10 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Bekerja Terbanyak 2025

Jawa Barat jadi provinsi dengan penduduk bekerja terbanyak pada 2025, jumlahnya tembus lebih dari 24 juta orang.

10 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Bekerja Terbanyak 2025 Potret Pedagang | Pexels/Thach Tran
Ukuran Fon:

Sebaran penduduk yang bekerja di Indonesia masih menunjukkan konsentrasi kuat di wilayah tertentu, terutama di Pulau Jawa. Data terbaru per Agustus 2025 memperlihatkan bahwa beberapa provinsi menjadi pusat utama aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional. Dominasi provinsi-provinsi besar ini tidak hanya mencerminkan tingginya jumlah penduduk, tetapi juga menggambarkan ketimpangan distribusi kesempatan kerja antarwilayah.

Provinsi dengan Jumlah Penduduk Bekerja Terbanyak 2025 | GoodStats
Provinsi dengan Jumlah Penduduk Bekerja Terbanyak 2025 | GoodStats 

Baca Juga: Jumlah Penduduk Bekerja di Indonesia Tembus 146 Juta, Tertinggi dalam 5 Tahun

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tiga provinsi di Pulau Jawa mendominasi jumlah penduduk bekerja terbanyak pada Agustus 2025. Jawa Barat menempati posisi pertama dengan 24,5 juta penduduk bekerja, disusul Jawa Timur sebanyak 23,8 juta dan Jawa Tengah sebanyak 21,3 juta orang.

Jumlah ini terpaut cukup jauh dibandingkan provinsi lainnya, menandakan bahwa Pulau Jawa masih menjadi pusat konsentrasi tenaga kerja nasional, sejalan dengan tingginya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Di luar tiga besar, Sumatra Utara berada di posisi berikutnya dengan 8 juta penduduk bekerja, kemudian Banten (5,8 juta) dan DKI Jakarta (5,1 juta). Provinsi lainnya seperti Lampung (4,9 juta), Sulawesi Selatan (4,8 juta), Sumatra Selatan (4,5 juta), dan Riau (3,2 juta) menunjukkan angka yang relatif lebih rendah. Perbedaan yang cukup signifikan antara tiga provinsi teratas dengan provinsi lainnya mengindikasikan adanya ketimpangan distribusi tenaga kerja antarwilayah, dengan dominasi yang masih terpusat di Pulau Jawa.

Banyaknya Pekerja Self-Employed

Adapun jika dilihat dari status pekerjaannya, mayoritas penduduk Indonesia bekerja sebagai buruh atau karyawan, jumlahnya sebanyak 56, 7 juta orang. Angka tersebut mengalami peningkatan dari periode Februari 2025 yang hanya sebanyak 54 juta. Kemudian pekerja terbanyak selanjutnya yakni pada status berusaha sendiri (self-employed) angkanya juga naik dari periode Februari ke Agustus 2025, yakni 30 juta menjadi 31,3 juta orang.

Tingginya jumlah pekerja dengan status berusaha sendiri seringkali berkaitan dengan besarnya pekerja sektor informal di Indonesia. Banyak individu bahkan terpaksa memilih jalur usaha mandiri karena keterbatasan lapangan kerja formal. Usaha kecil seperti berdagang hingga pekerjaan berbasis platform digital menjadi alternatif utamanya.

Fenomena ini menunjukkan adanya fleksibilitas individu dalam mendapatkan penghasilan. Namun di samping itu, pekerja yang berusaha sendiri umumnya menghadapi tantangan seperti pendapatan yang tidak stabil serta minimnya akses terhadap pembiyaan dan pemgembangan usahanya. Kondisi ini membuat sebagian besar pekerja informal rentan terhadap dinamika ekonomi.

Dalam upaya memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mendorong kepala dinas untuk bergerak dalam satu visi bersama pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa kredit perbankan perlu diprioritaskan untuk sektor UMKM.

“Kita ingin UMKM benar-benar menjadi mesin pertumbuhan. Jika porsi pembiayaan ke UMKM dapat ditingkatkan secara bertahap, misalnya menuju kisaran 20% hingga 30% dari total kredit, dampaknya terhadap ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan konsumsi domestik akan sangat besar,” ujar Maman pada Kamis (5/02/2026), melansir laman resmi UMKM.

Selain faktor pembiayaan, ekosistem digital juga menjadi fondasi kemudahan dalam berusaha. Rencananya dalam waktu dekat ini Kementerian UMKM akan menghadirkan platform SAPA UMKM sebagai pusat layanan terintegrasi bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Melalui platform ini pengusaha dapat mengakses kebutuhan pengembangan usaha seperti informasi permodalan, pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM sampai perluasan mitra usaha. Dengan demikian, harapannya UMKM Indonesia akan semakin kuat dan berdaya saing yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025

Sumber: 

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjMzNSMy/penduduk-berumur-15-tahun-keatas-yang-bekerja-selama-seminggu-terakhir-menurut-provinsi-dan-status-pekerjaan-utama.html

Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor

Konten Terkait

Indonesia Jadi Negara Ke-2 Paling Rentan Terkena Penipuan di Dunia

Pakistan menjadi negara dengan risiko penipuan tertinggi (7,84 poin), disusul Indonesia (6,53 poin), dan Nigeria (6,43 poin) menurut Global Fraud Index 2025.

WHO Catat Penurunan Prevalensi Perokok Global 2000-2024

Prevalensi perokok global menurun konsisten sejak 2000, namun tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat dunia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook