Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, jumlah pengangguran terbuka laki-laki di Surakarta terus mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2020, jumlah pengangguran terbuka pria di Solo mencapai 12.068 orang, yang kemudian meningkat menjadi 13.007 orang pada 2021. Namun setelahnya, memasuki tahun 2022, jumlah pengangguran pria turun menjadi 11.634, dan terus turun pada 2023 menjadi 9.747 pria yang menganggur.
Pada 2024, terdapat 6.943 pria Solo yang menganggur. Penurunan ini setara dengan 46,6% dalam kurun waktu tiga tahun. Secara keseluruhan, jumlah pengangguran laki-laki di Surakarta berkurang 6.064 orang dibanding puncaknya pada 2021. Adapun tingkat pengangguran terbuka di Solo tercatat sebesar 4,1% untuk laki-laki, lebih kecil dibanding perempuan yang sebesar 4,25%.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi pasar kerja di Kota Bengawan yang perlahan pulih dan semakin dinamis.
Meski demikian, tantangan ketenagakerjaan masih tetap ada. Kebutuhan dunia kerja yang terus berubah menuntut peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu memenuhi permintaan sektor usaha yang semakin kompetitif.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelatihan kerja, dan penciptaan lapangan pekerjaan baru tetap menjadi faktor penting untuk menjaga tren positif ini.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Indonesia 2024-2025
Pengangguran di Jawa Tengah
Secara keseluruhan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah tercatat terus menurun dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 5,75%, laki-laki lebih tinggi di angka 6,88%. Tahun berikutnya, tingkat pengangguran turun menjadi 5,24%, meski laki-laki masih cukup tinggi di angka 6,31%.
Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah menjadi 4,39%, dengan pengangguran laki-laki sebesar 4,85%. Memasuki 2025, tingkat pengangguran di Jawa Tengah kembali turun menjadi 4,33%, meski laki-laki masih di atas rerata provinsi dengan 4,66%.
Terbaru pada 2026, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah tercatat sebesar 4,24%, dengan tingkat pengangguran di kalangan laki-laki sebesar 4,61%.
Secara nasional, Jawa Tengah berada di urutan ke-22 provinsi dengan tingkat pengangguran terendah pada 2026. Meski belum masuk kelompok sepuluh provinsi dengan pengangguran terendah, capaian ini menempatkan Jawa Tengah lebih baik dibanding sejumlah provinsi besar seperti DKI Jakarta (6,03%), Banten (6,59%), dan Jawa Barat (6,64%) yang masih mencatat tingkat pengangguran lebih tinggi. Tingkat penganggurannya juga masih di bawah rerata nasional yang sebesar 4,68%.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terendah 2026
Sumber:
https://jateng.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/1664/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--pada-februari-2026-sebesar-4-24-persen.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor