Pada 2025, industri perbankan Indonesia mencatat total aset Rp13.646,41 triliun pada kuartal IV, meningkat 9,51% secara tahunan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit dan penghimpunan dana masyarakat, sekaligus menegaskan dominasi bank-bank besar dalam daftar bank dengan aset terbesar 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan masih menjadi pilar utama dalam sistem keuangan nasional. Bank-bank besar tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat layanan digital untuk menjangkau lebih banyak nasabah di berbagai segmen.
Peningkatan aset bank, baik konvensional maupun syariah, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor utama meliputi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), ekspansi kredit/pembiayaan, kualitas manajemen risiko (NPL/NPF), permodalan (CAR), efisiensi operasional (BOPO), serta pertumbuhan ekonomi makro seperti PDB dan suku bunga.
Top 10 Bank dengan Jumlah Aset Terbesar 2025
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia dari OJK, berikut adalah daftar bank dengan aset terbesar 2025 di Indonesia beserta pertumbuhan asetnya secara tahunan (YoY):
Baca Juga: 39,1% Masyarakat Indonesia Pilih Menabung di Bank Karena Aman
1. Bank Mandiri (BMRI)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih mempertahankan posisi teratas sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia pada 2025. Total asetnya mencapai sekitar Rp2.829,94 triliun, tumbuh 16,59% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp2.427,22 triliun pada 2024.
Kinerja ini didorong oleh ekspansi kredit yang solid serta peningkatan dana pihak ketiga yang mencapai Rp2.105,76 triliun pada akhir tahun. Selain itu, bank berkode emiten BMRI ini juga membukukan laba bersih sebesar Rp61,34 triliun.
2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menempati posisi kedua dengan total aset sebesar Rp2.135,37 triliun, meningkat 7,19% YoY dari Rp1.992,18 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ini didukung oleh konsistensi BRI dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM sebagai core business. Sepanjang 2025, penyaluran kredit mencapai Rp1.460,72 triliun atau tumbuh 12,51% YoY. BBRI juga mencatat laba bersih sebesar Rp57,13 triliun.
3. Bank Central Asia (BBCA)
BCA mencatat total aset sebesar Rp1.587,82 triliun dengan pertumbuhan 9,49% YoY. Stabilnya pertumbuhan ini ditopang oleh kekuatan dana murah (CASA) serta inovasi layanan digital yang terus berkembang.
Total kredit yang disalurkan mencapai Rp979,69 triliun, meningkat 7,54% dibandingkan Rp911,10 triliun pada tahun sebelumnya. Pada 2025, BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp57,56 triliun, naik 4,94% YoY.
4. Bank Negara Indonesia (BBNI)
BNI berada di posisi keempat dengan total aset Rp1.362,05 triliun. Bank ini mencatat pertumbuhan aset tertinggi di antara bank besar lainnya, yakni sebesar 20,52% YoY, mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp899,53 triliun yang meningkat 15,94% YoY. Meski demikian, laba bersih BNI tercatat Rp20,11 triliun, turun 7,19% dibandingkan tahun sebelumnya.
5. Bank Tabungan Negara (BBTN)
BTN mencatat total aset sebesar Rp527,79 triliun atau tumbuh 12,39% YoY. Kinerja ini didukung oleh tingginya permintaan pembiayaan di sektor perumahan.
Penyaluran kredit meningkat 10,07% menjadi Rp345,70 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih BBTN juga tumbuh 16,42% menjadi Rp3,50 triliun.
6. Bank Syariah Indonesia (BRIS)
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI mencatat total aset sebesar Rp456,19 triliun dengan pertumbuhan 11,64% YoY. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Pertumbuhan aset ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 26,16% YoY menjadi Rp147,76 triliun. Sepanjang 2025, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,56 triliun, naik 8,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
7. CIMB Niaga (BNGA)
CIMB Niaga berada di posisi ketujuh dengan total aset sekitar Rp372,69 triliun. Namun, pertumbuhan asetnya relatif lebih rendah, yakni 3,46% YoY dibandingkan bank lain dalam daftar ini.
Laba bersih konsolidasi tercatat Rp6,93 triliun, naik tipis 0,53% dari Rp6,89 triliun pada 2024.
8. OCBC NISP (NISP)
OCBC NISP membukukan total aset sebesar Rp308,14 triliun dengan pertumbuhan 9,66% YoY. Bank ini terus memperkuat lini bisnis wealth management dan menyasar segmen nasabah menengah ke atas.
Laba bersih meningkat 3,92% menjadi Rp5,05 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp167,21 triliun atau tumbuh 2,03% YoY.
9. Bank Danamon (BDMN)
Bank Danamon mencatat total aset sebesar Rp275,71 triliun dengan pertumbuhan 11,19% YoY. Kinerja ini turut didukung oleh integrasi dengan grup regional yang memperkuat ekspansi bisnis.
Penyaluran kredit tumbuh 10,21% menjadi Rp159,28 triliun dari Rp144,53 triliun pada tahun sebelumnya.
10. Permata Bank (BNLI)
Bank Permata menutup daftar dengan total aset sebesar Rp268,34 triliun. Pertumbuhan asetnya tercatat 3,58% YoY, relatif lebih moderat dibandingkan bank lainnya.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,58 triliun, meningkat tipis 0,59% dibandingkan Rp3,56 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Perubahan Perilaku Menabung Publik RI 1 Tahun Terakhir
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira