Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan acara offline semakin marak di berbagai lokasi strategis guna memudahkan akses masyarakat. Agar mampu menarik minat pengunjung, penyelenggara dituntut menghadirkan konsep dan tema yang kreatif serta relevan dengan kehidupan publik.
Tak jarang, event offline juga menyesuaikan dengan momentum hari-hari besar, seperti hari Kemerdekaan, tahun baru, dan Natal. Kehadiran berbagai event offline ini juga disambut baik oleh masyarakat karena menjadi ruang untuk untuk melepas penat, bersosialisasi, memperluas pengetahuan, hingga menambah koneksi baru.
Tren menghadiri event offline juga dimuat dalam laporan yang dirilis oleh Populix pada Februari 2026 dengan tajuk Winning the Professional Audience: Event Preferences and Attendance Insights. Laporan tersebut melibatkan melibatkan 864 responden dari berbagai pulau di Indonesia dan proses pengumpulan data berlangsung dari tanggal 21-26 Agustus 2025.
Isi laporan tersebut menunjukkan gambaran menarik mengenai jenis event offline yang paling banyak dihadiri oleh publik belakangan ini, dengan event bertema kuliner menempati peringkat pertama dengan capaian 52%.
Dominasi ini bukan tanpa alasan, keragaman kuliner dari Nusantara dan mancanegara yang dijual dengan harga yang kompetitif mendorong publik untuk datang langsung menikmati berbagai pilihan kuliner di satu tempat, baik sendirian maupun beramai-ramai.
Baca Juga: 6 Kota Kuliner Terbaik di Indonesia yang Mendunia, Tertarik Berkunjung?
Di urutan kedua, event musik dan hiburan menjadi acara offline yang paling banyak dihadiri belakangan tahun ini, besarannya mencapai 50%. Dominasi ini dapat dijelaskan dengan kondisi segmen musik dan hiburan saat ini tengah bertumbuh pesat seiring dengan meningkatnya jumlah musisi baru, kolaborasi antarmusisi, dan maraknya festival berskala lokal hingga internasional.
Menyusul di urutan ketiga ada event olahraga dengan 44%. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas fisik semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dengan berbagai cabang olahraga yang ditekuni, seperti bersepeda dan berlari.
Lebih lanjut, minat terhadap edukasi dan pengembangan diri sepertinya semakin digemari, dibuktikan dengan 35% responden pernah menghadiri event tersebut. Event teknologi dan inovasi serta seni dan budaya bertengger di urutan kelima dan keenam dengan porsi masing-masing sebesar 30%.
Kemudian, sebanyak 28% responden mengaku pernah menghadiri acara bisnis dan ekonomi serta sosial dan kemanusiaan. Di posisi kesembilan, sebanyak 27% responden mengaku pernah menghadiri event bertema keluarga dan pengasuhan anak. Kondisi ini menegaskan minat publik dalam memahami persoalan keluarga dan pengasuhan anak menunjukkan tren positif.
Terakhir, event offline dengan basis komunitas menutup peringkat sepuluh besar dengan 25%.
Baca Juga: 10 Tempat Kuliner Paling Diminati Publik RI, Mana Favoritmu?
Sumber:
https://info.populix.co/data-hub/reports/winning-the-professional-audience-event-preferences-and-attendance-insights
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor