Dengan 16 warisan yang sudah terdaftar dan 3 nominasi baru untuk siklus 2026, langkah Indonesia menunjukkan bahwa diplomasi budaya kini makin aktif dipakai sebagai cara memperkuat identitas bangsa di panggung global.
Dari daftar terbaru itu Indonesia tidak hanya kuat di seni pertunjukan seperti wayang, gamelan, dan reog, tetapi juga di budaya sehari-hari seperti batik, jamu, kebaya, hingga pantun, sehingga spektrum warisannya terasa sangat luas.
Pengajuan tempe, jaranan, dan teater Mak Yong juga menarik karena memperlihatkan bahwa yang diangkat ke UNESCO bukan cuma benda atau simbol, melainkan juga pengetahuan, praktik, dan tradisi hidup yang masih dipakai lintas generasi.