Forbes Kembali memperbarui peringkat orang terkaya di berbagai negara secara real time, termasuk Indonesia. Nama Prajogo Pangestu menempati peringkat teratas dengan kekayaan mencapai US$24,8 miliar atau sekitar Rp418,9 triliun.
Pemeringkatan forbes diperbarui secara berkelanjutan dengan melihat nilai kekayaan bersih secara berkala mengikuti perubahan pasar. Perhitungan kekayaan dilakukan dengan memantau pergerakan harga saham, nilai perusahaan, serta dinamika pasar yang mempengaruhi nilai aset para miliarder.
Nilai kepemilikan saham di perusahaan publik diperbarui setiap 5 menit selama pasar saham terkait dibuka dengan memberikan jeda sekitar 15 menit untuk pembaruan harga saham. Sementara itu, bagi individu yang sebagian besar kekayaannya berasal dari perusahaan swasta, estimasi kekayaan bersih diperbarui dalam sehari.
Berdasarkan data Forbes per 5 Maret 2026, kekayaan para miliarder ini berasal dari berbagai sektor industri strategis, mulai dari sektor energi hingga perbankan. Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan estimasi kekayaan terbaru dari Forbes.
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia 2026
Baca Juga: 10 Selebritas Terkaya di Dunia 2025, Ada Michael Jordan Hingga Taylor Swift!
Prajogo Pangestu menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sekitar US$24,8 miliar atau setara Rp418,9 triliun. Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Barito Group ini mengembangkan bisnisnya di sektor energi dan petrokimia melalui perusahaan seperti Barito Pacific. Berkat pertumbuhan bisnisnya, Prajogo juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia dengan peringkat sekitar ke-80 menurut daftar miliarder global Forbes.
Di bawahnya, pengusaha batu bara Low Tuck Kwong menempati posisi kedua dengan total kekayaan sekitar US$19,5 miliar atau setara Rp329,4 triliun. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik utama Bayan Resources, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Bisnis batu bara yang terus berkembang menjadikan Low Tuck Kwong sebagai salah satu pengusaha energi paling berpengaruh di Indonesia.
Berikutnya, Robert Budi Hartono menempati peringkat ketiga yang memiliki kekayaan sekitar US$19,2 miliar atau setara Rp324,3 triliun. Ia merupakan pendiri perusahaan rokok Djarum yang kemudian berkembang menjadi konglomerasi besar di berbagai sektor. Selain industri tembakau, keluarga Hartono juga dikenal memiliki bisnis besar di sektor perbankan melalui kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA).
Saudara Robert, yaitu Michael Hartono, juga masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sekitar 18,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp210,8 triliun. Bersama Robert Budi Hartono, ia mengembangkan bisnis keluarga Djarum yang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Selain itu, keduanya juga memiliki berbagai investasi di sektor perbankan, teknologi, dan properti yang turut memperkuat posisi mereka sebagai konglomerat besar di Tanah Air.
Di posisi kelima terdapat pengusaha Anthoni Salim dengan total kekayaan sekitar US$12,3 miliar atau setara Rp207,8 triliun. Ia dikenal sebagai pemimpin Salim Group, konglomerasi bisnis yang memiliki berbagai lini usaha mulai dari makanan dan ritel hingga infrastruktur dan telekomunikasi. Sementara itu, di posisi keenam terdapat Tahir bersama keluarganya dengan kekayaan sekitar US$10,2 miliar atau setara Rp172,3 triliun. Pendiri Mayapada Group ini memiliki portofolio bisnis yang terdiversifikasi, terutama di sektor perbankan, properti, dan layanan kesehatan.
Berikutnya, pengusaha teknologi Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh dengan kekayaan sekitar US$8,6 miliar atau setara Rp145,2 triliun, yang berasal dari bisnis pusat data melalui perusahaan DCI Indonesia. Di posisi kedelapan terdapat pengusaha petrokimia Sri Prakash Lohia dengan kekayaan sekitar US$8,3 miliar atau setara Rp140,2 triliun melalui perusahaan Indorama Corporation. Sementara itu, Marina Budiman berada di posisi kesembilan dengan kekayaan sekitar US$6,2 miliar atau setara Rp104,7 triliun, juga dari bisnis pusat data. Posisi kesepuluh ditempati oleh Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan total kekayaan sekitar US$5,8 miliar atau setara Rp97,9 triliun, yang berasal dari bisnis minyak sawit dan pertambangan nikel melalui Harita Group.
Tambang dan Energi mendominasi sumber kekayaan
Berdasarkan dari sektor bisnisnya, industri berbasis sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama kekayaan para konglomerat Indonesia. Sektor seperti pertambangan dan batu bara, energi dan petrokimia, perkebunan, dan perbankan masih mendominasi.
Dominasi sektor sumber daya alam menunjukkan bahwa industri berbasis komoditas masih memiliki peran penting dalam membentuk kekayaan para pengusaha besar di Indonesia.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor ekonomi digital mulai menunjukkan pengaruhnya. Pengusaha teknologi seperti Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman memperoleh kekayaan dari bisnis pusat data melalui perusahaan DCI Indonesia, yang berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.
Baca Juga: 10 Klub Sepak Bola Amerika Terkaya 2026 Versi Forbes
Sumber:
https://www.forbes.com/lists/indonesia-billionaires/
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Muhammad Sholeh