Indonesia Jadi Negara Ke-2 Paling Rentan Terkena Penipuan di Dunia

Pakistan menjadi negara dengan risiko penipuan tertinggi (7,84 poin), disusul Indonesia (6,53 poin), dan Nigeria (6,43 poin) menurut Global Fraud Index 2025.

Indonesia Jadi Negara Ke-2 Paling Rentan Terkena Penipuan di Dunia Ilustrasi Penipuan | Markus Winkler/Pexles
Ukuran Fon:

Di tengah percepatan digitalisasi, praktik kejahatan ikut bergeser ke ranah siber, salah satunya melalui modus penipuan. Praktik penipuan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, sekaligus merugikan korban melalui pencurian data pribadi untuk aktivitas ilegal.

Suatu negara perlu memiliki sistem keamanan digital yang memadai serta didukung oleh kesadaran dan mitigasi dari masyarakat untuk memerangi penipuan. Selain itu, stabilitas ekonomi negara turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat penipuan melalui terciptanya lingkungan finansial yang sehat.

Global Fraud Index merilis laporan mengenai negara dengan tingkat risiko penipuan tertinggi pada 2025. Laporan ini diterbitkan oleh perusahaan verifikasi global Sumsub berdasarkan analisis terhadap 112 negara dengan 4 indikator penilaian, yakni aktivitas penipuan di negara tersebut, aksesibilitas sumber daya untuk pencegahan, intervensi pemerintah, serta kesehatan ekonomi negara.

Hasilnya, Global Fraud Index mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan risiko penipuan tertinggi di dunia pada 2025.

7 Negara dengan Risiko Penipuan Tertinggi di Dunia | GoodStats
7 Negara dengan Risiko Penipuan Tertinggi di Dunia | GoodStats

Baca Juga: 26% Publik RI Jadi Korban Penipuan Online 2025

Indonesia tercatat menjadi negara kedua yang paling rentan terhadap penipuan dengan skor 6,53. Berdasarkan indikator penilaian Global Fraud Index, skor tersebut menunjukkan masih tingginya aktivitas penipuan di Indonesia (4,93 poin), ditambah lemahnya intervensi dari pemerintah (0,57 poin), dan belum memadainya pelayanan keamanan digital bagi masyarakat (1,73 poin).

Tidak hanya itu, kondisi ekonomi negara yang tidak stabil (0,46 poin), dinilai memengaruhi tingkat modus penipuan di Indonesia.

Global Fraud Index mencatat rata-rata risiko penipuan global berada di skor 2,79 pada 2025. Dengan skor 6,53 poin, Indonesia masih berada pada tingkat risiko yang tinggi, sehingga upaya penguatan sistem keamanan dan literasi digital masyarakat menjadi penting.

Sementara itu, posisi pertama negara dengan risiko penipuan tertinggi ditempati oleh Pakistan dengan skor mencapai 7,84 poin. Pakistan juga tercatat sebagai negara dengan tingkat aktivitas penipuan tertinggi, yakni mencapai 5,0 poin.

Nigeria menempati urutan ketiga dengan skor sebesar 6,43 poin, disusul India (6,16 poin), Tanzania (5,49), dan Uganda (5,38 poin). Banglades menutup daftar tujuh besar negara dengan risiko penipuan tertinggi dengan skor 5,34 poin.

Adapun negara dengan risiko penipuan paling rendah adalah Luksemburg (0,8 poin), dilanjut Denmark (0,88 poin) dan Finlandia (1,03 poin).

Strategi Pemerintah Atasi Penipuan

Maraknya penipuan di Indonesia melalui pesan WhatsApp/SMS, tautan palsu, hingga telepon palsu mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkrit. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan penguatan sistem verifikasi menjadi salah satu cara untuk melindungi masyarakat dari maraknya penipuan.

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemkomdigi, Teguh Arifiyadi, menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan konsolidasi upaya pencegahan dari berbagai sektor sebagai strategi perlindungan masyarakat dari penipuan.

“Misalnya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) punya IASC (Indonesia Anti-Scam Centre), Kemkomdigi punya beberapa layanan untuk pencegahan, kemudian Polri, kemudian swasta yang memberikan layanan-layanan untuk pencegahan,” ungkap Teguh pada Kamis (12/2/2026) dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pesan Penipuan Makin Marak, Simak dan Kenali Modusnya!

Sumber:

https://sumsub.com/global-fraud-index-2025/

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Magang Tak Lagi Jadi Jaminan Cepat Kerja

Menurut survei CELIOS, hanya 5,49% lulusan dengan pengalaman magang yang langsung terserap ke dunia kerja.

Indonesia Punya 404 Ribu Rumah Ibadah pada 2024

Indonesia memiliki 404.531 rumah ibadah pada 2024, dengan rumah ibadah agama Islam terbanyak yaitu 307.729 masjid.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook