Optimisme terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja Naik Akhir 2025

Skor IKLK naik menjadi 106,5 poin pada Desember 2025, menegaskan optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja yang terus terjaga.

Optimisme terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja Naik Akhir 2025 Ilustrasi Orang Bekerja | Mikhail Nilov/Pexels
Ukuran Fon:

Menutup tahun 2025, persepsi masyarakat terhadap kondisi ketersediaan lapangan kerja kian membaik. Setelah beberapa periode diisi dengan pesimisme dan ketidakpastian akibat perlambatan ekonomi global, disrupsi teknologi, dan maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, optimisme terhadap kondisi lapangan kerja kembali menguat, mencerminkan keyakinan bahwa peluang kerja di berbagai sektor semakin terbuka luas.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) pada Desember 2025 naik mencapai 106,5 poin, masuk ke dalam kategori optimis,

Adapun BI mengadakan survei bulanan terhadap 4.600 rumah tangga di 18 kota besar di Indonesia untuk menilai keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Salah satu yang diukur adalah IKLK, yang menilai persepsi konsumen terkait kondisi ketersediaan lapangan kerja.

IKLK mengukur persepsi konsumen mengenai kondisi ketersediaan lapangan kerja saat ini jika dibandingkan dengan kondisi 6 bulan lalu. Skor di atas 100 menggambarkan optimisme konsumen terkait kondisi ketersediaan lapangan kerja, sedangkan skor di bawah 100 menunjukan kondisi pesimis.

Perkembangan IKLK sepanjang 2025 | GoodStats
Perkembangan IKLK sepanjang 2025 | GoodStats

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah per Agustus 2025

IKLK cenderung fluktuatif sepanjang 2025. Pada awal tahun, indeks diawali dengan capaian positif sebesar 107,68, yang kemudian turun menjadi 106,15 pada bulan berikutnya, meski masih masuk dalam kelompok optimis. Penurunan terus berlanjut hingga bulan Maret menjadi 100,27 poin.

Pada April 2025, IKLK naik tipis menjadi 101,6, namun anjlok pada bulan berikutnya menjadi 95,7, menandakan awal pesimisme panjang yang berlanjut hingga September 2025 dengan skor 92.

Pada Oktober, IKLK akhirnya menguat menjadi 102,6, kembali masuk ke kategori optimis, dan terus membaik hingga akhir tahun.

Lulusan Pascasarjana dan Anak Muda Paling Optimis

Jika ditinjau menurut tingkat pendidikan, maka lulusan pascasarjana tercatat menjadi kelompok paling optimis, dengan IKLK mencapai 117,1. Lulusan sarjana menyusul di posisi kedua dengan indeks sebesar 117, diikuti lulusan akademisi/diploma dengan 112,8.

Lulusan SMA meraih IKLK terendah, meski masih masuk dalam kelompok optimis, yakni sebesar 101,2. Data ini menegaskan bagaimana optimisme terhadap kondisi ketersediaan lapangan kerja masih terus terjaga, bahkan menguat pada akhir tahun.

Adapun kelompok usia 20-30 tahun mencatatkan optimisme tertinggi, dengan IKLK mencapai 111, diikuti kelompok usia 31-40 tahun dengan 109, dan usia 41-50 tahun dengan 105,8.

Kelompok usia lansia (>60 tahun) meraih IKLK 99,2, berada tipis di bawah batas optimisme, sedangkan kelompok usia 51-60 tahun memperoleh skor terendah, hanya 96 poin pada Desember 2025.

Meningkatnya optimisme terhadap lapangan kerja tidak terlepas dari mulai membaiknya aktivitas ekonomi, berlanjutnya ekspansi dunia usaha, serta masuknya investasi yang mendorong penciptaan peluang kerja baru. Selain itu, transformasi digital dan pertumbuhan sektor-sektor baru juga memberikan harapan bagi generasi muda dan angkatan kerja untuk menemukan pekerjaan yang lebih beragam dan fleksibel.

Baca Juga: Simak Sektor Utama Pekerjaan Masyarakat Indonesia 2025

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_280626.aspx

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Serangan terhadap Jurnalis Didominasi Kekerasan Fisik pada 2025

Menurut catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), terdapat 30 kasus kekerasan fisik, 29 serangan digital, dan 20 kasus teror terhadap jurnalis sepanjang 2025.

10% Ruang Kelas SD Rusak Berat, Terbanyak di Sulawesi Barat

Sebanyak 21,35% ruang kelas di Sulawesi Barat mengalami kerusakan berat pada tahun ajaran 2024/2025, tertinggi di Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook