Guru memegang peran sentral dalam dunia pendidikan sebagai agen pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus penentu arah kualitas generasi bangsa di masa depan. Keberadaan mereka bukan hanya memengaruhi proses mengajar di ruang kelas, tetapi juga pembentukan karakter, budaya literasi, hingga fondasi kompetensi bagi para peserta didik. Untuk itu, dinamika jumlah guru dari tahun ke tahun menjadi salah satu indikator penting yang menggambarkan bagaimana negara mengelola ekosistem pendidikan nasional.
Memasuki beberapa tahun terakhir, perkembangan jumlah guru menunjukkan pola yang menarik dan patut dicermati lebih jauh. Data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperlihatkan bahwa jumlah guru terus mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2021/2022, jumlah guru tercatat 3,30 juta orang pada semester ganjil dan naik menjadi 3,31 juta pada semester genap. Tren peningkatan berlanjut pada tahun 2022/2023, dengan 3,34 juta guru di semester ganjil sebelum sedikit menurun menjadi 3,33 juta pada semester genap.
Pada tahun 2023/2024, jumlahnya kembali meningkat signifikan menjadi 3,37 juta guru pada semester ganjil dan 3,39 juta pada semester genap. Kenaikan serupa terlihat pada tahun 2024/2025 dengan 3,45 juta guru pada semester ganjil, meski kembali turun tipis ke 3,44 juta guru pada semester genap. Terbaru, untuk tahun 2025/2026 semester ganjil, jumlah guru mencapai 3,47 juta orang.
Secara keseluruhan, jumlah guru nasional terus meningkat, meski tetap diselingi fluktuasi kecil pada beberapa semester. Peningkatan dari tahun ke tahun mengindikasikan adanya upaya penguatan tenaga pendidik oleh pemerintah maupun kebutuhan yang terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah peserta didik.
Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto menekankan pentingnya peran guru dalam menyiapkan siswa melalui pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menggembirakan, Rachmadi menilai siswa kini sangat aktif mengikuti isu dan informasi cepat, sehingga guru harus mendampingi mereka.
“Guru harus memanfaatkan sumber belajar yang anak-anak juga bisa akses," ujar Rachmadi mengutip RRI, Kamis (20/11/2025).
Dalam kerangka penguatan mutu pendidikan nasional, kementerian kembali menegaskan arah kebijakan yang ingin dicapai.
“Harapan Pak Mendikdasmen yaitu pendidikan bermutu. Untuk semua dengan akses dan kesempatan yang berkualitas," sambungnya.
Baca Juga: Benarkah Distribusi Guru Belum Merata di Indonesia?
Sumber:
https://dapo.kemendikdasmen.go.id/guru
Penulis: Prayogi Hadi Santoso
Editor: Editor