Harga Pertamax Naik, Bagaimana Perbandingan Harga BBM Indonesia dan Negara Lain?

Harga Pertamax naik per Juni 2026. Namun, apakah Indonesia masih termasuk negara dengan harga BBM yang relatif murah? Simak perbandingannya dengan negara lain.

Harga Pertamax Naik, Bagaimana Perbandingan Harga BBM Indonesia dan Negara Lain? Ilustrasi Pengisian BBM | Unsplash
Ukuran Fon:

Harga Pertamax dan sejumlah BBM non-subsidi resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026. Penyesuaian harga ini dilakukan di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasok energi global. Kondisi tersebut membuat harga BBM internasional, khususnya bahan bakar setara RON 92, melonjak hingga berada di kisaran Rp16.000-an per liter yang sebelumnya Rp12.000-an per liter.

Kenaikan ini memunculkan pertanyaan di masyarakat mengenai bagaimana posisi harga BBM Indonesia dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Meski mengalami penyesuaian, harga BBM Indonesia ternyata masih tergolong lebih rendah dibanding sejumlah negara tetangga.

Baca Juga: 67% Publik RI Merasa Terbebani Imbas Kenaikan BBM

Mengapa Harga Pertamax Naik pada Juni 2026?

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green pada Juni 2026 tidak terlepas dari perkembangan harga minyak mentah dunia yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah membuat pasar energi global menghadapi ketidakpastian, sehingga harga minyak dan produk turunannya mengalami kenaikan.

Vice President Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa harga BBM dengan spesifikasi setara RON 92 di pasar internasional saat ini telah mencapai sekitar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayar konsumen Indonesia sebelum penyesuaian dilakukan.

Menurutnya, perusahaan sebenarnya telah menahan kenaikan harga BBM non-subsidi sejak Maret 2026 meskipun sejumlah negara lain sudah lebih dulu menyesuaikan harga bahan bakar mereka mengikuti perkembangan pasar global.

Namun, apabila kenaikan harga terus ditahan, kemampuan perusahaan dalam mengimpor BBM sesuai kebutuhan nasional dapat terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan stok energi nasional. Oleh karena itu, penyesuaian harga dinilai perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan ketahanan energi nasional.

Selain faktor harga minyak mentah, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut meningkatkan biaya impor BBM. Sebab, sebagian kebutuhan energi Indonesia masih bergantung pada impor, sehingga perubahan kurs memberikan dampak langsung terhadap biaya pengadaan bahan bakar.

Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Asia Tenggara

Berikut perbandingan harga BBM setara RON 92 di beberapa negara Asia Tenggara per Juni 2026.

Perbandingan harga BBM RI dengan Negara Asean
Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara-Negara Asia Tenggara | GoodStats

Berdasarkan data terbaru dari Global Petrol Prices per 8 Juni 2026, Singapura menjadi negara dengan harga BBM setara RON 92 paling mahal di kawasan ASEAN, yakni mencapai sekitar Rp42.538 per liter. Tingginya harga bahan bakar di negara tersebut tidak lepas dari minimnya subsidi energi dan tingginya beban pajak kendaraan serta bahan bakar yang diterapkan pemerintah.

Di posisi berikutnya terdapat Myanmar dengan harga BBM sekitar Rp38.277 per liter. Harga bahan bakar di negara tersebut mengalami tekanan akibat ketidakstabilan ekonomi dan tingginya biaya impor energi. Malaysia menyusul di posisi ketiga dengan harga sekitar Rp32.068 per liter untuk BBM setara RON 92 non-subsidi.

Sementara itu, Laos mencatat harga BBM sekitar Rp31.312 per liter, sedikit lebih rendah dibanding Malaysia. Thailand berada di posisi selanjutnya dengan harga rata-rata sekitar Rp28.776 per liter. Meskipun memiliki beberapa jenis bahan bakar alternatif seperti gasohol, harga BBM di Thailand tetap berada jauh di atas Indonesia.

Kamboja juga memiliki harga BBM yang relatif tinggi, yakni sekitar Rp26.013 per liter. Adapun Filipina mencatat harga BBM setara RON 92 sebesar Rp22.241 per liter, atau sekitar Rp6.000 lebih mahal dibanding Indonesia.

Indonesia sendiri berada di kelompok negara dengan harga BBM yang relatif rendah, yakni sekitar Rp16.260 per liter. Harga tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibanding Vietnam yang menjadi negara dengan harga BBM termurah dalam daftar, yaitu sekitar Rp15.498 per liter.

Jika melihat harga rata-rata BBM setara RON 92, Indonesia memang masih tergolong kompetitif. Namun, gambaran yang lebih lengkap dapat dilihat dari harga berbagai jenis bensin dan diesel yang dipasarkan di masing-masing negara. Berikut rinciannya.

1. Malaysia

Harga BBM di Malaysia
Harga BBM di Malaysia | GoodStats

Malaysia masih menjadi salah satu negara yang mempertahankan subsidi BBM untuk masyarakat. Bensin RON 95 bersubsidi dijual sekitar Rp8.796 per liter, jauh lebih murah dibanding Pertalite maupun Pertamax di Indonesia.

Namun, untuk BBM non-subsidi, harga yang berlaku tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Bensin RON 95 non-subsidi dijual sekitar Rp16.444 per liter, sedangkan RON 97 mencapai Rp19.229 per liter. Harga diesel bahkan sudah menembus Rp20.643 per liter. Kondisi ini menunjukkan bahwa murahnya harga BBM di Malaysia terutama ditopang oleh kebijakan subsidi pemerintah.

2. Thailand

Harga BBM di Tailan
Harga BBM di Thailand | GoodStats

Thailand memiliki variasi produk BBM yang cukup beragam, mulai dari Gasohol hingga diesel premium. Harga Gasohol E85 menjadi yang paling murah dengan kisaran Rp18.583 per liter, sedangkan Gasohol 95 dan Gasohol 91 berada di atas Rp23 ribu per liter.

Untuk kategori premium, harga Gasohol 95 Premium mencapai Rp27.836 per liter dan Benzin 95 menyentuh Rp28.765 per liter. Sementara itu, diesel premium menjadi produk termahal dengan harga sekitar Rp31.254 per liter. Secara umum, harga BBM di Thailand jauh lebih tinggi dibanding Indonesia.

3. Filipina

Harga BBM di Filipina
Harga BBM di Filipina | GoodStats

Filipina termasuk negara dengan harga bahan bakar yang relatif mahal di Asia Tenggara. Seluruh jenis bensin dan diesel yang dijual di negara tersebut dipasarkan di atas Rp26 ribu per liter.

Bensin tanpa timbal RON 91 dibanderol sekitar Rp26.430 per liter, sedangkan RON 95 mencapai Rp28.335 per liter. Untuk bahan bakar beroktan tinggi, RON 97 dijual sekitar Rp30.815 per liter. Adapun diesel standar dan diesel premium masing-masing mencapai Rp26.717 per liter dan Rp29.493 per liter.

4. Vietnam

Harga BBM di Vietnam
Harga BBM di Vietnam | GoodStats

Vietnam menjadi negara yang paling mendekati Indonesia dari sisi harga BBM. Bahkan, harga bensin E5 RON 92 di negara tersebut masih lebih murah dibanding harga Pertamax, yakni sekitar Rp14.873 per liter.

Sementara itu, bensin E10 RON 95 dijual Rp15.248 per liter. Untuk produk diesel, harga yang berlaku berkisar antara Rp18.342 hingga Rp19.202 per liter. Dengan rentang harga tersebut, Vietnam menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling terjangkau di kawasan ASEAN.

5. Singapura

Harga BBM di Singapura
Harga BBM di Singapura | GoodStats

Singapura menempati posisi sebagai negara dengan harga BBM tertinggi dalam perbandingan ini. Harga bensin reguler RON 92 mencapai Rp47.897 per liter, hampir tiga kali lipat dibanding harga BBM setara di Indonesia.

Harga bensin RON 95 bahkan mencapai Rp48.316 per liter, sementara RON 98 menembus Rp58.091 per liter. Untuk diesel, konsumen di Singapura harus membayar sekitar Rp61.024 per liter. Tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh struktur pajak, biaya operasional, dan kebijakan transportasi yang diterapkan pemerintah setempat.

Indonesia Masih Relatif Kompetitif

Meski terjadi kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026, hasil perbandingan harga BBM Indonesia dan negara lain menunjukkan bahwa harga bahan bakar di dalam negeri masih relatif kompetitif dibanding sebagian besar negara Asia Tenggara.

Kenaikan harga BBM yang dilakukan Pertamina juga tidak semata-mata dipengaruhi kebijakan internal perusahaan. Faktor utama berasal dari lonjakan harga minyak dunia, naiknya harga BBM internasional, pelemahan rupiah, serta kebutuhan menjaga pasokan energi nasional agar tetap tersedia.

Di tengah tekanan pasar energi global yang masih tinggi, pemerintah dan Pertamina menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlanjutan pasokan energi nasional. Dengan demikian, penyesuaian harga BBM non-subsidi menjadi salah satu langkah yang dinilai perlu untuk menjaga ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina, BP, Shell, dan VIVO per 11 Juni 2026

Sumber:

https://www.globalpetrolprices.com/gasoline_prices/#hl122

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Kota dengan Daya Tarik Tertinggi di Asia Pasifik 2026, Ada Jakarta!

Jakarta menempati urutan ke-15 se-Asia Pasifik sebagai kota dengan daya tarik tertinggi versi Resonance 2026.

Negara Paling Pemarah di ASEAN, Indonesia Urutan Berapa?

Bukan Indonesia, Filipina jadi negara paling mudah marah-marah di ASEAN.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook