Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Data menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakrakat Indonesia mencapai 66,64 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan sebesar 92,74 persen.
SNLIK bertujuan untuk mengukur indeks literasi dan inkluasi keuangan masyarakat Indonesia sebagai salah satu landasan dalam menyusun kebijakan dan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Hasil SNLIK terbagi menjadi beberapa kategor seperti klasifikasi wilayah, gender, usia, jenis keuangan, pendidikan yang ditamatkan, dan pekerjaan.
Baca Juga: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Naik pada 2025
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Wilayah
Indeks literasi keuangan di perkotaan mencapai 72,54 persen, sedangkan di pedesaan 64,42. Sementara untuk indeks inklusi keuangan di perkotaan mencapai 95,47 persen, dan di pedesaan 90,39 persen.
Berdasarkan provinsi, DKI Jakarta berada pada peringkat pertama sebagai provinsi dengan indeks literasi keuangan tertinggi yakni 84,01 persen. Peringkat kedua diisi Kalimantan Selatan dengan indeks literasi keuangan 79,69 persen. Bali menduduki peringkat ketiga dengan indeks literasi keuangan 78,77 persen.
DKI Jakarta juga menjadi provinsi dengan indeks inklusi keuangan tertinggi yaitu sebesar 99,43 74 persen. Tidak berbeda jauh, DI Yogyakarta berada di peringkat kedua dengan indeks 98,74 persen. Kepulauan Riau menyusul dengan indeks inklusi keuangan 98,43 persen.
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Gender
Indeks literasi keuangan laki-laki sebesar 69,54 persen, sedangkan perempuan 69,91 persen. Pada indeks inklusi keuangan, laki-laki sebesar 93,49 persen, dan perempuan 93,73 persen.
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Usia
Kelompok usia 15-17 tahun memiliki indeks literasi keuangan sebesar 56,04 persen. Pada kelompok usia 18-25 tahun memiliki indeks literasi keuangan 73,32 persen. Pada usia produktif 26-35 tahun, indeks literasi keuangan sebesar 78,70 persen.
Sementara itu pada kelompok usia 36-50 dan 51-79 masing-masing memiliki indeks literasi keuangan sebesar 73,81 dan 60,01 persen.
Pada indeks inklusi keuangan, kelompok usia 15-17 tahun memiliki indeks inklusi keuangan sebesar 89,13 persen. Kelompok usia 19-25 tahun memiliki indeks inklusi keuangan sebesar 95,69 persen.
Pada kelompok usia 26-25 tahun memiliki indeks inklusi keuangan sebesar 96,27 persen. Kelompok usia 36-50 memiliki indeks literasi keuangan sebesar 94,76 persen. Sementara itu kelompok usia 51-79 memiliki indeks literasi keuangan sebesar 90,51 persen.
Baca Juga: SNLIK 2025: Kelompok Usia Produktif Pimpin Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Pendidikan
Menurut hasil survei, indeks literasi dan inklusi keuangan berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi pula indeks literasi dan inklusi keuangannya.
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan pekerjaan sehari-hari, kelompok pensiunan memiliki indeks literasi keuangan tertinggi yakni 85,15 persen. Pegawai/profesional memiliki indeks literasi keuangan 85,12 persen. Pengusaha atau wiraswasta memiliki indeks literasi keuangan sebesar 76,51 persen.
Sementara itu pada kelompok pelajar/mahasiswa memiliki indeks literasi sebesar 53,89 persen. Kelompok petani/peternak/nelayan memiliki indeks literasi keuangan 59,75 persen. Kelompok yang tidak/belum bekerja memiliki indeks literasi keuangan 53,89 persen.
Sementara itu pada indeks inklusi keuangan, kelompok pensiunan memiliki indeks 99,54 persen, kelompok pegawai/profesional memiliki indeks 98,89 persen, dan kelompok pengusaha/wiraswasta memiliki indeks 96,03 persen. Sementara itu kelompok petani/peternak/pekebun/nelayan memiliki indeks 87,82 persen, kelompok tidak/belum bekerja memiliki indeks 89,59 persen, dan kelompok pelajar/mahasiswa memiliki indeks 92,76 persen.
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Jenis Keuangan
Indeks literasi keuangan konvensional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks literasi keuangan syariah 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan konvensional mencapat 93,53 persen, dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 13,24 persen.
Sumber: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Hasil-SNLIK-Tahun-2026.aspx