Green Economy Berpotensi Serap Tenaga Kerja Lebih Banyak

Penyerapan tenaga kerja dalam 10 tahun kedepan dapat bertambah senilai 19,4 juta dengan adanya ekonomi hijau

Green Economy Berpotensi Serap Tenaga Kerja Lebih Banyak Ilustrasi Keuntungan Ekonomi Hijau | unsplash.com/@towfiqu999999

Ekonomi hijau atau green economy adalah sebuah sistem ekonomi yang diciptakan untuk mengurangi dampak buruk aktivitas ekonomi terhadap lingkungan. Ekonomi hijau berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).

Penerapan ekonomi hijau memiliki berbagai potensi keuntungan dan dapat menyerap tenaga kerja secara signifikan. Hal ini disebabkan adanya kebutuhan akan tenaga kerja di sektor terkait ekonomi hijau, seperti transportasi berkelanjutan, pengelolaan lombah, konservasi lingkungan, dan lainnya.

Melansir data International Labour Organization (ILO), ekonomi hijau dapat menciptakan sekitar 24 juta lapangan kerja baru di seluruh dunia pada 2030. Sedangkan, di Indonesia potensi penyerapan tenaga kerja ekonomi hijau diperkirakan mencapai 1,6 juta orang pada tahun 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam siaran pers  mengatakan bahwa transformasi ekonomi Indonesia menjadi ekonomi hijau merupakan salah satu strategi agar Indonesia dapat keluar dari "middle income trap". Hal ini pun sudah menjadi visi Indonesia pada 2045 mendatang dan ditargetkan nol emisi pada tahun 2060.

Komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon tertuang dalam UU No. 71 Tahun 2021 dan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 yang menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia, sekitar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Indonesia menetapkan target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat jika mendapat dukungan internasional.

"Ekonomi hijau dalam dokumen perencanaan telah dimasukkan dalam RPJMN 2020-2024 dengan tiga program prioritas, yaitu peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech pada acara Global Network Week.

Lapangan pekerjaan penyedia layanan akomodasi dan makan minum memiliki serapan yang besar ketika terjadi transisi ke ekonomi hijau yakni sebesar 249 ribu orang. Hal ini disebabkan oleh tingkat polusi udara yang menurun membuat aktivitas di luar ruangan meningkat, dan pelaku usaha makanan minuman banyak digemari oleh konsumen. Contoh lainnya, konser musik Coldplay di Jakarta beberapa pekan lalu, memanfaatkan sumber energi terbarukan, dan pengelolaan sampah yang baik menarik perhatian anak muda. Tema yang diusung dalam perhelatan konser pun memicu berbagai pekerjaan jasa baru.

 

Penulis: Annisa Rahayu
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Tahun 2024, 82,4% Penerimaan Negara Berasal dari Pajak

Pendapatan dari BUMN hanya sekitar 3,1% atau setara Rp85,8 triliun pada tahun ini. Tahun 2024 juga akan menjadi tahun defisit bagi perekonomian negara.

Apakah Warganet ASEAN Membeli Produk Rekomendasi Influencer?

Influencer memiliki pengaruh besar dalam mempromosikan produk, meskipun tidak semua konsumen langsung tertarik untuk membeli.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook