Rupiah Indonesia Hari Ini 5 Juni 2026 Melemah Lagi ke Rp18.032 per Dolar AS, Simak Pergerakan dan Penyebabnya

Rupiah hari ini berada di level Rp18.032 per dolar AS. Simak pergerakan kurs dolar ke rupiah pada 5 Juni 2026, tren sepekan terakhir, dan penyebab pelemahannya.

Rupiah Indonesia Hari Ini 5 Juni 2026 Melemah Lagi ke Rp18.032 per Dolar AS, Simak Pergerakan dan Penyebabnya Dolar | adrian vieriu/Pexels
Ukuran Fon:

Rupiah Indonesia hari ini masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Melansir dari laman Google Finance, nilai tukar rupiah pada Jumat, 5 Juni 2026, bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS dan bahkan sempat menyentuh level yang lebih tinggi dalam perdagangan pagi.

Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan mata uang rupiah yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global maupun domestik.

Pelemahan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi bersamaan dengan tekanan yang melanda berbagai instrumen keuangan nasional. Selain memengaruhi aktivitas perdagangan dan investasi, pergerakan kurs juga menjadi indikator penting bagi dunia usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan mata uang asing.

Baca Juga: 3 Skenario Kelola Kas Negara demi Jaga Nilai Tukar Rupiah Menurut CSIS

Pergerakan Dolar ke Rupiah Hari Ini, 5 Juni 2026

Pergerakan Dolar ke Rupiah Hari Ini, 5 Juni 2026 | GoodStats
Pergerakan Dolar ke Rupiah Hari Ini, 5 Juni 2026 | GoodStats

Data Google Finance menunjukkan pergerakan kurs dolar AS terhadap rupiah pada Jumat pagi berlangsung cukup fluktuatif. Pada pukul 07.02 WIB, dolar AS berada di level Rp18.059. Nilai tersebut kemudian bergerak turun ke Rp18.020 pada pukul 07.32 WIB sebelum kembali menguat hingga Rp18.092 pada pukul 08.12 WIB.

Memasuki pukul 09.00 WIB, kurs sedikit melemah ke Rp18.064. Tren penurunan berlanjut ke Rp18.015 pada pukul 09.28 WIB dan Rp18.027 pada pukul 10.03 WIB. Hingga pukul 10.40 WIB, nilai tukar tercatat berada di level Rp18.032 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih mencari arah yang jelas setelah beberapa hari terakhir rupiah mengalami tekanan cukup besar. Meski sempat bergerak turun dari posisi tertingginya pagi ini, kurs masih bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Pergerakan Dolar ke Rupiah dalam Seminggu ke Belakang

Pergerakan Dolar ke Rupiah dalam Seminggu ke Belakang | GoodStats
Pergerakan Dolar ke Rupiah dalam Seminggu ke Belakang | GoodStats

Jika melihat pergerakan selama sepekan terakhir, rupiah menunjukkan tren pelemahan yang cukup konsisten.

Pada 30 Mei 2026, kurs dolar AS berada di level Rp17.816. Nilai tersebut relatif stabil pada 31 Mei yang tercatat di Rp17.817. Memasuki awal Juni, dolar AS naik ke Rp17.864 pada 1 Juni sebelum sedikit turun ke Rp17.858 pada 2 Juni.

Tekanan mulai terlihat lebih kuat pada 3 Juni ketika kurs melonjak ke Rp18.017. Meski sempat turun tipis menjadi Rp18.060 pada 4 Juni, dolar AS kembali berada di kisaran Rp18.032 pada 5 Juni.

Dalam rentang satu minggu, nilai tukar dolar AS telah meningkat sekitar Rp216 dibandingkan posisi 30 Mei. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

Semakin Kesini Semakin Melemah, Kenapa dan Apa Dampaknya?

Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak terjadi secara terpisah begitu saja. Tekanan terhadap mata uang nasional berlangsung bersamaan dengan koreksi yang terjadi di pasar modal Indonesia.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan. Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Selain faktor domestik, penguatan dolar secara global juga menjadi penyebab utama. Ketidakpastian ekonomi dunia, kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global, serta arus modal asing yang keluar dari negara berkembang memberikan tekanan tambahan terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah.

Bahkan, sejumlah laporan menyebut dolar AS sempat menembus level Rp18.000 dalam perdagangan tertentu. Batas tersebut memiliki arti psikologis yang cukup penting karena sering menjadi acuan sentimen investor dalam mengambil keputusan investasi maupun bisnis.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya perjalanan luar negeri, pendidikan internasional, hingga pembelian barang impor. Sementara bagi pelaku usaha baik di kota ataupun desa yang bergantung pada bahan baku impor, kenaikan kurs berpotensi meningkatkan biaya produksi. Hal ini juga berarti bahwa masyarakat desa pun terdampak akibat dolar, walau tak menggunakannya secara langsung.

Di sisi lain, sektor ekspor berpeluang memperoleh manfaat karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun keuntungan tersebut tetap dipengaruhi oleh kondisi permintaan global yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Perhatian pasar kini tertuju pada langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia. Selain itu, perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta pergerakan arus modal global diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang menentukan arah rupiah dalam jangka pendek.

Dengan kondisi saat ini, pelaku pasar dan masyarakat diperkirakan akan terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah sebagai salah satu indikator penting kesehatan ekonomi nasional.

Baca Juga: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Tuai 72% Respons Negatif di Media Sosial

Sumber:

https://www.google.com/finance/beta/quote/USD-IDR?sa=X&sqi=2&ved=2ahUKEwipjtK1-OyUAxXo3jgGHah4CNMQmY0JegQIDRAu

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

Skor 3-0 Hasil Pertandingan Indonesia U-19 vs Myanmar U-19, Garuda Muda Gacor Di Babak Kedua

Timnas Indonesia U-19 mengawali laga di grup A ASEAN U-19 Championship 2026 dengan kemenangan.

Timnas Calling! Nama Thom Haye dan Marc Klok Tidak Masuk 23 Nama yang Disiapkan John Herdman

Indonesia akan menjalani dua laga di FIFA Matchday pada Juni 2026 ini.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook