10 Rute Penerbangan Domestik Favorit pada 2025

Rute Soetta-Denpasar menjadi rute terpadat pertama sepanjang tahun 2025 dengan jumlah penumpang capai 4,17 juta.

10 Rute Penerbangan Domestik Favorit pada 2025 Ilustrasi Pesawat | Freepik
Ukuran Fon:

Sebagai salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan yang tinggi untuk urusan mobilitas antarwilayah. Adapun, pulau besar yang terkenal, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dapat saling terhubung melalui berbagai moda transportasi. Untuk menunjang efisiensi perjalanan, transportasi udara biasa diandalkan bagi masyarakat yang mengutamakan kecepatan.

Meskipun pilihan moda transportasi ini lebih mahal, ada beberapa kelebihan yang ditawarkan dengan bepergian menggunakan pesawat, yakni waktu tempuh lebih singkat, kenyamanan, hingga jangkauannya yang luas.

Selain itu, jumlah penumpang penerbangan domestik juga ditopang oleh meningkatnya aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Rute-rute dengan jarak antarpulau yang cukup jauh turut berkontribusi terhadap tingginya trafik penumpang di jalur udara.

Menurut buku profil edisi Desember 2025 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, jumlah rute penerbangan domestik telah mencapai 290 rute, menghubungkan 123 kota di Indonesia. Apabila ditinjau dari trafik lalu lintas, berikut rincian top 10 rute favorit penerbangan domestik per 31 Desember 2025.

Baca Juga: Kenapa Harga Tiket Penerbangan Domestik Lebih Mahal Dibanding Internasional?

Rute favorit di urutan pertama berangkat dari Soekarno-Hatta International Airport (Soetta) ke Denpasar, Bali melalui I Gusti Ngurah Rai International Airport dengan jumlah penumpang capai 4,17 juta.

Rute terpadat selanjutnya berangkat dari bandara Soetta ke Ujung Pandang, Makassar dengan jumlah penumpang capai 3,71 juta. Kemudian rute Soetta ke Medan melalui Kualanamu International Airport menyusul di peringkat ketiga dengan total penumpang capai 3 juta.

Masih berangkat dari bandara yang sama, rute dari Soetta menuju Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda mencatat 2,87 juta penumpang sepanjang tahun 2025. Di peringkat kelima ditempati oleh rute dari Balikpapan menuju Soetta dengan 1,68 juta penumpang.

Selanjutnya dengan total penumpang yang mencapai 1,63 juta menempatkan rute dari Soetta ke Palembang melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di peringkat keenam. Menyusul di peringkat selanjutnya, yakni rute dari Soetta ke Pekanbaru melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II dengan 1,54 juta penumpang.

Lebih lanjut, rute Soetta-Pontianak jadi rute favorit kedelapan. Rute terpadat kesembilan tidak berangkat dari bandara yang sama seperti sebelumnya, titik penerbangan diawali dari Batam menuju Soetta dengan jumlah penumpang capai 1,37 juta.

Terakhir, rute Soetta–New Yogyakarta International Airport menutup daftar pemeringkatan sepuluh besar dengan total 1,33 juta penumpang.

Secara keseluruhan, sebanyak delapan rute berangkat dari bandara Soetta. Artinya, konektivitas penerbangan domestik masih sangat terpusat di Jakarta, belum tersebar dalam pola koneksi antarkota besar lainnya.

Dari grafik di atas juga dapat disimpulkan bahwa selisih rute peringkat pertama dan terakhir mencapai lebih dari 2,8 juta penumpang. Kondisi ini mencerminkan bahwa permintaan penerbangan domestik masih sangat terkonsentrasi pada sejumlah koridor utama.

Baca Juga: Cek Tren Penumpang Penerbangan Domestik vs Internasional RI dalam 6 Bulan Terakhir

Sumber:

https://hubud.kemenhub.go.id/hubud/website/assets/file/publikasidjpu/f5a0cec53caf76a8cfa83bc98ad1f428.pdf

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Prabowo Sepakati Tarif Dagang AS, Indonesia Akan Impor US$4,5 Miliar Produk Pertanian

Indonesia komitmen impor US$4,5 miliar produk pertanian AS hasil kesepakatan dagang, utamanya adalah produk kedelai, kapas, dan gandum.

ASEAN Pimpin Pasar Mobil Listrik Dunia, Indonesia Masuk Top 4

Pangsa penjualan mobil listrik Indonesia mencapai 14,66% pada 2025. Kebijakan PPN DTP jadi salah satu faktor pendorong.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook