Dalam beberapa tahun terakhir, offline event kembali menarik perhatian publik dan semakin diminati. Beragam tema dihadirkan dalam berbagai acara tatap muka, mulai dari hiburan, edukasi, hingga komunitas. Tidak hanya itu, banyak event juga menghadirkan aktivitas interaktif bagi pengunjung, seperti permainan, photobooth, hingga pop-up booth yang membuat pengalaman menghadiri acara menjadi lebih menarik.
Selain menghadirkan berbagai aktivitas di lokasi acara, penyelenggara juga kerap mengadakan challenge atau kompetisi berhadiah yang dapat diikuti oleh pengunjung. Aktivitas ini biasanya dirancang untuk mendorong partisipasi peserta sekaligus meningkatkan visibilitas acara melalui unggahan di media sosial, sehingga interaksi dan awareness terhadap event semakin luas.
Kehadiran berbagai offline event tersebut umumnya mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tertarik menghadiri acara karena berbagai alasan, seperti kesempatan untuk memperluas jaringan, lokasi acara yang strategis, hingga daya tarik pembicara atau pengisi acara yang dikenal luas oleh publik.
Tren menghadiri offline event juga dimuat dalam laporan yang dirilis oleh Populix pada Februari 2026 dengan tajuk Winning the Professional Audience: Event Preferences and Attendance Insights yang dilakukan pada 21-26 Agustus 2025 dengan melibatkan 864 responden dari berbagai pulau di Indonesia.
Baca Juga: Jenis Event Offline yang Paling Banyak Dihadiri Publik RI, Kuliner Jadi Juara!
Tipe Offline Event yang Paling Sering Dihadiri
Tipe offline event yang paling sering dikunjungi adalah festival dengan persentase 61%. Tipe acara seperti ini umumnya dilengkapi dengan tenant makanan, pertunjukan seni, dan beragam aktivitas interaktif yang membuat suasana meriah.
Tipe acara konser musik menyusul di urutan kedua dengan 42%. Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia memang semakin sering menjadi lokasi penyelenggaraan konser musik, baik yang menghadirkan musisi lokal maupun internasional.
Selanjutnya, acara workshop atau training mengisi peringkat ketiga dengan persentase 40%. Jenis acara ini umumnya diminati karena menawarkan berbagai materi yang dapat meningkatkan value peserta melalui pembekalan keterampilan dan wawasan baru.
Di urutan keempat, sebanyak 39% responden menghadiri pertandingan olahraga. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas fisik semakin tidak bisa terpisahkan dari gaya hidup masyarakat. Acara komunitas menyusul di peringkat kelima dengan 37%. Komunitas yang dimaksud dalam konteks ini berbasis hobi atau profesional.
Tak ketinggalan, acara pameran dengan bertemakan seni, kecantikan, teknologi, otomotif, dan lainnya dihadiri oleh 35% responden.
Tipe offline event lainnya yang juga termasuk ke dalam daftar, antara lain konferensi profesional/seminar (20%), acara kantor internal (19%), dan acara kantor eksternal/representasi perusahaan (14%).
Apabila ditinjau dari frekuensi kedatangan, sebanyak 40% responden dari total keseluruhan pernah menghadiri offline event sebanyak 1-2 kali dalam setahun. Kemudian, 33% responden menghadiri acara dengan frekuensi 2-3 kali.
Sisanya, sebanyak 14% responden pernah hadir 4-5 kali acara offline dan 12% responden lainnya lebih rajin lagi dengan frekuensi kehadiran lebih dari 5 kali.
Baca Juga: Cuaca Jadi Kendala Utama Saat Nonton Konser
Sumber:
https://info.populix.co/data-hub/reports/winning-the-professional-audience-event-preferences-and-attendance-insights
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor