Gempuran arus informasi mengenai beragam destinasi wisata melalui unggahan di media sosial kini turut memengaruhi cara seseorang merencanakan perjalanan liburan. Berbagai konten rekomendasi tempat yang menarik dan ulasan pengalaman membuat publik semakin mudah untuk menentukan destinasi yang ingin dikunjungi.
Perencanaan perjalanan menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi kepuasan saat berlibur. Sebagian orang cenderung memaksimalkan waktu liburan dengan mengunjungi banyak destinasi sekaligus agar momen tersebut terasa lebih padat dan berkesan. Namun, ada pula yang memilih menikmati perjalanan dengan lebih santai, tidak mengunjungi banyak tempat agar merasakan pengalaman yang lebih mendalam.
Perbedaan cara pandang dalam menentukan destinasi perjalanan juga kerap dipengaruhi oleh latar belakang generasi. Laporan bertajuk Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi yang dirilis oleh Jenius memberikan gambaran terkait preferensi lintas generasi. Studi tersebut menggunakan metode survei dan wawancara mendalam kepada 300 responden dengan profesi beragam. Adapun, waktu penelitian dilakukan dari November 2025 hingga Januari 2026.
Dari segi profil responden, Gen X yang terlibat dalam studi sebanyak 35%, Gen Y sebesar 37%, dan Gen Z hanya 28%.
Baca Juga: TikTok Jadi Panduan Liburan ala Milenial dan Gen Z Indonesia
Gen X
Gen X cenderung memilih destinasi yang belum pernah mereka kunjungi dengan persentase sebesar 25%. Selanjutnya, 23% responden juga mengutamakan fasilitas yang nyaman. Dengan fasilitas yang nyaman, rasa khawatir terhadap pengalaman yang kurang menyenangkan dapat diminimalisir.
Preferensi lainnya yang termasuk ke dalam daftar, antara lain sesuai budget (23%), tempat hits (8%), promo (8%), dan lainnya (13%).
Gen Y
Kelompok yang lahir pada rentang 1981-1996 ini juga mengutamakan destinasi yang belum pernah dikunjungi. Sementara, fasilitas yang nyaman dan promo menjadi prioritas di urutan selanjutnya dengan persentase masing-masing sebesar 21%.
Kemudian, memilih destinasi dengan budget yang sesuai di kantong juga menjadi pertimbangan bagi 19% responden. Menariknya, hanya generasi ini yang mempertimbangkan aspek eksklusif dan privat ketika menentukan destinasi berlibur.
Gen Z
Sama seperti dua generasi sebelumnya, kelompok yang lahir di rentang tahun 1997-2012 ini juga memprioritaskan destinasi yang belum pernah dikunjungi ketika memilih tempat berlibur, besarannya mencapai 40%.
Sementara, fasilitas nyaman menjadi prioritas selanjutnya dengan 15%, diikuti dengan destinasi yang sesuai budget dan tempat hits, masing-masing sebesar 13%.
Menariknya, hanya generasi ini yang mempertimbangkan destinasi eco-friendly travel dengan perolehan 8%. Eco-friendly travel sendiri merupakan konsep bepergian dengan memperhatikan pengaruh dari aktivitas atau perilaku yang dapat memperparah kerusakan lingkungan. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda semakin melek dengan isu kelestarian alam dan keleseimbangan ekosistem.
Apabila ditinjau dari pilihan tempat berlibur favorit yang paling dominan, sebanyak 40% Gen X lebih memilih destinasi liburan dalam negeri, sama seperti Gen Y dengan perolehan 40%.
Hal ini berbeda dengan Gen Z yang cenderung memilih untuk bepergian ke luar negeri dengan 40%. Kondisi ini menunjukkan bahwa Gen Z memiliki ketertarikan yang besar untuk menjelajahi destinasi-destinasi di luar negeri.
Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Stres Orang Indonesia Saat Liburan di 2025
Sumber:
https://www.jenius.com/article/detail/jenius-study-2026-traveling#:~:text=Melalui%20Jenius%20Study%202026%3A%20Perilaku%20Traveling%20Lintas%20Generasi,Y%2C%20dan%20Gen%20Z%20merancang%20perjalanan%20traveling%20mereka.
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor