mampu menciptakan ekosistem yang mandiri. Konsumen tidak lagi hanya bergantung pada produk impor, karena karya tangan pengrajin lokal dari wilayah seperti Sukabumi, Garut, hingga Cirebon telah terbukti mampu bersaing secara kualitas dan gaya. Pada akhirnya, dukungan terhadap produk UMKM lokal ini tidak hanya memuaskan hasrat berbelanja, tetapi juga membantu menjaga roda ekonomi ribuan pengusaha kecil agar tetap berputar kencang demi masa depan industri fesyen tanah air yang lebih cerah.
Baca Juga: Mayoritas Orang Indonesia Anggap 'Fashion' Penting
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor