Sosial

Jakarta Timur Punya JPO Paling Banyak di Ibu Kota

Terdapat 230 Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersebar di Jakarta, paling banyak di Jakarta Timur dengan 76 JPO.

Jakarta Timur Punya JPO Paling Banyak di Ibu Kota

Jembatan Penyeberangan Orang | Cahyo Rizki Pramudya/Pexels

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menjadi fasilitas yang berfungsi memisahkan jalur pejalan kaki dengan kendaraan, khususnya pada ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Fasilitas ini umumnya dibangun di atas jalan raya, jalan tol, maupun jalur kereta api. Kehadiran JPO bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan, memberikan akses menuju titik transportasi umum, serta mendukung mobilitas kelompok inklusif melalui fasilitas seperti jalur landai dan eskalator.

Wilayah dengan jumlah kendaraan tinggi umumnya memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang besar, salah satunya DKI Jakarta yang berada di peringkat keempat secara nasional. Tingginya aktivitas kendaraan tersebut turut menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Dalam kondisi ini, JPO menjadi salah satu fasilitas yang membantu mengatur arus pergerakan dengan memisahkan aktivitas pejalan kaki dan kendaraan.

Baca Juga: 10 Kota Asia dengan Tarif Taksi 5 Km Termahal, Jakarta Nomor Berapa?

Berdasarkan data Dinas Bina Marga 2024 yang diperbarui pada 3 Agustus 2026, DKI Jakarta memiliki 230 jembatan penyeberangan orang. Jakarta Timur tampil sebagai wilayah dengan JPO paling banyak di Jakarta, di mana jumlahnya mencapai 76 jembatan.

Di urutan kedua, terdapat Jakarta Pusat dengan selisih cukup tipis dengan urutan pertama. Wilayah ini memiliki 70 JPO yang tersebar di berbagai titik. Jakarta Barat menempati posisi ketiga dengan 41 JPO dan disusul oleh Jakarta Selatan yang memiliki 34 JPO.

Salah satu JPO yang sempat viral di Jakarta Selatan yakni JPO Rasuna Said, tepatnya berada di area bawah Stasiun LRT Rasuna Said. Jembatan ini dijuluki sebagai JPO love-hate relationship karena terdapat dua jembatan yang berdampingan dengan jarak sekitar 60 cm, namun tidak saling terhubung. Satu jembatan dinilai tidak ramah disabilitas, sementara satunya terintegrasi langsung dengan stasiun LRT dan halte TransJakarta.

Wilayah ibu kota dengan JPO paling sedikit yakni Jakarta Utara, di mana wilayahnya hanya memiliki sembilan jembatan penyeberangan. Sementara itu, tidak ditemukan data terkait jumlah JPO di wilayah Kepulauan Seribu. Beberapa alasan JPO tidak dibangun di Kepulauan Seribu dapat meliputi karakteristik wilayahnya yang berupa pulau dan perairan, serta mobilitas warganya yang sering kali menggunakan kapal atau perahu.

Jika fasilitas JPO tidak disediakan secara memadai, tidak menutup kemungkinan akan semakin memperparah kemacetan. Sebagai contoh, volume pejalan kaki yang tinggi pada persimpangan yang memiliki lampu lalu lintas untuk penyeberangan, akan membuat jeda lampu merah lebih sering. Akhirnya, kendaraan akan sering berhenti dan otomatis memicu antrean yang lebih panjang.

Baca Juga: 10 Kota Pesisir yang Paling Cepat Tenggelam, Ada Jakarta dan Semarang

Sumber:

https://satudata.jakarta.go.id/open-data/detail?kategori=dataset&page_url=data-lokasi-jembatan-penyeberangan-orang&data_no=1

Penulis: Alifia Ayu Fitriana • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?