Transportasi memegang peranan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, baik melalui jalur darat, udara, maupun air. Selain memudahkan perpindahan manusia, transportasi juga berperan dalam mendukung pengiriman berbagai jenis barang. Di Indonesia, moda transportasi darat cenderung lebih diminati karena tersedia transportasi umum (transum) dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.
Di sejumlah wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta, layanan transportasi umum telah saling terintegrasi. Sistem tersebut turut didukung oleh metode pembayaran elektronik sehingga transaksi dapat berlangsung lebih efisien. Selain itu, transportasi umum menawarkan berbagai manfaat, mulai dari terbebas dari kemacetan, harga yang relatif terjangkau, hingga fasilitas kendaraan yang memadai.
Dari berbagai jenis transportasi umum di Jakarta, apa saja yang paling sibuk operasionalnya pada 2025?
Baca Juga: Jakarta Masuk Jajaran Kota dengan Transum Terbaik di Dunia
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Transjakarta jadi transportasi umum paling sibuk, dengan jumlah perjalanan mencapai 1,41 juta pada 2025. Transjakarta merupakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara yang memiliki jalur khusus atau busway, serta memiliki jaringan paling luas di Jakarta.
Peringkat kedua ditempati oleh ojol atau ojek online dengan 1,26 juta perjalanan atau setara 25,2% dari total perjalanan warga Jakarta. Angka ini memiliki selisih cukup tipis dengan Transjakarta yang menunjukkan minat masyarakat ibu kota terhadap ojol cukup tinggi. Apalagi, saat ini terdapat berbagai jenis ojol dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.
KRL menjadi transportasi umum paling sibuk ketiga di Jakarta. Transportasi yang dioperasikan oleh KAI Commuter ini melakukan 952,82 ribu perjalanan, melayani perjalanan komuter harian, baik dari atau menuju wilayah pusat bisnis di Jakarta.
Di urutan keempat terdapat Angkutan Sewa Khusus (ASK) yang menempuh 602,3 ribu perjalanan. Istilah ini ditujukan untuk layanan taksi online atau angkutan dari pintu ke pintu yang menggunakan aplikasi dan diatur dalam regulasi khusus. Wilayah operasionalnya mencakup dari dan menuju ke bandar udara, pelabuhan, atau simpul transportasi lainnya.
Daftar transportasi publik tersibuk berikutnya di Jakarta diisi oleh bus atau angkot reguler (263,09 ribu perjalanan), taksi bajaj (228,90 ribu perjalanan), MRT (128,14 ribu perjalanan), LRT Jabodetabek (82,24 ribu perjalanan), bus sekolah (41,55 ribu perjalanan), Railink (6.418 perjalanan), kapal (3.772 perjalanan), dan LRT Jakarta (3.689 perjalanan).
Baca Juga: Warga Jaksel Paling Suka Traveling di DKI Jakarta per April 2026
Sumber:
https://satudata.jakarta.go.id/open-data/detail?kategori=dataset&page_url=persentase-perjalanan-penduduk-menggunakan-transportasi-publik&data_no=1