Musim Mudik! Ini 10 Titik Macet di Jawa Barat dan Jalur Alternatifnya

Dishub Jabar mencatat Tol Trans Jawa jadi rute mudik paling padat, disusul jalur Bandung-Cileunyi-Nagreg. Ada 17 jalur alternatif yang bisa jadi solusi.

Musim Mudik! Ini 10 Titik Macet di Jawa Barat dan Jalur Alternatifnya Ilustrasi Kemacetan | Mikechie Esparagoza/Pexels
Ukuran Fon:

Musim mudik Lebaran 2026 mulai berlangsung. Tradisi tahunan ini identik dengan pergerakan besar masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar, memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idulfitri 2026. Waktu keberangkatan favorit diprediksi terjadi setelah sahur, yakni pukul 04.00 hingga 10.00.

Pada rentang waktu tersebut, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 21,68 juta jiwa. Sementara itu, pergerakan diprediksi lebih landai pada pukul 00.00–04.00 serta 11.00–23.00.

Dishub Jabar juga telah memetakan sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi selama periode mudik tahun ini.

Jalur Mudik Terpadat di Jawa Barat

Baca Juga: Simak Moda Transportasi Pilihan Publik RI untuk Mudik Idulfitri 2026

Berdasarkan data Dishub Jabar, jalur dengan volume kendaraan tertinggi adalah ruas Tol Trans Jawa (Japek–Cipali–Palikanci). Sebanyak 14,18 juta kendaraan diperkirakan akan melintasi jalur ini.

Selain itu, jalur non-tol seperti Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga diprediksi padat dengan total 2,9 juta kendaraan.

Kepadatan juga diperkirakan terjadi di ruas Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi dengan jumlah pemudik mencapai 1,96 juta kendaraan.

“Sebagian besar pemudik akan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa,” ujar Dhani, dilansir dari laman Dishub Jabar pada Selasa (10/3/2026).

Secara keseluruhan, sekitar 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan melakukan perjalanan mudik selama Idulfitri 2026. Dari jumlah tersebut, Garut menjadi tujuan terbanyak dengan 2,94 juta orang.

Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, Dishub Jabar menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem satu arah (one way) hingga penertiban aktivitas masyarakat di sepanjang jalur mudik.

Selain itu, pemudik juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif yang telah dipetakan.

Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif, antara lain:

  • Sukamandi–Kalijati (22 km)
  • Pamanukan–Subang (31 km)
  • Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang (40,7 km)
  • Haurgeulis–Patrol (19 km)
  • Cikamurang–Jangga (35 km)
  • Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu (32 km)
  • Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan (95 km)
  • Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka (32 km)

Sementara di jalur tengah, tersedia empat alternatif:

  • Subang–Lembang–Bandung (41 km)
  • Sumedang–Jalan Cagak–Wanayasa–Purwakarta (85 km)
  • Talaga–Bantarujeg–Wado–Sumedang (79 km)
  • Kuningan–Cikijing–Majalengka–Kadipaten (45 km)

Adapun di jalur selatan, terdapat lima opsi yang bisa dimanfaatkan pemudik:

  • Garut–Banyuresmi–Leuwigoong–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung (78 km)
  • Sasak Beusi–Cibatu–Leles (19 km)
  • Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya (44 km)
  • Malangbong–Wado (15 km)
  • Parakan Muncang–Warung Simpang (9 km)

Dengan tingginya mobilitas selama musim mudik, pemudik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memilih waktu keberangkatan dan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di titik-titik rawan.

Baca Juga: Sebanyak 80 Ribu Transaksi di SPKLU Tercatat Saat Mudik Lebaran 2025

Sumber:

https://jabarprov.go.id/berita/puncak-arus-mudik-2026-diperkirakan-h-3-idulfitri-23425

https://jabarprov.go.id/berita/mudik-idulfitri-2026-ini-jalur-utama-yang-diprediksi-macet-23426

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Komdigi Resmi Batasi Medsos Anak, Bagaimana Respons Publik?

Berdasarkan analisis Drone Emprit, 87% menyambut positif pembatasan media sosial untuk anak, 6,5% negatif, dan 5,7% netral. Mayoritas publik bersikap optimis.

Aktivis Andrie Yunus Disiram Air Keras, Ini Kronologi dan Kasus Serupa yang Pernah Terjadi di Indonesia

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi sorotan publik. Simak kronologi kejadian dan beberapa kasus serupa di Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook