Bisnis SPBU Shell di Indonesia kini berpindah kepemilikan. Sefas Group sepakat mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia, dengan transaksi yang masih menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan.
Nama Sefas Group mungkin belum terlalu familiar bagi masyarakat umum. Padahal, perusahaan ini telah beroperasi di Indonesia sejak 1997 dan dikenal sebagai salah satu distributor pelumas Shell terbesar di Tanah Air. Lantas, siapa sebenarnya Sefas Group, siapa pendirinya, dan apa saja lini bisnis yang dijalankan perusahaan ini?
Baca Juga: Harga BBM Swasta September 2026, Berapa Selisihnya dengan Pertamina?
Sefas Group Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell
Sefas Group secara resmi mengumumkan kesepakatan bisnis strategis untuk mengambil alih 100 persen kepemilikan serta operasional bisnis SPBU Shell di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bersama mitra strategis internasional, Citadel Pacific Limited.
Tujuan utama dari akuisisi skala besar ini adalah memperluas portofolio bisnis Sefas Group di sektor hilir energi ritel, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan bakar berkualitas tinggi bagi para pengendara di tanah air.
Dengan pengambilalihan ini, Sefas Group akan mengambil alih ratusan SPBU Shell yang sebelumnya dioperasikan PT Shell Indonesia. Akuisisi tersebut memperluas bisnis Sefas Group ke sektor ritel bahan bakar di Indonesia.
Berikut adalah linimasa proses pengambilalihan bisnis SPBU Shell oleh Sefas Group:
Mengenal Sefas Group, Perusahaan yang Mengakuisisi SPBU Shell
Sebelum mengakuisisi bisnis SPBU Shell di Indonesia, Sefas Group telah lebih dulu memiliki pengalaman panjang di industri energi, khususnya dalam bisnis distribusi pelumas.
Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu distributor utama produk pelumas Shell di Indonesia, dengan cakupan bisnis yang melayani berbagai sektor, mulai dari industri, pertambangan, komersial, hingga maritim.
Sefas Group berdiri sejak 1997 dan selama hampir tiga dekade membangun bisnis melalui jaringan distribusi dan rantai pasok yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengalaman tersebut membuat Sefas tidak hanya memiliki basis bisnis di sektor pelumas, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan energi dan operasional berbagai sektor industri.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Sefas Group untuk memperluas bisnisnya ke sektor ritel bahan bakar. Melalui pengambilalihan bisnis SPBU Shell, Sefas memasuki lini usaha baru yang memungkinkan perusahaan terlibat langsung dalam pengoperasian jaringan stasiun pengisian bahan bakar di Indonesia.
Siapa Pemilik Sefas Group?
Keberhasilan Sefas Group berekspansi hingga mampu mengakuisisi raksasa energi multinasional tidak lepas dari peran para tokoh pendiri yang memimpin jalannya perusahaan. Berikut adalah profil singkat para petinggi kunci dibalik Sefas Group:
Herman Soegeng
- Latar Belakang Pendidikan: Lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat (AS), dengan gelar Bachelor of Business Administration.
- Riwayat Karier & Peran: Herman Soegeng merupakan salah satu pendiri utama yang ikut merintis Sefas Group sejak Oktober 1997. Di dalam struktur korporasi, ia menjabat sebagai Komisaris Sefas Group. Selain malang melintang di dunia korporasi termasuk tercatat pernah memegang posisi penting sebagai Direktur UCB Indonesia ia juga aktif melayani sebagai seorang pendeta di Gereja IFGF Jakarta sejak tahun 1998.
Ricky Roesli
- Latar Belakang Pendidikan: Menyelesaikan pendidikan tinggi di California State University, Fresno, AS, serta meraih gelar Magister Manajemen (Master of Business Administration / MBA) dari City University, Seattle.
- Riwayat Karier & Peran: Bersama Herman Soegeng, Ricky Roesli adalah co-founder yang membidani lahirnya Sefas Group pada Oktober 1997. Saat ini, ia memegang kendali penuh operasional perusahaan sebagai Direktur Utama (Chief Executive Officer / CEO) Sefas Group, membawa visi strategis tajam dalam ekspansi bisnis energi ritel di Indonesia.
Deretan Perusahaan di Bawah Sefas Group
Sebagai sebuah holding komprehensif, Sefas Group menaungi sejumlah anak perusahaan yang masing-masing berfokus pada sektor distribusi pelumas, cairan pendingin mesin, hingga sektor maritim. Berikut adalah rincian perusahaan di bawah naungan Sefas Group:
Apa yang Berubah Setelah SPBU Shell Diakuisisi Sefas Group?
Masuknya Sefas Group sebagai pemilik baru tentu memunculkan pertanyaan di kalangan pengendara setia mengenai nasib pelayanan dan merek di SPBU. Berdasarkan pengumuman resmi korporasi, transisi kepemilikan ini dipastikan tidak akan merusak identitas inti yang sudah melekat di masyarakat.
Pertama, merek dagang Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU yang dialihkan melalui skema lisensi resmi. Artinya, pengendara tetap bisa menjumpai papan nama, pilar visual, serta atribut khas SPBU Shell di jalan raya.
Kedua, lini produk bahan bakar unggulan seperti Shell V-Power, Shell V-Power Diesel, dan Shell Super akan tetap tersedia dan dipasarkan seperti biasa di Indonesia.
Sementara itu, untuk lini layanan penunjang non-BBM seperti toko ritel Shell Select, fasilitas pengisian angin Shell Go+, hingga layanan logistik kurir DeliGo, pengelolaannya akan disesuaikan secara bertahap di bawah manajemen baru Sefas Group guna memastikan integrasi operasional berjalan mulus tanpa mengorbankan kenyamanan konsumen.
Transisi ini justru diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional SPBU Shell dan memperluas jangkauan layanan energi berkualitas tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Ini Daftar SPBU Pertamina di Jabodetabek yang Berhenti Menjual Pertalite, Apa Alasannya?
Sumber:
Hasil Riset Goodstats.