1,5 Tahun Memimpin, Prabowo Sudah Kunjungi 56 Negara dan Forum Internasional: Rekor Baru Diplomasi Indonesia?

Daftar lengkap 56 kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto selama 1,5 tahun menjabat presiden, mulai dari China hingga Hungaria beserta agenda utamanya.

1,5 Tahun Memimpin, Prabowo Sudah Kunjungi 56 Negara dan Forum Internasional: Rekor Baru Diplomasi Indonesia? Prabowo Subianto | Photo/Sekretariat Negara
Ukuran Fon:

Daftar kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto selama 1,5 tahun pertama masa pemerintahannya menunjukkan intensitas diplomasi luar negeri yang belum pernah terjadi pada era presiden-presiden sebelumnya. Sejak dilantik pada Oktober 2024 hingga pertengahan 2026, Prabowo tercatat telah melakukan 56 kunjungan luar negeri, mulai dari pertemuan bilateral, konferensi tingkat tinggi, hingga forum ekonomi dan keamanan global.

Aktivitas diplomasi yang padat ini menjadi salah satu ciri khas pemerintahan Prabowo. Jika pada era sebelumnya fokus diplomasi Indonesia lebih banyak diarahkan pada investasi dan kerja sama ekonomi, maka dalam 18 bulan terakhir Indonesia terlihat semakin aktif hadir dalam berbagai forum internasional dan memperkuat hubungan dengan banyak negara secara langsung.

Lantas, bagaimana jika dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya? Negara mana saja yang telah dikunjungi Prabowo selama 1,5 tahun terakhir, dan apa hasil yang diperoleh Indonesia dari rangkaian kunjungan tersebut?

Baca Juga: 88% Manfaat MBG Dinilai Mengalir ke Elit dan Mitra Program, Anak-Anak Hanya 6,5%

Dibanding SBY dan Jokowi, Seberapa Aktif Diplomasi Prabowo?

Jika melihat jumlah kunjungan luar negeri selama masa jabatan presiden, intensitas perjalanan diplomatik Prabowo tergolong sangat tinggi.

Selama 10 tahun masa pemerintahannya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercatat melakukan sekitar 86 kunjungan luar negeri atau rata-rata 8-9 kunjungan per tahun. Fokus utama diplomasi SBY banyak diarahkan pada penguatan posisi Indonesia dalam forum multilateral dan hubungan antarnegara.

Sementara itu, Joko Widodo melakukan sekitar 58 kunjungan luar negeri dalam 10 tahun kepemimpinannya. Rata-rata hanya 5-6 kunjungan per tahun dengan fokus yang lebih kuat pada diplomasi ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Berbeda dengan keduanya, Prabowo dalam waktu sekitar 1,5 tahun sudah mencatatkan 56 kunjungan luar negeri. Artinya, rata-rata terdapat sekitar 37-38 kunjungan per tahun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas diplomasi yang sangat signifikan.

Selain menghadiri berbagai konferensi internasional seperti G20, APEC, ASEAN, BRICS, dan World Economic Forum, Prabowo juga aktif melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara-negara strategis di Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.

Baca Juga: Benarkah Demokrasi Indonesia Kian Memburuk di Era Prabowo?

Daftar Kunjungan Prabowo Selama 1,5 Tahun

Tahun 2024: Awal Diplomasi ke Kekuatan Besar Dunia

Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2024 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2024 | GoodStats

Tidak lama setelah dilantik, Prabowo langsung memulai rangkaian lawatan luar negeri ke sejumlah negara penting.

Pada November 2024, ia mengunjungi Tiongkok, Amerika Serikat, Peru, Brasil, Britania Raya, dan Uni Emirat Arab. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Prabowo bertemu Xi Jinping, Joe Biden, Raja Charles III, hingga Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Kunjungan berlanjut pada Desember 2024 dengan menghadiri KTT D-8 di Mesir sekaligus melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara.

Secara keseluruhan, tahun pertama pemerintahannya ditandai dengan upaya memperkenalkan arah baru diplomasi Indonesia kepada mitra-mitra strategis dunia.

Tahun 2025: Diplomasi Regional dan Global Berjalan Bersamaan

Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2025 | GoodStats

Tahun 2025 menjadi periode paling padat bagi Prabowo karena banyaknya perjalanan memutari seluruh dunia. Di kawasan Asia Tenggara, Prabowo tercatat beberapa kali mengunjungi Malaysia, menghadiri KTT ASEAN, serta melakukan kunjungan resmi ke Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Di Timur Tengah, ia juga melakukan lawatan ke Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Turki. Salah satu hasil pentingnya adalah penguatan kemitraan strategis Indonesia-Mesir serta berbagai komitmen investasi dari negara-negara Teluk.

Di Eropa, Prabowo mengunjungi Republik Ceko, Belgia, Prancis, Belarus, Belanda, Rusia, dan Inggris. Kunjungan tersebut membuka ruang kerja sama baru di bidang pertahanan, perdagangan, energi, hingga pendidikan.

Sementara di kawasan Amerika, ia menghadiri KTT BRICS di Brasil, Sidang Majelis Umum PBB di Amerika Serikat, serta melakukan kunjungan resmi ke Kanada.

Prabowo juga hadir dalam berbagai forum internasional penting seperti KTT G20, BRICS Summit, ASEAN Summit, APEC, Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF), hingga Sidang Umum PBB.

Semester Pertama 2026

Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2026 | GoodStats
Daftar Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tahun 2026 | GoodStats

Memasuki 2026, aktivitas diplomasi Indonesia tetap tinggi dengan banyaknya kunjungan ;uar negeri yang sudah dilalui Prabowo. Pada Januari, Prabowo mengunjungi Britania Raya, Swiss, dan Prancis. Di Swiss, ia menghadiri World Economic Forum di Davos yang menjadi salah satu panggung ekonomi paling bergengsi di dunia.

Februari diisi kunjungan ke Amerika Serikat, Britania Raya, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Kemudian pada Maret hingga April, Prabowo melakukan lawatan ke Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Prancis untuk membahas berbagai isu mulai dari perdagangan, energi, keamanan kawasan hingga geopolitik global.

Pada Mei 2026, ia menghadiri KTT ASEAN di Filipina sebelum melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Prancis, Austria, dan Hungaria. Dengan tambahan kunjungan tersebut, total perjalanan luar negeri Prabowo mencapai 56 kali hanya dalam kurun waktu sekitar 18 bulan.

Baca Juga: MBG dan Data Jumlah Anak Kurang Gizi di Indonesia: Angka Menurun, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Tantangan Besar

56 Kunjungan dalam 1,5 Tahun: Aktif Berdiplomasi, Efektifkah?

Dengan total 56 kunjungan luar negeri dalam waktu sekitar 18 bulan, Prabowo Subianto mencatatkan intensitas diplomasi yang jauh melampaui presiden-presiden sebelumnya. Dari ASEAN, G20, BRICS, APEC, hingga World Economic Forum, Indonesia hampir selalu hadir dalam berbagai forum penting dunia.

Di saat yang sama, Prabowo juga aktif melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara untuk membahas investasi, perdagangan, pertahanan, energi, hingga isu geopolitik global.

Dari sisi diplomasi, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Indonesia ingin tampil lebih aktif dan lebih terlihat di panggung internasional. Sejumlah hasil juga telah diumumkan, mulai dari komitmen investasi bernilai ratusan triliun rupiah, penguatan kerja sama strategis dengan negara-negara Timur Tengah, hingga percepatan berbagai perjanjian ekonomi dengan mitra dagang utama Indonesia.

Namun, tingginya frekuensi kunjungan juga memunculkan pertanyaan yang tidak kalah penting, apakah banyaknya perjalanan tersebut berbanding lurus dengan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat?

Dalam praktik hubungan internasional, kunjungan kenegaraan pada dasarnya merupakan instrumen, bukan tujuan akhir. Kesepakatan yang ditandatangani, nota kesepahaman yang diumumkan, maupun komitmen investasi yang disepakati baru memiliki nilai ketika berhasil diwujudkan menjadi proyek nyata, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, transfer teknologi, atau manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh publik.

Di sinilah tantangan terbesar dari diplomasi yang sangat aktif. Semakin banyak kesepakatan yang dibawa pulang, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.

Tanpa tindak lanjut yang kuat dari kementerian, lembaga, dan pelaku usaha di dalam negeri, berbagai capaian diplomatik berisiko berhenti sebagai agenda seremonial dan headline pemberitaan semata.

Karena itu, keberhasilan 56 kunjungan luar negeri Prabowo tidak seharusnya diukur dari jumlah negara yang berhasil dikunjungi atau banyaknya forum yang dihadiri. Ukuran yang lebih relevan adalah berapa banyak investasi yang benar-benar terealisasi, seberapa besar nilai perdagangan yang meningkat, seberapa luas pasar baru yang terbuka bagi produk Indonesia, serta bagaimana posisi tawar Indonesia di tingkat global mengalami peningkatan.

Dengan kata lain, 1,5 tahun pertama pemerintahan Prabowo menunjukkan diplomasi yang sangat agresif dan super ambisius. Akan tetapi, penilaian akhir terhadap efektivitas strategi tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan beberapa tahun ke depan, ketika publik dapat melihat apakah puluhan kunjungan itu menghasilkan dampak nyata atau sekadar memperpanjang daftar perjalanan kenegaraan Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa Jadi Kelompok Paling Tidak Puas dengan Kinerja Prabowo 2026

Sumber:

Hasil Riset GoodStats

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

10 Merek Smartphone Terlaris di Dunia Triwulan I 2026, Apple Dominasi

iPhone seri 17 mendominasi penjualan dunia pada Triwulan I 2026, disusul dengan Samsung. Sementara itu, Xiaomi mulai menunjukkan daya saingnya.

Dominasi Baru, Imigran Laki-laki Indonesia Salip Perempuan pada 2024

Laki-laki kini mendominasi imigran Indonesia, didorong kebutuhan sektor lapangan dan industri, bukan lagi kerja domestik.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook