Peta Produksi Sayuran di Indonesia 2025, Bawang Merah Mendominasi!

Bawang merah jadi sayuran dengan produksi tertinggi, totalnya mencapai 2,18 juta ton. Adapun, provinsi dengan produksi tertinggi adalah Jawa Tengah.

Peta Produksi Sayuran di Indonesia 2025, Bawang Merah Mendominasi! Ilustrasi Bawang Merah | Freepik
Ukuran Fon:

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan tanah yang subur, sehingga memungkinkan berbagai jenis tanaman untuk tumbuh, termasuk sayur-sayuran. Selain mudah dibudidayakan, sayuran juga berperan penting memelihara kesehatan karena zat yang terkandung di dalamnya, seperti serat, vitamin, dan mineral yang berguna untuk tubuh.

Tidak heran jika sayuran sering digunakan dalam berbagai hidangan khas Indonesia, seperti sayur asem, sayur lodeh, pecel, urap, plecing kangkung, dan masih banyak lagi. Hal ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap hasil produksi komoditas sayuran.

Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produksi tanaman sayuran di Indonesia sepanjang 2025. Bawang merah tercatat sebagai komoditas dengan produksi tertinggi, jumlahnya mencapai 2,18 juta ton dengan luas panen sekitar 118 ribu hektare.

Dominasi produksi bawang merah ini bukan tanpa alasan. Selain menjadi bahan dasar berbagai masakan, bawang merah juga kerap diolah menjadi bawang goreng sebagai pelengkap hidangan yang lekat dengan cita rasa kuliner Nusantara. Tingginya produksi ini juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan melalui kegiatan ekspor. Proses produksi bawang goreng yang relatif mudah dan modal bahan bakunya terjangkau menjadikan komoditas ini sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Jenis Tanaman Sayuran dengan Jumlah Produksi Terbanyak di Indonesia | GoodStats
Jenis Sayuran dengan Jumlah Produksi Terbanyak di Indonesia Tahun 2025 | GoodStats

Baca Juga: Simak Sayuran yang Paling Banyak Dikonsumsi Warga RI

Di posisi kedua, cabai rawit mencatatkan produksi sebesar 1,78 juta ton dengan luas panen sekitar 214 ribu hektare. Selain dikenal sebagai penambah sensasi pedas di berbagai hidangan khas Indonesia, cabai rawit juga memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu meningkatkan metabolisme, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penyakit berkat kandungan vitamin C yang tinggi.

Selanjutnya, kubis menyusul dengan produksi mencapai 1,4 juta ton dan luas panen sebesar 63 ribu hektare. Sayuran ini kerap diolah menjadi salad, isian sandwich, maupun tumisan. Di balik itu, kubis menawarkan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga mendukung sistem pencernaan dan membantu mengontrol tekanan darah.

Di posisi keempat ada cabai keriting yang mencatat produksi sebanyak 1,29 juta ton, disusul kentang dengan capaian 1,24 juta ton. Selain dikenal sebagai sumber karbohidrat, kentang merupakan sayuran yang juga sering dijumpai dalam berbagai hidangan lokal maupun internasional.

Sementara itu, tomat berada di urutan berikutnya dengan 1,23 juta ton. Selain memberikan rasa segar dalam masakan, tomat juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kesehatan mata, serta mendukung sistem kekebalan tubuh dan pencernaan.

Urutan ketujuh ditempati oleh terung dengan total produksi sebesar 0,68 juta ton. Sayuran ini kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Jenis tanaman sayuran lainnya yang juga termasuk ke dalam daftar produksi terbanyak yakni sawi (0,65 juta ton), wortel (0,65 juta ton), dan bawang daun (0,61 juta ton).

Provinsi Penghasil Bawang Merah Tertinggi

10 Provinsi dengan Produksi Bawang Merah Terbanyak di Indonesia | GoodStats
Jawa Tengah Memimpin Produksi Bawang Merah pada Tahun 2025 | GoodStats

Berdasarkan data di atas, Jawa Tengah berada di urutan pertama sebagai Provinsi dengan jumlah produksi mencapai 0,58 juta ton, diikuti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dengan total produksi masing-masing sebesar 0,5 juta ton dan 0,32 juta ton. Tingginya jumlah produksi dari dua provinsi di pulau Jawa menunjukkan bahwa pulau tersebut mendominasi produksi bawang merah nasional.

Sementara itu, Sumatra Barat menempati peringkat keempat dengan total produksi sebanyak 0,23 juta ton, disusul Jawa Barat dengan capaian produksi sebesar 0,2 juta ton. Kemudian, Nusa Tenggara Barat bertengger di urutan keenam dengan 0,17 juta ton dan Sumatra Utara menyusul di urutan selanjutnya dengan 0,05 juta ton.

Bali dan DI Yogyakarta mengisi peringkat kedelapan dan kesembilan dengan produksi masing-masing sebanyak 0,04 juta ton dan 0,03 juta ton. Jambi menutup daftar pemeringkatan sepuluh besar dengan jumlah produksi di angka 0,02 juta ton.

Baca Juga: Indonesia Impor 935 Ribu Ton Sayuran pada 2024

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Simak Kualitas Pemerintahan Negara-Negara ASEAN 2025

Chandler menobatkan Indonesia sebagai negara dengan Good Government Index tertinggi ke-3 di ASEAN dengan skor 0,570 pada 2025.

Mayoritas Publik RI Setuju Pelarangan Penggunaan Media Sosial pada Anak

Survei IPSOS menunjukkan 87% publik Indonesia menyetujui pelarangan penggunaan media sosial pada anak di bawah 14 tahun.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook