Pemerintah menyiapkan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, meningkat 3,9% dibandingkan outlook tahun sebelumnya.
Berdasarkan rancangan anggaran tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menempati posisi pertama sebagai kementerian/lembaga (K/L) dengan alokasi anggaran terbesar, mencapai Rp240,2 triliun.
Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang memperoleh Rp189 triliun dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebesar Rp139,2 triliun.
Besarnya alokasi anggaran sejumlah K/L tersebut sejalan dengan desain RAPBN 2027 yang diarahkan untuk mendukung agenda prioritas nasional.
"Kebijakan belanja pemerintah pusat ini difokuskan untuk mendukung pencapaian target PKPN tahun 2027, kemudian untuk optimalisasi belanja untuk mendukung kebijakan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik dan SDM, serta menjaga daya beli masyarakat," ucap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (14/8/2026).
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun, atau tumbuh sekitar 6,8% dibandingkan outlook 2026.
Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran RAPBN 2027 dirancang sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dari sisi penerimaan, pemerintah memproyeksikan penerimaan perpajakan mencapai Rp2.908 triliun.
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan sebesar Rp517,4 triliun dan penerimaan hibah sekitar Rp700 miliar.
Adapun belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp3.362,2 triliun serta transfer ke daerah Rp735 triliun.
Baca Juga: MBG Dapat Rp335 T dari RAPBN 2026, Siapa yang Paling Diuntungkan?
10 K/L dengan Anggaran Terbesar di RAPBN 2027
Dalam komposisi belanja pemerintah pusat, berikut daftar 10 kementerian dan lembaga dengan alokasi anggaran terbesar dalam RAPBN 2027.
Jika digabungkan, total anggaran yang dialokasikan kepada 10 kementerian dan lembaga tersebut mencapai sekitar Rp1.133,58 triliun.
Besarnya anggaran BGN membuat lembaga tersebut berada cukup jauh di atas kementerian dan lembaga lainnya. Hal ini menjadi bentuk besarnya perhatian pemerintah terhadap program tersebut.
Sementara itu, sektor pertahanan dan keamanan juga memperoleh porsi besar melalui Kementerian Pertahanan dan Polri.
Di sisi lain, anggaran jumbo turut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur melalui Kementerian PU serta pelayanan kesehatan melalui Kementerian Kesehatan.
RAPBN 2027 Fokus pada Delapan Program Prioritas
Pemerintah menetapkan delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sebagai fokus RAPBN 2027. Delapan agenda tersebut meliputi:
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
- Ekonomi kerakyatan dan desa
- Penurunan kemiskinan
Belanja pemerintah pusat diarahkan untuk mendukung pencapaian target dalam berbagai program tersebut.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan sumber daya manusia, pembangunan sarana dan prasarana, serta menjaga daya beli masyarakat.
Dengan total belanja lebih dari Rp4.000 triliun, RAPBN 2027 memperlihatkan strategi pemerintah untuk tetap menggunakan instrumen fiskal sebagai salah satu mesin penggerak perekonomian.
RAPBN 2027 sendiri masih berstatus rancangan dan akan melalui proses pembahasan bersama DPR sebelum nantinya ditetapkan menjadi APBN 2027.
Baca Juga: Target Pendapatan Negara RAPBN 2027 Capai Rp3.426 Triliun
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=KDe11q8KQoM