Peta kekuatan finansial Indonesia mengungkap catatan performa keuangan perusahaan terbaru. Perbankan mengisi 3 besar perusahaan dengan laba bersih terbesar. Berikut 10 perusahaan dengan laba bersih terbesar di Indonesia.
10 Perusahaan dengan Laba Bersih Terbesar 2025
Bank Central Asia menduduki peringkat pertama dengan total laba bersih Rp57.537,29 miliar. Pada posisi kedua, diisi oleh bank himbara Bank Rakyat Indonesia dengan total laba bersih Rp56.652,38 miliar. Urutan ketiga diisi oleh bank pelat merah lainnya, Bank Mandiri dengan total laba bersih Rp56.293,95 miliar.
Pertamina (Persero) mengisi peringkat keempat dengan total laba bersih Rp56.231,43 miliar. Peringkat kelima diisi oleh Astra Internasional dengan total laba bersih Rp32.769 miliar. Sementara itu, MIND ID menduduki peringkat keenam dengan total laba bersih Rp25.120,39 miliar. Bank Negara Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan total laba bersih Rp20.040,7 miliar.
Peringkat kedelapan diisi oleh Telkom Indonesia dengan total laba bersih Rp17.814 miliar. Di peringkat bawahnya ada Bayan Resources dengan total laba bersih Rp12.887,16 miliar. Adaro Andalan Indonesia menutup top 10 dengan total laba bersih Rp12.757,34 miliar.
Baca Juga: Daftar BUMN yang Rugi Bertahun-tahun, WIKA dan Waskita Catat Kerugian Terbesar
Bagaimana Perkembangan Laba Perusahaan Terbesar pada Semester 1 2026?
Beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan peningkatan laba pada semester 1 2026. Menurut laporan keuangan semester 1 2026, PT Timah mencatat lonjakan laba 804,7 persen dari sebelumnya. Berdasarkan laporan, PT Timah membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, sementara sebelumnya hanya Rp300 miliar.
PT Pupuk Indonesia juga mencatat laba bersih sebesar Rp8,51 triliun. Nilai ini tumbuh 253 persen dibandingkan dengan semester 1 2025 dengan catatan laba Rp2,41 triliun.
Baca Juga: Danantara Resmi Merger 7 Perusahaan BUMN, Ini Alasannya
Perusahaan lainnya yang mencatat kenaikan laba signifikan adalah PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150 persen dengan laba Rp890 miliar. Pertumbuhan laba juga tercatat pada PT Pegadaian dengan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun. PT Pelindo menyusul dengan pertumbuhan 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun.
Pengamat menilai kenaikan laba signifikan ini terjadi karena adanya reformasi struktural terhadap BUMN. Reformasi struktural dilakukan mulai dari konsolidasi ratusan entitas di bawah Danantara, hingga penegakan disiplin operasional dan tata kelola.
Baca Juga: Ini Sektor BUMN dengan Laba Tertinggi pada 2024
Sumber: Fortune 100