Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir 2025, meliputi Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Jawa Timur menyisakan kekacauan yang berakibat pada lumpuhnya sejumlah sektor, termasuk pendidikan. Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat lebih dari empat ribu fasilitas pendidikan yang rusak setelah diterjang bencana alam. Tak hanya fasilitas, bencana tersebut juga memakan korban jiwa.
Dengan begitu, layanan pendidikan secara otomatis menghadapi tantangan serius untuk tetap menjalankan kegiatan pembelajaran bagi para siswa yang terdaftar di satuan pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan (tendik) di wilayah terdampak bencana memainkan peran penting dalam pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi yang serba terbatas.
Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan upaya untuk membersamai para pendidik dan tendik selama masa pemulihan pasca bencana di empat wilayah terdampak.
Mengutip dari Kemendikdasmen, pemerintah menyalurkan bantuan atau tunjangan khusus senilai Rp32,9 miliar dan didistribusikan ke tiga jenis jenjang pendidikan yang penyerahannya dilakukan secara bertahap dari bulan Desember 2025 sampai Februari 2026.
Baca Juga: Jumlah Sekolah yang Beroperasi Pasca Bencana Sumatra 2025
Bantuan untuk Setiap Jenjang Pendidikan
Para pendidik di jenjang pendidikan dasar mendapatkan distribusi bantuan senilai Rp20,5 miliar dengan total pendidik yang terdampak bencana sebanyak 10.274 orang.
Selanjutnya, jumlah pendidik yang terdampak di jenjang Pendidikan Menengah sebanyak 5.258 orang dan bantuan yang diberikan sebesar Rp10,5 miliar. Tak ketinggalan, pendidik dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga menerima bantuan sebesar Rp1,8 miliar dengan total tenaga pendidik yang terdampak bencana mencapai 915 orang.
Sekretaris Jenderal Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Suharti turut menyampaikan kepedulian dan dukungan kepada para pendidik dan tendik yang merupakan korban bencana.
"Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian Kemendikdasmen, tunjangan khusus ini disalurkan untuk sedikit meringankan beban mereka. Semoga bantuan kepedulian di akhir tahun ini bisa menjadi penyemangat dan menandai kehadiran pemerintah untuk terus ada membersamai saudara-saudara kita melewati masa pemulihan dengan keyakinan penuh pada Tuhan dan rasa optimis," tegasnya, dikutip dari akun Instagram Kemendikdasmen (31/12/2025).
Penyaluran bantuan di masing-masing jenjang pendidikan diharapkan dapat membuka harapan baru bagi para pendidik dan tendik untuk tetap mengusahakan pemenuhan hak belajar bagi para siswa yang juga terdampak bencana.
Selain itu, pendidik dan tendik juga mendapatkan tanggung jawab tambahan karena pemerintah berinisiatif untuk menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana yang terbagi menjadi beberapa kategori, yakni tanggap darurat, pemulihan dini, dan pemulihan lanjutan. Kurikulum tersebut disusun sebagai bekal untuk para siswa selama tiga tahun.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Tunjangan Rp32 Miliar untuk Guru Korban Bencana
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DS60yPRARYz/
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor