Nasional

10 Provinsi Penghasil Lidah Buaya Terbesar 2025

Produksi lidah buaya di Kalimantan Barat sentuh 1,8 juta kilogram, lebih dari separuh total produksi nasional pada 2025.

10 Provinsi Penghasil Lidah Buaya Terbesar 2025

Lidah Buaya | Nikodem Nijaki/Wikimedia Commons

Keanekaragaman hayati Indonesia tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan beragam manfaat, terutama bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah tanaman biofarmaka atau tanaman obat, yakni tumbuhan yang berkhasiat untuk mengobati, menjaga kesehatan, mencegah penyakit, hingga dimanfaatkan dalam produk kosmetik. Bagian tanaman yang dapat digunakan pun beragam, mulai dari daun, akar, buah, batang, hingga rimpang.

Selain memiliki berbagai manfaat, tanaman biofarmaka juga menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan. Salah satu jenisnya adalah lidah buaya atau aloe vera, tanaman berdaging tebal dengan duri lunak di bagian tepi yang dikenal memiliki gel bening di dalam daunnya. Gel tersebut banyak dimanfaatkan untuk obat herbal, kosmetik, maupun suplemen makanan.

Lantas, daerah mana saja yang memiliki produksi lidah buaya tertinggi?

Kalimantan Barat jadi provinsi dengan produksi lidah buaya tertinggi di Indonesia
Kalimantan Barat jadi provinsi dengan produksi lidah buaya tertinggi di Indonesia | GoodStats

Baca Juga: Jawa Barat Jadi Produsen Kapulaga Terbesar di Indonesia 2025

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2025 produksi lidah buaya nasional menyentuh 3,5 juta kilogram yang tersebar di beberapa provinsi. Peringkat pertama sebagai provinsi penghasil lidah buaya terbanyak yakni Kalimantan Barat. Angka produksinya mencapai 1,8 juta kilogram.

Kalimantan Barat menyumbang lebih dari setengah total produksi lidah buaya Indonesia satu tahun silam. Tingginya angka produksi di provinsi ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik lahan gambut yang kaya akan bahan organik, serta iklimnya yang memungkinkan sinar matahari optimal sepanjang tahun.

Peringkat kedua diraih oleh DI Yogyakarta dengan jumlah produksi lidah buaya sebesar 675,8 ribu kilogram. Urutan berikutnya juga ditempati oleh daerah yang berada di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Barat (420,5 ribu kilogram), Jawa Tengah (293,1 ribu kilogram), dan Jawa Timur (66,6 ribu kilogram).

Posisi keenam diisi oleh Bengkulu dengan produksi sebesar 63,5 ribu kilogram, disusul Bali (62,6 ribu kilogram), Sumatra Selatan (31,5 ribu kilogram), Lampung (27,2 ribu kilogram), dan Sumatra Barat (21,2 ribu kilogram).

Dalam daftar di atas, Jawa dan Sumatra sama-sama menyumbang empat provinsi. Meskipun demikian, jika dilihat dari total produksinya, Pulau Jawa memiliki angka produksi yang lebih tinggi dibandingkan Pulau Sumatra.

Baca Juga: Daftar Provinsi Paling Rentan Banjir Akibat Degradasi Gambut

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/VVZNelkycEdWM2t5V2poTFltOVVURWR0WWs1Mlp6MDkjMyMwMDAw/produksi-tanaman-biofarmaka-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman-.html?year=2025

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?