Transaksi Kripto RI Capai US$26 Miliar pada 2025, Ini Aset Favorit Investor!

Bitcoin (BTC) jadi aset kripto paling banyak dimiliki oleh investor kripto Indonesia dengan capaian sebesar 49%.

Transaksi Kripto RI Capai US$26 Miliar pada 2025, Ini Aset Favorit Investor! Ilustrasi Bitcoin | Freepik
Ukuran Fon:

Investasi kripto semakin naik daun di kalangan masyarakat Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi dan kesadaran untuk memvariasikan kepemilikan aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Penanaman modal dalam bentuk kripto memungkinkan investor untuk membeli, menyimpan, hingga melakukan perdagangan dengan mata uang digital yang disebut sebagai cryptocurrency.

Cryptocurrency sendiri adalah aset digital yang disimpan dan ditransaksikan melalui internet dengan memanfaatkan teknologi blockchain, yakni buku besar digital yang mencatat seluruh transaksi mata uang kripto secara terdesentralisasi. Instrumen ini menawarkan sejumlah peluang bagi investor, seperti proses transaksi yang cepat dan mudah, dapat digunakan secara global, serta berpotensi memberikan keuntungan yang tinggi. Namun di sisi lain, investasi kripto juga memiliki berbagai risiko, di antaranya volatilitas harga yang sangat tinggi serta potensi ancaman kejahatan siber yang dapat merugikan para penggunanya.

Karena sifatnya yang universal itu, masyarakat Indonesia juga dapat mengadopsi instrumen investasi kripto sebagai aset. Laporan bertajuk Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 ini disusun oleh Indonesia Crypto Network (ICN) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dengan melibatkan 1.851 responden dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada perkembangannya, jumlah pengguna kripto yang terdaftar di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun sejak 2020 dan mencapai puncaknya pada 2024 dengan 22,9 juta pengguna.

Memasuki 2025, ada penurunan jumlah investor menjadi 19,8 juta. Hal ini terjadi bersamaan dengan pengalihan pengawasan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana aset kripto kini resmi diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan, bukan lagi komoditas.

Baca Juga: Pasar Kripto Dipegang OJK, Simak Nilai Transaksi Kripto VS Saham

Apabila ditinjau dari kelompok usia, pengguna dengan rentang 18-24 tahun mendominasi sebagai pengguna 51,8%, disusul oleh kelompok dengan kalangan usia 25-34 tahun sebanyak 29,8%. Adapun, total transaksi kripto per November 2025 mencapai US$26,8 miliar.

Dalam memilih platform kripto, investor Indonesia sangat bergantung pada bursa terpusat (CEX) sebagai akses utama. Contohnya seperti Coinbase dan Kraken. Lebih lanjut, berikut berbagai macam alasan pengguna dalam memilih platform kripto.

Alasan Pemilihan Platform Kripto | GoodStats
Ragam Alasan Pengguna dalam Memilih Platform Kripto | GoodStats

Faktor yang paling diutamakan adalah kemudahan penggunaan (user friendly) yang dipilih oleh 23% responden, diikuti dengan keamanan platform sebanyak 20,4%. Hal ini menegaskan bahwa investor kripto Indonesia makin sadar perihal risiko.

Selanjutnya, 14,9% responden memilih platform berdasarkan ragam pilihan aset kripto yang ditawarkan dan 11,7% lainnya mengutamakan aspek reputasi atau kepercayaan terhadap brand. 

Alasan lainnya yang mendorong investor untuk memilih platform antara lain biaya transaksi rendah (11,3%), fitur tambahan seperti staking, earn, dan copy trading (7,1%), promosi atau bonus (6,7%), serta rekomendasi dari teman/influencer (4,4%)

Dominasi Kepemilikan Aset Kripto

Dominasi Kepemilikan Aset Kripto | GoodStats
Aset Kripto yang Paling Banyak Dimiliki oleh Investor Indonesia | GoodStats

Kepemilikan aset investor kripto didominasi oleh Bitcoin (BTC) dengan total 49,4% responden dari keseluruhan pengguna kripto di Indonesia, diikuti dengan Tether (USDT) sebanyak 19,5%.

Sebagian besar investor ritel cenderung memilih stablecoin seperti USDT karena relatif stabil untuk menjaga nilai modal. Selain itu, stablecoin juga memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menentukan waktu yang tepat untuk kembali masuk ke pasar, sekaligus memudahkan perpindahan posisi aset secara cepat tanpa harus sepenuhnya keluar dari ekosistem kripto.

Menyusul di urutan berikutnya diisi oleh Solana (SOL) dengan 12,1%, Ethereum (ETH) dengan 8,9%, BNB (BNB) dengan 6,1%, dan Ripple (XRP) dengan 3,9%.

Baca Juga: Daftar Mata Uang Kripto Teratas Awal Tahun 2025

Sumber: 

https://news.tokocrypto.com/ternyata-ini-3-hal-paling-dicari-investor-kripto-indonesia/

https://indonesiacrypto.network/reports/list

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Perbandingan Pendidikan STEM Indonesia vs ASEAN 2025

Studi Muda Bicara membedah perbandingan lulusan STEM ASEAN memakai indikator kuantitatif pendidikan, riset, dan serapan industri.

Warga Indonesia Habiskan 2,45 Miliar Jam Pakai Aplikasi AI 2025

Di Indonesia, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi AI sepanjang 2025 mencapai 2,45 miliar jam, naik 313% dari tahun lalu.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook