Penetapan awal Ramadan di berbagai negara umumnya dilakukan setelah terlihatnya hilal, yakni bulan sabit tipis yang muncul sekitar 12 jam setelah fase bulan baru. Pengamatan hilal ini menjadi penanda dimulainya bulan baru dalam kalender hijriah.
Karena menggunakan kalender hijriah yang berbasis peredaran bulan, awal Ramadan tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama dalam kalender masehi. Setiap tahun, posisinya bergeser lebih awal sekitar 10–12 hari. Hal ini terjadi karena kalender hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender masehi. Dengan perbedaan tersebut, Ramadan diperkirakan akan terjadi dua kali dalam tahun 2030, pertama pada awal Januari dan kembali pada akhir Desember, sebagaimana pernah dilaporkan Al Jazeera.
Setelah hilal dinyatakan terlihat dan Ramadan resmi dimulai, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, merokok, serta hubungan suami istri sejak waktu Subuh hingga terbenam matahari atau masuk waktu Magrib.
Secara umum, durasi berpuasa berkisar antara 12-15 jam, tergantung lokasinya. Bagi populasi yang tinggal di belahan bumi bagian utara, waktu berpuasa cenderung lebih singkat, yakni sekitar 12-13 jam pada hari pertama Ramadan 2026. Durasi tersebut diperkirakan akan terus memendek hingga tahun 2031, ketika Ramadan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin.
Sebaliknya, bagi populasi yang berada di selatan khatulistiwa bumi, durasi berpuasa akan terasa lebih panjang, sekitar 14-15 jam. Hal ini dipengaruhi oleh posisi musim panas yang membuat waktu siang lebih lama.
Baca Juga: Pengguna Internet RI Tembus 229 Juta, Dorong Tren Ibadah Digital Ramadan 2026
Negara dengan Waktu Puasa Terlama
Pada hari pertama Ramadan, Selandia Baru menjadi negara dengan waktu berpuasa terlama di dunia, mencapai 15 jam 22 menit, diikuti Cili yang memiliki durasi puasa selama 15 jam 13 menit.
Peringkat ketiga diisi oleh Australia dengan durasi puasa yang mencapai 14 jam 48 menit. Lalu, Uruguai dan Argentina bertengger di peringkat selanjutnya dengan durasi berpuasa masing-masing selama 14 jam 42 menit.
Bergeser ke posisi keenam, Afrika Selatan memiliki durasi puasa selama 14 jam 13 menit. Dengan durasi yang hanya berbeda satu menit dari Afrika Selatan, Paraguai menduduki peringkat ketujuh dengan 14 jam 12 menit.
Di posisi kedelapan ada Zimbabwe dengan lama berpuasa selama 13 jam 53 menit, disusul oleh Brasil dengan 13 jam 47 menit dan Angola dengan 13 jam 38 menit.
Sementara itu, Indonesia menutup daftar dengan durasi puasa selama 13 jam 28 menit, menjadikannya satu-satunya negara Asia dalam peringkat negara dengan waktu puasa terlama.
Sebagai catatan, durasi-durasi ini dihitung berdasarkan data waktu puasa di ibu kota masing-masing negara dan disesuaikan menggunakan kalender Muslim World League, sehingga memberikan gambaran perbandingan durasi berpuasa di seluruh dunia.
Baca Juga: 56% Publik RI Habiskan Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga saat Ramadan 2026
Sumber:
https://www.islamicfinder.org/world/
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor