Zat Terbanyak di Alam Semesta: Daftar Unsur yang Mendominasi Bumi hingga Jagat Raya

Ketahui unsur terbanyak di alam semesta dan kerak Bumi. Simak daftar lima unsur paling melimpah beserta persentase dan perannya dalam pembentukan alam.

Zat Terbanyak di Alam Semesta: Daftar Unsur yang Mendominasi Bumi hingga Jagat Raya Ilustrasi Hidrogen | Francesco Ungaro/Pexels
Ukuran Fon:

Ketika membahas zat atau unsur terbanyak di alam semesta, banyak orang langsung membayangkan oksigen karena perannya yang begitu penting bagi kehidupan. Padahal, jika dilihat dalam skala kosmik, unsur yang paling melimpah justru berbeda dengan yang mendominasi kerak Bumi.

Komposisi unsur di Bumi dan alam semesta terbentuk melalui proses yang berbeda, sehingga menghasilkan perbandingan yang menarik untuk dipelajari. Melansir dari HyperPhysics, hidrogen dan helium merupakan dua unsur yang mendominasi alam semesta, sementara kerak Bumi lebih banyak tersusun atas oksigen dan silikon.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tempat suatu unsur berada sangat dipengaruhi oleh sejarah pembentukannya. Di Bumi, aktivitas geologi selama miliaran tahun membentuk lapisan batuan yang kaya akan unsur tertentu.

Sebaliknya, di alam semesta, komposisi unsur dipengaruhi oleh proses yang berlangsung sejak Dentuman Besar (Big Bang) dan evolusi bintang.

Baca Juga: Membongkar Data Prevalensi Anemia di Indonesia: Lebih dari Sekadar Kurang Zat Besi - GoodStats

5 Unsur yang Paling Banyak di Kerak Bumi

5 Unsur yang Paling Banyak di Kerak Bumi | GoodStats
5 Unsur yang Paling Banyak di Kerak Bumi | GoodStats

Kerak Bumi merupakan lapisan terluar planet yang menjadi tempat manusia hidup. Sebagian besar batuan, tanah, hingga pegunungan tersusun oleh beberapa unsur utama berikut.

  1. Oksigen (46,6%)

Oksigen menjadi unsur paling melimpah di kerak Bumi dengan proporsi hampir setengah dari total komposisinya. Namun, oksigen di sini bukan dalam bentuk gas yang kita hirup, melainkan terikat dalam berbagai mineral, terutama oksida dan silikat yang menyusun batuan.

  1. Silikon (27,7%)

Silikon berada di posisi kedua dan menjadi pasangan utama oksigen dalam membentuk mineral silikat. Hampir seluruh jenis batuan, mulai dari granit hingga pasir kuarsa, mengandung silikon dalam jumlah besar. Karena sifatnya yang stabil, unsur ini juga dimanfaatkan dalam industri semikonduktor dan elektronik.

  1. Aluminium (8,1%)

Aluminium merupakan logam paling melimpah di kerak Bumi. Unsur ini banyak ditemukan dalam mineral seperti feldspar dan bauksit yang menjadi bahan baku utama pembuatan aluminium untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari transportasi hingga konstruksi.

  1. Besi (5,0%)

Meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan tiga unsur sebelumnya, besi tetap menjadi komponen penting dalam kerak Bumi. Unsur ini banyak ditemukan pada berbagai jenis batuan dan bijih besi. Di bagian inti Bumi, kandungan besi bahkan jauh lebih besar dibandingkan di keraknya.

  1. Kalsium (3,6%)

Kalsium tidak hanya penting bagi tubuh manusia, tetapi juga menjadi salah satu unsur utama penyusun kerak Bumi. Mineral yang mengandung kalsium banyak ditemukan pada batu kapur, gipsum, hingga berbagai jenis batuan sedimen.

Selain lima unsur tersebut, kerak Bumi juga mengandung natrium (2,8%), kalium (2,6%), magnesium (2,1%), dan berbagai unsur lain dengan total sekitar 1,5 persen.

Baca Juga: Indonesia Ekspor 3,7 Juta Gas Alam ke Jepang pada 2025

5 Unsur yang Paling Banyak di Alam Semesta

5 Unsur yang Paling Banyak di Alam Semesta | GoodStats
5 Unsur yang Paling Banyak di Alam Semesta | GoodStats

Jika skala pembahasannya diperluas hingga seluruh alam semesta, daftar unsur yang paling melimpah berubah secara drastis. Sebagian besar materi di jagat raya terdiri atas unsur-unsur ringan yang terbentuk sejak awal terciptanya alam semesta.

  1. Hidrogen (75%)

Hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dengan porsi sekitar 75 persen. Unsur paling sederhana ini hanya memiliki satu proton dan satu elektron, tetapi menjadi fondasi pembentukan bintang, galaksi, serta berbagai objek kosmik lainnya.

Di dalam inti bintang, hidrogen mengalami reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi sangat besar. Proses inilah yang membuat Matahari dan miliaran bintang lain mampu memancarkan cahaya selama miliaran tahun.

  1. Helium (24%)

Helium menempati posisi kedua dengan komposisi sekitar 24 persen. Sebagian besar helium terbentuk tidak lama setelah Big Bang, sementara sisanya dihasilkan dari reaksi fusi hidrogen di dalam bintang.

Meski relatif langka di Bumi, helium justru menjadi salah satu unsur paling dominan di luar angkasa. Keberadaannya berperan penting dalam siklus kehidupan bintang.

  1. Oksigen (1%)

Oksigen kembali muncul dalam daftar ini, meski porsinya jauh lebih kecil dibandingkan hidrogen dan helium. Unsur ini banyak terbentuk dari proses nukleosintesis di dalam bintang-bintang masif sebelum akhirnya tersebar ke ruang angkasa melalui ledakan supernova.

Oksigen kemudian menjadi penyusun air, mineral, serta berbagai senyawa penting di planet-planet.

  1. Karbon (0,5%)

Karbon dikenal sebagai unsur dasar kehidupan karena mampu membentuk jutaan jenis senyawa organik. Hampir seluruh makhluk hidup di Bumi bergantung pada unsur ini untuk membangun molekul penting seperti protein, karbohidrat, hingga DNA.

Selain itu, karbon juga ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari grafit, berlian, hingga debu antarbintang yang tersebar di galaksi.

  1. Neon (0,1%)

Neon mungkin lebih dikenal sebagai gas pengisi lampu reklame, tetapi di alam semesta unsur ini ternyata termasuk yang paling melimpah. Neon banyak ditemukan pada lapisan luar bintang dan terbentuk melalui proses fusi di dalam bintang bermassa besar.

Walaupun hanya menyumbang sekitar 0,1 persen dari total unsur di alam semesta, keberadaan neon turut mencerminkan keragaman unsur yang dihasilkan selama evolusi bintang.

Mengapa Komposisinya Berbeda?

Perbedaan komposisi unsur di kerak Bumi dan alam semesta terjadi karena mekanisme pembentukannya tidak sama. Alam semesta didominasi hidrogen dan helium karena kedua unsur tersebut lahir sejak Big Bang dan menjadi bahan baku utama pembentukan bintang.

Sementara itu, kerak Bumi mengalami proses geologi yang sangat panjang. Unsur-unsur berat seperti oksigen, silikon, aluminium, hingga besi terkonsentrasi di lapisan terluar melalui proses pendinginan, diferensiasi, dan aktivitas tektonik selama miliaran tahun.

Dengan kata lain, jika melihat ke langit, hidrogen dan helium adalah "raja" alam semesta. Namun, ketika berpijak di Bumi, oksigen dan silikonlah yang paling mendominasi lingkungan di sekitar kita.

Perbedaan ini menjadi bukti bahwa setiap wilayah di kosmos memiliki sejarah pembentukan yang unik dan menghasilkan komposisi unsur yang berbeda pula.

Baca Juga: 5 Tanaman Indoor Penghasil Oksigen Terbanyak di Bumi

Sumber:

hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/Tables/elabund.html

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

Cuaca Jabodetabek Hari Ini dan Besok 29-30 Juni 2026, Didominasi Berawan hingga Cerah

Simak prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Jabodetabek tanggal 29-30 Juni 2026. Wilayah Jakarta dan sekitarnya didominasi cuaca berawan hingga cerah.

Cilacap Pimpin Jumlah Rumah Sakit Umum di Jawa Tengah pada 2025

Kabupaten Cilacap tercatat memiliki 311 rumah sakit umum, terbanyak di Jawa Tengah pada 2025.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook