Setiap bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) memiliki kebijakan saldo minimum yang berbeda untuk tiap produk tabungan. Pada periode terbaru tahun 2026, ketentuan saldo minimum Bank Mandiri, BNI, dan BRI telah diumumkan. Mengetahui batas saldo minimal penting karena menentukan apakah rekening tetap aktif atau dibiarkan dormant (tidak aktif).
Berikut ini rincian lengkap saldo minimum per produk di ketiga bank tersebut.
Saldo Minimum Bank Mandiri
Baca Juga:Bank Teraman di Indonesia 2026: Kriteria, Indikator, dan Contoh Bank dengan Reputasi Kuat
Bank Mandiri menetapkan saldo minimum yang sangat bervariasi tergantung jenis tabungan. Misalnya, Tabungan Rupiah memerlukan saldo minimal Rp100.000, sedangkan Tabungan NOW cukup Rp25.000. Produk Tabungan Payroll Rp10.000.
Sementara itu, program TabunganKu menetapkan saldo minimum Rp20.000. Untuk pelajar, Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) hanya Rp5.000, sedangkan Tabungan SiMakmur (Laku Pandai) tidak mengenakan saldo minimum sama sekali.
Saldo Minimum Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI juga mempunyai ragam produk tabungan dengan saldo minimal berbeda-beda. BNI Taplus reguler menetapkan minimum Rp150.000. Produk tabungan yang dirancang khusus untuk mendukung kelancaran transaksi pelaku usaha, Taplus Bisnis, menetapkan saldo minimum Rp1.000.000.
Sedangkan Taplus Pegawai bersifat khusus, yang disesuaikan dengan perjanjian kerja sama/PKS. Sedangkan untuk produk tabungan BNI Pandai tidak mengenakan saldo minimal sama sekali. Produk untuk pelajar, BNI SimPel, hanya Rp5.000, dan BNI Tabunganku sebesar Rp20.000.
Saldo Minimum Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Di BRI, Tabungan Simpedes kini hanya membutuhkan saldo minimal Rp25.000, berbeda dengan kebijakan lama yang menetapkan harga Rp50.000. Produk BritAma reguler dan variannya (BritAma Bisnis/Pro/X) menetapkan saldo minimum Rp50.000 .
Cabang digital BritAma Muda bahkan hanya Rp10.000 (bebas penalti) berdasarkan ketentuan khusus. Sementara itu, TabunganKu (Tabunganku) BRI mengikuti aturan nasional dengan saldo minimal Rp20.000.
Kemudian tabungan untuk anak-anak, BRI Junio menetapkan saldo minimum Rp20.000. Adapun BRI SimPel (Simpanan Pelajar) mengikuti standar nasional Rp5.000. Nasabah BRI perlu menjaga saldo sekurang-kurangnya pada level tersebut agar rekening tetap aktif dan bebas biaya tambahan.
Mengapa Bank Menetapkan Saldo Minimum?
1. Menjaga Rekening Tetap Aktif
Saldo minimum memastikan setiap rekening tabungan memiliki dana yang mengendap sehingga tidak otomatis ditutup oleh sistem. Dengan adanya batasan ini, bank dapat memastikan nasabah masih memiliki aktivitas tertentu. Tanpa saldo minimum, rekening yang tidak aktif dapat menjadi dormant atau ditutup.
2. Memenuhi Kebutuhan Likuiditas Bank
Dana yang mengendap di rekening nasabah membantu bank mendapatkan sumber likuiditas untuk operasional sehari-hari. Saldo mengendap dapat dipakai bank dalam mendanai kegiatan operasional dan penyaluran kredit, sehingga stabilitas likuiditas perbankan terjaga.
3. Menutupi Biaya Operasional dan Administrasi
Saldo minimum juga berfungsi sebagai cadangan bagi bank dalam menutup biaya administrasi bulanan dan biaya lainnya. Ketentuan ini membantu bank membiayai layanan digital, ATM, dan operasional tanpa merugikan pihak nasabah.
Jika saldo di bawah minimum, nasabah biasanya tetap dikenakan penalti atau dipungut biaya administrasi tambahan.
4. Menjadi Jaminan (Cadangan Keamanan)
Saldo minimum dapat menjadi jaminan keamanan, khususnya untuk produk kredit seperti KPR. Jika terjadi masalah pembayaran, saldo minimum ini dapat dipergunakan bank untuk menutup sebagian kewajiban nasabah.
Apa Dampaknya Jika Saldo Minimum Terus Kosong?
-
Rekening Non-Aktif atau Dormant
Apabila saldo rekening terus berada di bawah batas minimum, bank dapat mengubah status rekening menjadi non-aktif. Hal ini berarti layanan seperti penarikan, transfer, atau pembayaran melalui rekening tersebut akan dibatasi. Akibatnya, nasabah tidak dapat menggunakan dana tabungannya secara normal sampai rekening kembali aktif.
-
Penutupan Rekening Otomatis
Jika nasabah tidak memperbaiki keadaan saldo minimum dan rekening tidak ada aktivitas yang mencukupi dalam jangka waktu tertentu, bank biasanya akan menutup rekening secara otomatis. Penutupan otomatis ini bisa terjadi tanpa pemberitahuan lebih dulu dan menyebabkan nasabah kehilangan akses terhadap rekening.
-
Biaya Administrasi atau Penalti
Selain itu, beberapa bank mengenakan biaya tambahan atau penalti ketika saldo di bawah ketentuan minimum. Biaya ini bervariasi sesuai kebijakan bank dan jumlahnya bisa signifikan. Dengan menjaga saldo minimal, nasabah dapat menghindari denda dan biaya tambahan yang tidak perlu.
Baca Juga: 10 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia, Siapa di Urutan Pertama?
Sumber:
https://www.bankmandiri.co.id/tarif-layanan#tarif-tabungan
https://www.bni.co.id/
https://bri.co.id/
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira