7 Negara dengan Jumlah Pekerja Sektor Pertambangan Kecil Terbanyak di Dunia

Sektor pertambangan skala kecil menjadi alternatif mata pencaharian bagi jutaan orang di dunia serta menyumbang jumlah mineral dalam proporsi yang signifikan.

7 Negara dengan Jumlah Pekerja Sektor Pertambangan Kecil Terbanyak di Dunia Kegiatan pertambangan artisanal dan skala kecil | J_K/Shutterstock

Pekerja di pertambangan artisanal dan tambang skala kecil atau artisanal and small-scale mining (ASM) menyumbang jumlah pekerja terbanyak dari seluruh sektor pertambangan di dunia. Hingga saat ini tercatat jumlah pekerja di sektor ASM mencapai 44.674.993 orang yang tersebar di lebih dari 80 negara menurut laporan dari Delve.

Jumlah ini meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan catatan International Labour Organization (ILO) 20 tahun lalu dengan perkiraan jumlah pekerja pada saat itu sebanyak 13 juta orang. Pertumbuhan sektor ini menanjak secara luar biasa sebagai mata pencaharian alternatif bagi jutaan orang di dunia.

Mengutip World Bank pada tahun 2020, pekerja sektor ASM memasok berbagai macam mineral dalam proporsi yang signifikan. Mineral ini merupakan bahan mentah yang penting bagi perkembangan teknologi komunikasi modern, teknologi low carbon and clean energy, serta sebagai barang perhiasan mewah.

Produksi mineral dari ASM menyumbang 25 persen total stok berlian secara global, 20 persen stok emas dunia, dan 80 persen batu safir dunia. Selain itu, ASM menyumbang 18 hingga 30 persen persediaan kobalt dunia yang menjadi logam baterai utama untuk mendukung transisi menuju clean energy.

Peringkat teratas jumlah pekerja terbanyak di sektor ASM diraih oleh negara-negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia. Sementara itu sisanya didominasi wilayah bagian Sub-Sahara Afrika.

Negara dengan jumlah pekerja sektor pertambangan artisanal dan skala kecil terbanyak di dunia tahun 2020 | GoodStats
Kemilau Montrado, Dinamika Kota Tambang Emas dari Kalimantan

1. India

India meraih peringkat pertama negara dengan jumlah pekerja sektor ASM terbanyak di dunia dengan perkiraan sebanyak 15.000.000 pekerja. Besarnya sektor ASM di India didukung oleh ketersediaan sumber daya mineral dari kondisi geografis yang dimiliki negara tersebut.

Selain itu, perkembangan sektor ASM di India juga didukung oleh potensi sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah besar untuk menggerakkan sektor ini. Adapun ragam mineral yang diproduksi di India seperti barit, bauksit, batu bara, tembaga, berlian, dan masih banyak lagi.

2. China

Posisi ke-2 diraih oleh China dengan perkiraan 9.000.000 pekerja di sektor ini. Sama seperti India, tumbuhnya sektor ASM di negara ini didukung oleh kepadatan jumlah penduduk yang berpotensi menjadi SDM pertambangan.

3. Indonesia

Indonesia menempati posisi ke-3 dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk ke dalam 10 besar. Jumlah pekerja sektor ASM di Indonesia tercatat mencapai 3.600.000 orang.

Pembiayaan ASM di Indonesia difokuskan untuk pemanfaatan merkuri yang digunakan untuk menempelkan serta melakukan ekstrasi partikel emas kecil melalui proses amalgamasi. Sektor ini diperkirakan menjadi mata pencaharian utama bagi lebih dari 1 juta orang di Indonesia. Sekitar 36,93 persen atau 130 situs tambang ASM di Indonesia merupakan penghasil batu pasir.

4. Republik Demokratik Kongo

Beralih ke Benua Afrika, Republik Demokratik Kongo menempati posisi ke-4 dengan jumlah sebanyak 2.000.000 pekerja. Pertambangan artisanal di negara ini memiliki sejarah yang panjang terkait kepentingan ekonomi yang luas.

Sekitar tahun 1980, pekerja tambang artisanal berfokus pada produksi berlian, namun sekitar tahun 1990 terjadi peningkatan perminataan untuk tantalum, timah, dan tungsten yang mana semakin memperluas potensi sektor ini di Republik Demokratik Kongo.

Hingga hari ini, ASM di negara ini telah mengembangkan aktivitas pertambangan lainnya dengan memproduksi emas, kobalt, dan tembaga.

Freeport Akan Jadi Perusahaan Tambang Pertama di ASEAN yang Andalkan 5G untuk Operasional

5. Ethiopia

Masih dari negara di Benua Afrika, sebanyak 1.260.000 pekerja tambang skala kecil terdapat di Ethiopia. Hal ini menjadikan Ethiopia sebagai negara dengan jumlah pekerja sektor ASM terbanyak ke-5 di dunia.

Beragam jenis sumber daya mineral dapat ditemukan di Ethiopia seperti development minerals, batu permata, emas, platinum, dan perak. Sebagian besar sektor pertambangan di negara ini digerakkan oleh ASM.

Mayoritas pekerja bergerak di sektor pertambangan emas. Namun di samping itu produksi opal dan tantalum juga memiliki jumlah yang cukup signifikan. Hanya 6 persen sektor ASM di Ethiopia yang terorganisir secara formal dan memiliki lisensi.

6. Ghana

Posisi ke-6 diraih oleh Ghana dengan jumlah pekerja sektor ASM sebanyak 1.100.000 orang. Sektor mineral di Ghana didominasi oleh pertambangan emas yang sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun.

Jumlah emas yang diekstrasi oleh ASM terhitung memenuhi 30 persen angka produksi mineral tahunan di Ghana. Berlian menjadi hasil pertambangan paling berharga ke-2 dalam hal nilai ekspor. Selain itu, ASM di Ghana juga menghasilkan jumlah material konstruksi yang tak terhitung jumlahnya seperti pasir, tanah liat, dan kerikil.

7. Burkina Faso

Burkina Faso menempati peringkat ke-7 dengan perkiraan jumlah pekerja sebanyak 1.000.000 orang. Serupa dengan negara lainnya di Sub-Sahara Afrika, sektor pertambangan ASM di Burkina Faso didominasi oleh produksi emas. Produksi emas ini sudah menjadi pendapatan alternatif utama bagi penduduk perdesaan.

Pertambangan emas artisanal terbukti tumbuh sebagai sarana penghidupan masyarakat Burkina Faso sekitar tahun 1980. Selain emas, beberapa mineral lain seperti fosfat, batu kapur, kaolin, dan tanah liat juga dihasilkan oleh sektor ASM di Burkina Faso.

7 Pulau dengan Cadangan Bijih Emas Terbesar di Indonesia

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Kampus Negeri Terbaik di Indonesia 2022
Artikel Selanjutnya Jelang Kejuaraan Futsal AFF 2022, Bagaimana Kekuatan Tiap Negara?
Konten Terkait