Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel menjadi sorotan oleh publik global, tak terkecuali di Indonesia, setelah peristiwa penyerangan pada akhir Februari lalu pecah. Israel bersama AS melancarkan serangan udara ke sejumlah kota utama di Iran. Serangan tersebut memusat pada sejumlah titik strategis, mulai dari instalasi militer, fasilitas nuklir, hingga gedung pemerintahan.
Setelahnya, Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa wilayah, seperti di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, serta Israel.
Pada perkembangannya, militer Israel yang bersekutu dengan AS berencana untuk melanjutkan perang melawan Iran setidaknya tiga minggu lagi. Di sisi lain, anggota dewan penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaee memberikan isyarat bahwa mereka tidak akan mengakhiri perang sampai pasukan AS keluar dari wilayah Teluk Persia.
Situasi tersebut membuat mayoritas publik merasa cemas dan khawatir bahwa konflik akan meluas menjadi perang yang lebih besar. Kondisi tersebut secara tidak langsung memengaruhi perasaan aman publik sebagai warga negara Indonesia.
GoodStats dan Digivla bekerja sama melakukan survei bertajuk Persepsi Publik Indonesia terhadap konflik Amerika - Israel dan Iran yang dilaksanakan pada 8-11 Maret 2026 dengan melibatkan 540 responden untuk mengetahui persepsi publik terkait dampak konflik terhadap perasaan aman dan tingkat kekhawatiran pada kondisi ekonomi pribadi.
Persepsi Rasa Aman Publik Indonesia
Baca Juga: 60% Publik RI Nilai Konflik Iran Vs AS-Israel Berdampak pada Indonesia, Apa Dampaknya?
Dengan pengukuran skala dari 1 sampai 6 yang dioperasionalkan menjadi “tidak memengaruhi sama sekali” hingga “sangat memengaruhi”, ditemukan bahwa mayoritas responden memilih skala empat, yang artinya konflik antara Iran dan AS-Israel agak memengaruhi rasa aman publik.
Sementara, 15,61% responden berpendapat bahwa konflik sangat memengaruhi perasaan aman mereka dan 5,99% responden lainnya mengutarakan bahwa perasaan aman mereka tidak terpengaruh sama sekali.
Secara keseluruhan, perasaan aman 71,14% responden sebagai warga negara Indonesia terpengaruhi akibat konflik ini. Kondisi ini menegaskan dampak perang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memengaruhi rasa ketidakpastian dan psikologis masyarakat di negara yang jauh dari konflik.
Kekhawatiran Publik terhadap Kondisi Ekonomi Pribadi
Lebih lanjut, dampak dari konflik ini juga mencakup perasaan khawatir publik terhadap kondisi ekonomi pribadi mereka.
Publik lebih berjaga-jaga terhadap perubahan kondisi ekonomi pribadi, buktinya mayoritas responden cenderung memilih skala 4 sampai 6 yang mewakili perasaan khawatir dengan total mencapai 84,21%.
Baca Juga: 51% Publik Indonesia Dukung Iran dalam Konflik dengan Amerika-Israel
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor