Dewasa ini, gaya hidup modern tidak lagi berporos pada kepemilikan materi bermerek, melainkan berfokus pada kualitas hidup yang mementingkan kesehatan. Tren ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang terjadi dalam beberapa tahun ke belakang, mulai dari pandemi Covid-19, berkembangnya industri kesehatan, hingga akses digital yang semakin luas.
Temuan survei menarik dilakukan oleh Populix terhadap 2.634 responden yang tersebar di seluruh Indonesia terkait kategori apa saja yang menjadi prioritas dalam berinvestasi selama enam bulan terakhir. Survei tersebut dilakukan melalui PopPoll dari 30 Januari-2 Februari 2026.
Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden kini lebih mementingkan berinvestasi pada kategori kesehatan dan tampilan dibandingkan dengan barang-barang bermerek, berikut rinciannya.
Baca Juga: Lari Jadi Gaya Hidup Baru, Sepatu Lari Kian Laris pada 2025
Sebanyak 25% responden mengaku aktif berinvestasi pada produk makanan sehat dan suplemen. Hal ini menandakan bahwa mayoritas responden semakin sadar untuk menjalani pola hidup sehat, mulai dari memilih makanan yang lebih bergizi hingga menambah nutrisi dari suplemen.
Selanjutnya, 21% responden memilih untuk berinvestasi ke bidang perawatan kulit atau kecantikan, seperti skincare dan treatment kecantikan. Hal ini mencerminkan bahwa responden semakin mementingkan penampilan yang terawat karena dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan pribadi.
Tak ketinggalan, 15% responden mengaku mengalokasikan biaya untuk bepergian atau traveling, baik di dalam negeri maupun ke mancanegara. Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumen semakin menghargai pengalaman eksplorasi untuk memperkaya kualitas hidup.
Masih seputar kebugaran, sebanyak 13% responden rela merogoh kocek untuk berlangganan gym, olahraga, dan kelas kebugaran. Sementara itu, kategori gadget/teknologi dipilih oleh 8% responden, menunjukkan bahwa aspek teknologi masih berperan penting dalam menunjang produktivitas sehari-hari dalam gaya hidup modern.
Di sisi lain, busana atau aksesori mewah kini peminatnya semakin berkurang, terbukti hanya 8% responden yang mengalokasikan biaya untuk kategori tersebut. Lalu, sebanyak 4% responden yang berinvestasi untuk menjaga kesehatan mental, seperti terapi atau meditasi. Meski angkanya masih kecil, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran responden terhadap pentingnya kesehatan mental mulai tumbuh.
Sisanya sebanyak 6% responden memilih untuk berinvestasi ke bidang lain yang mereka anggap penting.
Tantangan Menjalani Gaya Hidup Sehat
Menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat merupakan investasi terbesar dalam hidup. Dengan tubuh yang sehat, seseorang dapat menjalani keseharian lebih produktif, sehingga kualitas hidup yang dimiliki semakin baik.
Di balik itu semua, ada pula tantangan dalam menjalani gaya hidup sehat. Mulai dari biaya produk kesehatan yang cenderung tinggi, timpangnya akses di daerah terpencil untuk mendapatkan fasilitas kesehatan modern, kurangnya edukasi terkait nutrisi seimbang, hingga budaya dalam mengonsumsi fast food yang masih melekat.
Akan tetapi, menjalani gaya hidup sehat sebenarnya bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten, seperti memaksimalkan nutrisi lewat konsumsi buah dan sayur, mengurangi makanan olahan, membiasakan minum air putih yang cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres.
Baca Juga: Berapa Besar Pengeluaran Gaya Hidup Publik Indonesia?
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DUX0p8zEixj/?img_index=1
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor