Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Pulau Jawa pada November 2025. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), TPT DIY tercatat sebesar 3,3%.
Tidak hanya jadi yang terendah di Pulau Jawa, TPT DIY juga jadi salah satu yang terendah secara nasional, jauh di bawah TPT Indonesia yang sebesar 4,74%.
Angka pengangguran di DIY juga menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Pada November 2025, TPT DIY turun 0,16 poin persentase dibandingkan Agustus 2025, menandakan semakin banyak penduduk usia kerja yang berhasil terserap ke pasar tenaga kerja.
Baca Juga: 4,35 Juta Orang Menganggur di Indonesia, Paling Banyak di Perkotaan
Selain DIY, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mencatat kinerja pasar tenaga kerja yang relatif baik. Jawa Timur memiliki tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,71% pada November 2025, sedangkan Jawa Tengah berada di angka 4,32%.
DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan tingkat pengangguran sebesar 6,31%, diikuti Banten yang sedikit lebih tinggi di angka 6,63%.
Jawa Barat pun jadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Pulau Jawa, mencapai 6,66% pada November 2025.
Tingginya tingkat pengangguran di sana tidak terlepas dari karakteristik ekonomi perkotaan dan industri yang memiliki jumlah angkatan kerja sangat besar. Selain itu, urbanisasi yang terus berlangsung juga menambah tekanan pada pasar tenaga kerja di kawasan metropolitan.
Mengapa Tingkat Pengangguran di DIY Rendah?
Meski memiliki skala ekonomi yang lebih kecil dibandingkan Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Timur dan tidak memiliki kawasan industri manufaktur yang besar, DIY memiliki sejumlah faktor yang mendukung rendahnya tingkat pengangguran.
Salah satunya adalah kuatnya sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ribuan pelaku usaha skala kecil dan menengah membantu menciptakan lapangan kerja yang tersebar di berbagai sektor, dengan sendirinya menekan tingkat pengangguran.
Selain itu, struktur ekonomi DIY yang banyak ditopang sektor jasa membuat penyerapan tenaga kerja relatif stabil. Aktivitas pendidikan yang menjadi ciri khas Yogyakarta juga mendorong tumbuhnya berbagai usaha penunjang, mulai dari kuliner, akomodasi, transportasi hingga industri kreatif.
Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pengangguran tidak selalu bergantung pada besarnya sektor industri, tetapi juga pada kemampuan daerah menciptakan peluang kerja yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Indonesia 2024-2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/november-2025--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-74-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-33-juta-rupiah-.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor