10 Provinsi dengan Jumlah Mahasiswa Terbanyak 2025
Masyarakat • 23 Maret 2026Banten punya mahasiswa terbanyak di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mencapai 1,8 juta pada 2025
Banten punya mahasiswa terbanyak di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mencapai 1,8 juta pada 2025
Pada 2025, angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk RI mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Pada 2025, HLS laki-laki naik jadi 13,16 tahun dan perempuan naik menjadi 13,45 tahun
Sebanyak 23% responden memilih ekonomi sebagai isu paling mendesak di negaranya pada 2025
Dari 41 juta pekerja di sektor pertanian pada 2025, 25 juta merupakan lulusan SD ke bawah.
Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk RI terus meningkat dalam satu dekade terakhir, tertinggi pada 2025.
Jumlah perguruan tinggi di bawah naungan Kemendiktisaintek lebih banyak dibanding dengan Kemenag, jumlahnya mencapai 2.840 institusi.
Angka partisipasi kuliah di DI Yogyakarta capai 74,7%, tertinggi pada 2025
Jenjang Sekolah Dasar (SD) mempunyai unit sekolah terbanyak pada tahun ajaran 2025/2026, jumlahnya mencapai 149.028 sekolah.
Dari total pagu anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2026 sebesar Rp268 triliun, sebanyak 83,4% atau Rp223,6 triliun berasal dari anggaran fungsi pendidikan
Pada 2025, Jawa Timur menjadi provinsi dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak, mencapai 3.285 unit
Papua Selatan punya jumlah SMA paling sedikit, hanya 38 sekolah pada 2025
Papua Pegunungan punya kampus paling sedikit di Indonesia, dengan hanya 8 perguruan tinggi pada 2025
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SD paling banyak, mencapai 8.442 pada 2025
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah SMA terbanyak, dengan total 2.620 SMA pada 2025
Jawa Timur punya SMP terbanyak pada 2025, mencapai 4.951 sekolah
Jawa Barat punya kampus terbanyak di Indonesia, mencapai 481 perguruan tinggi pada 2025
Data BPS menunjukkan pekerja lulusan S1 ke atas punya gaji 2x lipat lebih besar dari lulusan SD ke bawah
Sentimen publik terhadap isu LPDP dan Sasetyaningtyas di media online didominasi oleh sentimen negatif, mencapai 59,6%
Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercatat sebagai kelompok dengan kontribusi terbesar terhadap angka pengangguran, yakni mencapai 29,61%
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.