Puluhan Biksu Thudong Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Apa Makna Filosofisnya?

56 biksu lintas negara berjalan kaki dari Bali ke Borobudur dalam Indonesia Walk for Peace 2026. Simak rute dan makna filosofis ritual Thudong di sini.

Puluhan Biksu Thudong Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Apa Makna Filosofisnya? Pelepasan 56 Biksu Thudong menuju Borobudur | Laman Kemenag Buleleng Bali
Ukuran Fon:

Thudong menjadi salah satu rangkaian perayaan Waisak 2026 yang banyak mendapatkan perhatian publik. Berdasarkan laporan dari Kementerian Agama (Kemenag) Buleleng Bali, sebanyak 56 biksu asal Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia akan berjalan kaki dari Buleleng, Bali menuju Candi Borobudur. Perjalanan bertajuk Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan.

Kegiatan tersebut menjadi ritual Thudong pertama dengan rute Bali hingga Borobudur. Para biksu dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 666 kilometer selama 20 hari. Perjalanan dimulai pada Sabtu, 9 Mei 2026 dan diperkirakan tiba di Magelang pada 28 Mei 2026, sebelum mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak pada 31 Mei 2026.

Apa itu Indonesia Walk for Peace?

Ritual Thudong yang selama ini identik dengan perjalanan kaki para biksu dari Thailand menuju Candi Borobudur dipastikan tidak diselenggarakan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026. Sebagai gantinya, panitia menghadirkan konsep baru bernama Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang dimulai dari Bali dan berakhir di Borobudur.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menjelaskan bahwa IWFP 2026 digelar untuk memperkuat nilai kerukunan, solidaritas, dan welas asih di tengah masyarakat yang beragam. Melalui kegiatan ini, para biksu juga ingin menunjukkan pentingnya hidup damai di tengah perbedaan budaya maupun agama.

Thudong sendiri berasal dari praktik spiritual dalam ajaran Buddha Theravada. Para biksu menjalani perjalanan panjang dengan berjalan kaki sebagai bentuk latihan pengendalian diri, kesederhanaan hidup, ketekunan, serta upaya melepaskan diri dari keterikatan duniawi. Selama perjalanan, mereka hidup sederhana dan mengandalkan bantuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain memiliki nilai spiritual, IWFP 2026 juga menjadi simbol persaudaraan lintas negara. Kehadiran para biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia mencerminkan semangat kebersamaan yang melampaui batas budaya maupun kebangsaan.

Rute Perjalanan Biksu Thudong dari Bali hingga Candi Borobudur

Perjalanan menuju Candi Borobudur mencakup jarak sekitar 666 km. Selama perjalanan berlangsung, masyarakat di berbagai daerah dijadwalkan turut menyambut para biksu melalui doa bersama, kirab budaya, hingga kegiatan sosial.

Berikut timeline perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026:

Rute Perjalanan Biksu Thudong dari Bali hingga Candi Borobudur
Titik awal perjalanan Thudong dimulai dari Buleleng Bali pada 9 Mei 2026 | GoodStats

Baca Juga: Indonesia Ajukan 3 Warisan Budaya ke UNESCO 2026, Total 19 Warisan Akan Terdaftar

Titik awal perjalanan IWFP 2026 dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026. Dari lokasi tersebut, para biksu memulai perjalanan menuju Borobudur sebagai bagian dari rangkaian Waisak 2026.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menyusuri Bali bagian barat menuju Pelabuhan Gilimanuk sebelum menyeberang ke Banyuwangi, Jawa Timur, pada 10–11 Mei 2026. Setibanya di Banyuwangi, para biksu dijadwalkan singgah di Tik Liong Tian dan Vihara Jaya Manggala.

Memasuki wilayah Jawa Timur, perjalanan berlanjut ke Pasuruan pada 12 Mei 2026 dengan agenda singgah di Vihara Buddhayana Dharmamulya. Setelah itu, rombongan melintasi Sidoarjo menuju Surabaya pada 13–14 Mei 2026. Di Surabaya, para biksu akan singgah di Kantor Kementerian Agama Jawa Timur dan bermalam di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre.

Pada 15 Mei 2026 digelar rangkaian penyambutan di Balai Kota Surabaya dan Gereja Katedral Hati Kudus Yesus. Sehari setelahnya, perjalanan dilanjutkan menuju wilayah Gresik dan Mojokerto.

Sementara itu, perjalanan di Jawa Tengah dimulai kembali pada 20 Mei 2026 dari Candi Sima, Jepara. Rombongan kemudian melintasi sejumlah wilayah seperti Bangsri, Alun-alun Jepara, Welahan, Demak, hingga tiba di Simpang Lima Semarang.

Perjalanan di Jawa Tengah berlanjut pada 23–24 Mei 2026 ketika para biksu memasuki Kota Solo atau Surakarta. Selama berada di Solo, rombongan dijadwalkan mengunjungi Vihara Dhamma Sundara, Pura Mangkunegaran, serta Loji Gandrung sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Borobudur di Magelang.

Apa Makna dari Perjalanan Spiritual Indonesia Walk for Peace?

Perjalanan para biksu Thudong memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Buddha, berjalan kaki jarak jauh bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk latihan batin untuk mencapai kesadaran, ketenangan, dan pengendalian diri.

Salah satu makna utama dari Thudong adalah kesederhanaan hidup. Para biksu menjalani perjalanan hanya dengan membawa perlengkapan seperlunya. Hal tersebut menjadi simbol pelepasan terhadap keterikatan duniawi sekaligus latihan hidup sederhana.

Selain itu, perjalanan panjang tersebut juga melatih kesabaran dan ketahanan mental. Para biksu harus menghadapi panas, hujan, kelelahan, hingga medan perjalanan yang tidak mudah. Namun, semua itu dijalani dengan penuh kesadaran dan ketenangan sebagai bagian dari praktik spiritual.

Lebih jauh lagi, perjalanan menuju Borobudur melambangkan perjalanan manusia dalam mencari kebijaksanaan dan kedamaian batin. Borobudur sebagai titik akhir bukan hanya situs sejarah, tetapi juga simbol pencerahan dalam ajaran Buddha.

Oleh karena itu, perjalanan puluhan biksu Thudong jalan kaki dari Bali ke Borobudur tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga pengingat mengenai pentingnya welas asih, toleransi, dan hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat.

Baca Juga:  Kirab Mahkota Binokasih 2026 Digelar di Bogor Hari Ini, Apa Makna Filosofisnya Bagi Tatar Sunda?

Sumber:

https://jatengprov.go.id/publik/peringati-waisak-50-biksu-ikuti-indonesia-walk-for-peace-ke-borobudur/

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Mei 2026 Turun Rp5.000, Buyback Ikut Melemah

Harga emas Antam hari ini, 18 Mei 2026, turun Rp5.000 menjadi Rp2.764.000 per gram. Simak rincian harga terbaru dan penurunan buyback emas Antam di sini.

Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Rabu 13 Mei 2026  Turun Rp20.000, Simak Daftar Harga Terbarunya

Harga emas Antam hari ini turun Rp20.000. Simak daftar harga emas terbaru di Pegadaian mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram serta faktor penyebab pergerakannya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook