5 Brand Wellness Tea Terlaris 2025, Mujarab untuk Jerawat hingga Tidur Nyenyak!
Industri • 22 Desember 2025Teratu Beauty menjadi brand teh kesehatan terlaris pada Kuartal III 2025 dengan pangsa mencapai 23,53%, ini rahasianya
Teratu Beauty menjadi brand teh kesehatan terlaris pada Kuartal III 2025 dengan pangsa mencapai 23,53%, ini rahasianya
Sebanyak 62,77% memiliki BPJS PBI, terbanyak dari jenis jaminan kesehatan lain
Sebanyak 42,25% anak usia dini di Indonesia telah menggunakan gawai pada tahun 2025. Sebagian besar berasal dari perkotaan
Menurut BPS, persentase lansia sakit meningkat selama dua tahun terakhir, mencapai 42,81% pada 2024 dan 44,02% pada 2025.
Sebanyak 35,59% peserta rawat jalan dan 27,14% rawat inap tidak menggunakan jaminan kesehatan karena waktu tunggu yang terlalu lama.
Shopee dan Shop-Tokopedia menjadi pilihan utama ibu Indonesia belanja produk breastfeeding supplement
Shopee dan Shop-Tokopedia menjadi pilihan utama publik Indonesia membeli produk whey protein
Sebanyak 70,7% anak dengan imunisasi lengkap lahir dari ibu tamatan kuliah, angkanya menurun pada jenjang pendidikan yang lebih rendah
Shop-Tokopedia dan Shopee menjadi e-commerce pilihan publik Indonesia dalam membeli produk collagen drink
Nusa Tenggara Timur mempunyai jumlah tenaga kesehatan terbanyak dibanding provinsi dengan daerah tertinggal lainnya, dengan total 24.986 nakes pada 2024.
Menurut survei populix, 42% responden konsumen RI menghindari produk dengan pengawet atau pewarna buatan.
Pada 2024, terdapat 3,94% puskesmas yang tidak memiliki tenaga dokter sama sekali, terbanyak di Papua Pegunungan dengan 62,57%.
Bali jadi provinsi dengan rasio puskesmas per kecamatan tertinggi, mencapai 2,11 pada 2024
Menurut Populix, sebanyak 71% responden membeli obat kumur untuk melawan bau mulut dan menjaga napas tetap segar.
Jumlah puskesmas Indonesia capai 10.268 unit pada 2024, naik dari 2023 yang sebanyak 10.180 unit
Ada 3,94% puskesmas di Indonesia yang tidak punya dokter, tertinggi di Papua Pegunungan dengan 62,57%
Selain alasan internal berupa sudah kenyang (19,9%), faktor dari luar seperti makanan basi atau berbau (19,6%) menjadi sebab utama anak didik tidak habiskan MBG
Menurut peserta didik, hemat uang jajan (16,7%) jadi tujuan utama pelaksanaan MBG, diikuti supaya pola makan teratur (7,1%) dan bisa konsentrasi belajar (6,5%)
Dari 41,65 juta penerima manfaat MBG per 18 November 2025, 25,68 juta di antaranya berada di Pulau Jawa
Rasa dan kualitas makanan (52%) jadi alasan utama responden tidak menyukai MBG, diikuti menu (33,5%) dan jadwal makan (22,1%)
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook