Riset Ipsos: Indonesia Jadi Negara Paling Tertarik Mengendarai Mobil Listrik

Melansir dari survei Ipsos, Indonesia menempati peringkat pertama dengan capaian 60%, diikuti dengan negara Meksiko (60%), dan Chili (57%).

Riset Ipsos: Indonesia Jadi Negara Paling Tertarik Mengendarai Mobil Listrik Ilustrasi Mobil Listrik | Freepik
Ukuran Fon:

Penggunaan kendaraan listrik atau electronic vehicle belakangan ini semakin menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai salah satu solusi untuk menunjang transisi penggunaan transportasi ramah lingkungan, sehingga polusi udara di perkotaan juga bisa berkurang. Tak hanya itu, daya tarik terhadap kendaraan listrik juga ditopang dari inovasi desain yang di cap lebih modern.

Lembaga riset asal Prancis, Ipsos merilis survei terbaru bertajuk The Ipsos Mobility Report pada 1 April 2026. Survei ini bertujuan untuk menyelidiki opsi mobilitas yang digemari oleh masyarakat global dengan melibatkan 23.722 responden berusia sekitar 16-74 tahun dari 31 negara selama 21 November hingga 5 Desember 2025.

Dari hasil survei tersebut, Indonesia dan Meksiko menjadi negara yang paling setuju dengan pernyataan mengenai ketertarikan dalam mengendarai mobil kendaraan listrik dengan capaian masing-masing sebesar 60%.

Negara Paling Tertarik untuk Mengendarai Mobil Listrik | GoodStats
Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling tertarik mengendarai mobil listrik | GoodStats

Baca Juga: BYD Puncaki Pasar Mobil Listrik Indonesia 2025

Bergeser di peringkat ketiga yang diisi oleh negara Chili dengan capaian 57%. Sebagai negara dengan pengguna mobil listrik terbanyak di dunia, China mengamankan peringkat keempat dengan 56% dalam daftar. Survei ini juga mengungkapkan bahwa 73% responden di China menilai mobil listrik akan diadopsi oleh lebih banyak konsumen dalam lima tahun ke depan.

Di urutan kelima diisi oleh Tailan dengan capaian 54%. Kemudian, Kolombia dan Peru menempati posisi selanjutnya dengan perolehan masing-masing sebesar 49%.

Lebih lanjut, India tercatat meraih 40% dan Argentina sebesar 39%. Malaysia menutup daftar pemeringkatan sebagai negara yang paling tertarik mengendarai mobil listrik dengan capaian 38%.

Dari 31 negara, mayoritas responden dengan capaian 47% sepakat bahwa mengendarai kendaraan listrik merupakan hal yang menarik bagi mereka. Sementara itu, responden di negara dengan ekonomi maju, seperti Prancis, Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman justru kurang tertarik dengan kendaraan listrik.

Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Melansir Ember Energy yang merangkum data penjualan mobil listrik di beberapa negara Asia Tenggara sepanjang Januari-Oktober 2025, Indonesia menempati peringkat keempat dengan pangsa penjualan sebesar 14,66%. Adapun, kendaraan listrik yang melintas di jalanan Indonesia dipasok dari sejumlah negara, termasuk China, Vietnam, dan Jepang.

Pemerintah juga menunjukkan dukungannya melalui pembangunan infrastruktur pengisian daya di berbagai kota besar. Di sisi lain, Kementerian Perindustrian resmi mengumumkan akan menghentikan insentif impor utuh (completely built up/CBU) untuk mobil listrik murni pada akhir 2025. 

Mulai 1 Januari 2026, pabrikan diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal 1:1 sesuai dengan peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sejalan dengan itu, sejumlah produsen mobil listrik, seperti VinFAst dan BYD tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi kebijakan tersebut dengan memastikan pembangunan pabrik di tanah air. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah agar mendapatkan insentif.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto berharap kebijakan fiskal seperti PPnBM DTP tetap dipertahankan.

“Insentif yang menyangkut PPn atau PPnBM DTP-nya itu mungkin akan memiliki impact lebih besar,” ujarnya pada Kamis (19/2/2026), mengutip Bisnis.com.

Baca Juga: ASEAN Pimpin Pasar Mobil Listrik Dunia, Indonesia Masuk Top 4

Sumber:

https://resources.ipsos.com/rs/297-CXJ-795/images/Ipsos-Mobility-monitor-2026.pdf?version=0&aliId=eyJpIjoiMnlpdW1aVzNlZU1LN3lIRyIsInQiOiJlc0huWUxidDVwczg1MlBQNzd4bWtRPT0ifQ%253D%253D

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Prabowo Sepakati Tarif Dagang AS, Indonesia Akan Impor US$4,5 Miliar Produk Pertanian

Indonesia komitmen impor US$4,5 miliar produk pertanian AS hasil kesepakatan dagang, utamanya adalah produk kedelai, kapas, dan gandum.

ASEAN Pimpin Pasar Mobil Listrik Dunia, Indonesia Masuk Top 4

Pangsa penjualan mobil listrik Indonesia mencapai 14,66% pada 2025. Kebijakan PPN DTP jadi salah satu faktor pendorong.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook