Partisipasi Kerja Perempuan Naik ke 56%, Kesenjangan Masih Lebar
Sosial • 24 Oktober 2025Tingkat partisipasi kerja perempuan konsisten meningkat sejak 2018, tapi kesenjangan dengan laki-laki masih cukup lebar
Tingkat partisipasi kerja perempuan konsisten meningkat sejak 2018, tapi kesenjangan dengan laki-laki masih cukup lebar
Sebanyak 33,03% ibu juga merasa tidak perlu berobat ke tenaga kesehatan ketika sakit, menguatkan praktik swamedikasi di Indonesia
Sebanyak 11,98% perempuan Indonesia menyelesaikan pendidikan tinggi pada 2025, DKI Jakarta tertinggi dengan 20,97%.
28,7% korban femisida berusia 26-40 tahun, diikuti 25,4% dari kelompok usia 18-25 tahun, menjadikanya kelompok paling rentan menjadi korban
NTB dan Papua Tengah jadi provinsi dengan rata-rata usia kawin pertama paling muda di Indonesia pada 2024, dengan 20,34 tahun.
Sebanyak 50,55% ibu Indonesia memilih bidan sebagai penolong persalinannya, lebih banyak daripada dokter kandungan dengan angka 44,42%
Hidangan tamu jadi prioritas utama publik perempuan dalam mempersiapkan pernikahan, dengan proporsi sebanyak 77% responden
Proporsi pemimpin perempuan di Indonesia terus meningkat, dari 22,32% pada 2015 hingga mencapai 35,02% pada 2023
Persentase perempuan yang pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual turun dari 20% pada tahun 2021 menjadi 18,4% pada tahun 2024
Survei GoodStats membuktikan bahwa indeks optimisme perempuan lebih besar daripada laki-laki, dengan nilai 5,55 banding 5,45
Mengemban peluh, menahan keluh, banyak perempuan menjadi tulang punggung keluarganya namun masih terbatas akses teknologi, perlindungan dan kesenjangan.
Survei GoodStats mencatat sebanyak 52,6% publik optimis terhadap perwujudan kesetaraan gender
Jakarta memimpin indeks pembangunan gender pada 2024 dengan skor 95,56
BPS mencatatkan Indeks Ketimpangan Gender di Kota Bukittinggi sebesar 0,080, menjadikannya sebagai daerah dengan IKG terendah pada 2024
Pada tahun 2024, perbedaan IPM laki-laki dan perempuan Indonesia semakin kecil, hanya terpaut 5,92 poin
Dalam 6 tahun terakhir, keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif belum mencapai minimal 30% sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017
Tingginya persentase ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan yang selalu naik.
Tercatat 14.039 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, dengan lonjakan 2.000 kasus dalam 17 hari, menurut data Simfoni PPA.
Perempuan menjadi salah satu unsur penting penggerak roda pertanian di Indonesia.
Upah laki-laki selalu lebih besar dibanding perempuan mulai tahun 2020 sampai 2024. Tingkat Kesenjangannya berkisar pada 19%-29%
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook