10 Provinsi Paling Minim Anak Usia Dini 2025
Demografi • 1 Februari 2026DI Yogyakarta jadi provinsi dengan persentase anak usia dini terendah pada 2025, sebesar 8,94%
DI Yogyakarta jadi provinsi dengan persentase anak usia dini terendah pada 2025, sebesar 8,94%
Sebanyak 91% lainnya tinggal bersama orang tua kandung, dan sisanya tidak tinggal bersama ayah dan ibu kandung
Papua Selatan jadi provinsi dengan persentase anak usia dini tertinggi pada 2025, mencapai 17,58%
Vitabumin (14,4%) dan Expert Boost (66,3%) menjuarai peringkat pertama sebagai brand vitamin terlaris untuk sirup dan gummy di e-commerce.
Jumlah tindak pidana perlindungan anak mencapai 15,9 ribu laporan pada 2025, naik 2,47% dari tahun lalu
Vitamin bayi & anak format sirup mendominasi penjualan di Shopee dengan nilai Rp76 miliar, dipimpin Vitabumin dengan pangsa pasar 14,4%
Expert Boost menjadi brand vitamin bayi & anak gummy terlaris di Shopee dengan pangsa pasar mencapai 66,3%
Tingkat partisipasi pendidikan prasekolah mencapai 97,7% pada 2025, meningkat dari 92,72% pada 2021
Baik milik pemerintah maupun swasta, rumah sakit (48,8%) menjadi tempat andalan persalinan ibu pada tahun 2025. Sebagian besar berada di perkotaan
Dari menghabiskan waktu bersama anak hingga pasangan, berikut aktivitas kesukaan para ibu yang cocok dilakukan pada momen spesial Hari Ibu 2025
Sebanyak 10,67% anak usia dini di Indonesia belum memiliki akta kelahiran pada tahun 2025. Padahal, kepemilikan akta kelahiran bagi anak sudah diatur di UU
BPS mencatat hampir seluruh anak usia 6 tahun kini sudah mendapat layanan prasekolah sebelum masuk SD.
Sebanyak 42,25% anak usia dini di Indonesia telah menggunakan gawai pada tahun 2025. Sebagian besar berasal dari perkotaan
Makan dan belajar makan jadi aktivitas paling banyak dilakukan anak usia dini bersama orang tua mereka
Menurut BPS, 90,07% anak lakukan aktivitas makan atau belajar makan bersama dengan orang tua.
Sebanyak 4,58% balita di Indonesia pernah mendapatkan pengasuhan tidak layak pada tahun 2024. Sebagian besar berasal dari perdesaan
Shopee dan Shop-Tokopedia menjadi pilihan utama ibu Indonesia belanja produk breastfeeding supplement
Sebanyak 70,7% anak dengan imunisasi lengkap lahir dari ibu tamatan kuliah, angkanya menurun pada jenjang pendidikan yang lebih rendah
Selain alasan internal berupa sudah kenyang (19,9%), faktor dari luar seperti makanan basi atau berbau (19,6%) menjadi sebab utama anak didik tidak habiskan MBG
Menurut peserta didik, hemat uang jajan (16,7%) jadi tujuan utama pelaksanaan MBG, diikuti supaya pola makan teratur (7,1%) dan bisa konsentrasi belajar (6,5%)
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook