Yogyakarta memang dikenal sebagai surganya kuliner. Selain gudeg yang menjadi ikon daerah, ada satu hidangan yang tak kalah populer dan mudah ditemukan di berbagai sudut kota, yakni mi ayam. Dari warung kaki lima hingga restoran modern, mi ayam telah menjadi pilihan favorit masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Temuan terbaru dari POI Data menunjukkan bahwa terdapat hampir 8.000 spot restoran dan warung mi ayam di seluruh wilayah DIY hingga Mei 2026.
Sleman Jadi Pusat Warung Mi Ayam
Baca Juga: Negara dengan Konsumsi Mi Instan Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat 2!
Dari lima kabupaten/kota di DIY, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah warung dan restoran mi terbanyak. Tercatat ada sekitar 2.939 lokasi yang menjual mi ayam dan berbagai olahan mi lainnya. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari sepertiga total spot mi yang ada di DIY.
Kabupaten Bantul berada di posisi kedua dengan 2.256 warung dan restoran mi. Jumlah ini menunjukkan bahwa kuliner mi ayam juga memiliki pasar yang sangat besar di wilayah selatan Yogyakarta.
Sementara itu, Kota Yogyakarta tetap menjadi salah satu pusat kuliner utama, dengan 1.332 warung dan restoran mi yang beroperasi.
Angka tersebut menunjukkan tingginya kepadatan usaha kuliner di pusat kota. Sebagai kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi, Kota Yogyakarta memiliki arus pengunjung yang tinggi setiap hari.
Tidak heran kalau mi ayam menjadi salah satu menu yang paling mudah ditemukan, baik di sekitar kampus, kawasan wisata, maupun pusat perbelanjaan.
Berikutnya, Kabupaten Gunungkidul memiliki 736 spot mi, sedangkan Kulon Progo mencatat 648 lokasi.
Mengapa Mi Ayam Populer di Yogyakarta?
Sejatinya, ada beberapa faktor yang membuat mi ayam begitu digemari masyarakat Yogyakarta. Pertama, harganya yang relatif terjangkau membuatnya jadi primadona terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
Selain itu, setiap daerah juga memiliki rasa mi ayam yang berbeda-beda. Ada warung yang menyajikan mi ayam manis khas Solo, ada pula yang gurih dengan topping melimpah seperti bakso, pangsit, dan ceker.
Mi ayam juga cocok disantap untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam, sehingga memiliki pasar yang sangat luas.
Keberadaan hampir 8.000 warung dan restoran mi di DIY juga menunjukkan besarnya kontribusi sektor kuliner terhadap perekonomian daerah. Ribuan usaha tersebut menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan rantai pasok bahan baku, serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Baca Juga: Hampir 8 Ribu Warung Mi Ayam Tersebar di Jogja, Sleman Terbanyak
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DZzWxXNgRCl/?img_index=1