Nasional

Harga Pertamax Resmi Turun Per 1 Agustus! Simak Daftar Lengkapnya

Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax per 1 Agustus 2026. Cek harga terbaru seluruh BBM non-subsidi dan subsidi di sini.

Harga Pertamax Resmi Turun Per 1 Agustus! Simak Daftar Lengkapnya

Ilustrasi SPBU | Connor Forsyth/Pexels

Kabar baik bagi para pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. Memasuki bulan baru, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian berkala terhadap harga BBM Pertamina terbaru. Per 1 Agustus 2026 kemarin, harga BBM Pertamax turun bersama beberapa varian BBM non-subsidi lainnya.

Langkah penyesuaian update harga BBM ini mengacu pada imbauan pemerintah terkait formula harga dasar jual eceran bahan bakar minyak umum di SPBU. Meskipun dinamika pasar energi global terus bergerak terutama saat harga BBM terus naik di kawasan ASEAN penyesuaian kali ini memberikan angin segar bagi masyarakat pengguna BBM non-subsidi di Tanah Air.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Bagaimana Perbandingan Harga BBM Indonesia dan Negara Lain?

Perubahan Harga BBM Non-Subsidi 1 Agustus 2026

Dalam perubahan harga BBM Pertamina kali ini, penurunan paling signifikan terjadi pada lini bensin non-subsidi beroktan tinggi. Jenis BBM Pertamax mengalami penurunan harga sebesar Rp300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 turun Rp400 per liter, dan penurunan terbesar tercatat pada Pertamax Turbo yang memangkas harga hingga Rp1.000 per liter.

Adapun untuk varian diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex tercatat tidak mengalami perubahan harga pada periode ini. Berikut adalah daftar harga BBM non-subsidi Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya per 1 Agustus 2026:

Daftar Harga BBM per 1 Agustus 2026 | Goodstats
Daftar Harga BBM per 1 Agustus 2026 | Goodstats

Penurunan harga Pertamax terbaru dan BBM non-subsidi ini disambut positif oleh pengguna kendaraan pribadi, terlebih di tengah situasi ekonomi saat sebagian publik RI merasa terbebani imbas kenaikan BBM pada periode-periode sebelumnya.

Bagaimana dengan Harga BBM Subsidi?

Di tengah tren penurunan harga BBM non-subsidi, Pertamina memastikan bahwa harga BBM subsidi dan penugasan berada di posisi tetap alias tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.

Pemerintah terus berkomitmen menjaga subsidi BBM agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Rincian harga BBM jenis subsidi dan penugasan per 1 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (Tetap, tidak ada kenaikan)
  • Bio Solar (CN 48): Rp6.800 per liter (Tetap, tidak ada kenaikan)

Keputusan mempertahankan harga Pertalite dan Bio Solar ini penting untuk mengendalikan tingkat inflasi dan sektor logistik. Jika ditinjau secara regional, perbandingan harga BBM Indonesia dan negara lain menunjukkan bahwa BBM subsidi di Indonesia masih tergolong paling terjangkau di Asia Tenggara.

Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia

Besaran penyesuaian harga Pertamax turun 1 Agustus dapat bervariasi di tiap wilayah dipengaruhi oleh tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) setempat:

  1. Jawa, Bali, Nusa Tenggara (DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, NTT): Pertamax Rp15.950/liter, Pertamax Green 95 Rp16.600/liter, dan Pertamax Turbo Rp18.300/liter.
  2. Sumatra & Kepulauan: Untuk area Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.300/liter. Sedangkan untuk Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau dipatok Rp16.650/liter.
  3. Kalimantan & Sulawesi: Wilayah Kalimantan Barat, Kalteng, Kaltim, serta seluruh kawasan Sulawesi mematok harga Pertamax sebesar Rp16.300/liter. Sementara Kalsel dan Kaltara berada di angka Rp16.650/liter.
  4. Maluku & Papua: Di wilayah Maluku, Maluku Utara, hingga seluruh provinsi di pulau Papua, harga BBM Pertamina jenis Pertamax dijual seragam di harga Rp16.300 per liter.

Pengendara disarankan untuk mengecek pembaruan harga BBM Agustus 2026 secara berkala melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina sebelum melakukan pengisian.

Baca Juga: 67% Publik RI Merasa Terbebani Imbas Kenaikan BBM

Sumber:

MyPertamina

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?