Isu pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjadi perbincangan hangat publik. Sebagai bank sentral, BI memegang peran vital dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengarahkan kebijakan moneter nasional.
Sejak dilakukannya nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada tahun 1953, pucuk pimpinan bank sentral diserahkan kepada sosok Gubernur Bank Indonesia. Sepanjang sejarahnya, posisi ini diisi oleh jajaran ekonom, akademisi, hingga teknokrat senior yang mengawal perekonomian Indonesia melewati berbagai tantangan dan era transisi.
Baca Juga: Bank Teraman di Indonesia 2026: Kriteria, Indikator, dan Contoh Bank dengan Reputasi Kuat
Daftar Lengkap Gubernur Bank Indonesia (1953–2026)
Berikut adalah daftar tokoh yang pernah mengemban amanat sebagai Gubernur Bank Indonesia sejak 1953 hingga 2026:
Profil Singkat dan Rekam Jejak Tokoh Gubernur BI
Berikut rekam jejak singkat latar belakang pendidikan dan perjalanan karier beberapa Gubernur BI dalam sejarah perekonomian Indonesia:
1. Sjafruddin Prawiranegara (1953–1958)
- Pendidikan: Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum Jakarta).
- Karier: Gubernur BI pertama pasca-nasionalisasi De Javasche Bank. Sebelum memimpin BI, ia pernah menjabat sebagai Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948–1949, Menteri Keuangan, serta Menteri Kemakmuran.
2. Radius Prawiro (1966–1973)
- Pendidikan: Nederlandsche Economische Hoogeschool Rotterdam dan Universitas Indonesia (UI).
- Karier: Diangkat memimpin BI di usia 35 tahun pada awal Orde Baru. Ia berperan menata stabilitas moneter pasca-hiperinflasi pertengahan 1960-an. Kariernya berlanjut sebagai Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, hingga Menko Ekuin.
3. J. Soedradjad Djiwandono (1993–1998)
- Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (UGM), S2 University of Wisconsin, dan Ph.D. Boston University.
- Karier: Memimpin bank sentral di era transisi jelang Reformasi dan awal Krisis Moneter 1997/1998. Sebelumnya menjabat Menteri Muda Perdagangan dan kemudian aktif sebagai Guru Besar Ekonomi di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.
4. Boediono (2008–2009)
- Pendidikan: S1 University of Western Australia, S2 Monash University, dan Ph.D. Wharton School, University of Pennsylvania.
- Karier: Memimpin BI saat gejolak krisis finansial global 2008. Mantan Menteri Keuangan dan Menko Ekuin ini kemudian terpilih menjadi Wakil Presiden RI (2009–2014) mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
5. Perry Warjiyo (2018–2026)
- Pendidikan: S1 UGM, S2 dan Ph.D. dari Iowa State University.
- Karier: Pegawai karier murni BI sejak 1984. Dalam masa kepemimpinannya, ia mengawal BI melewati dampak pandemi COVID-19 serta mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran nasional melalui QRIS dan BI-FAST, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2026.
Pejabat Sementara dan Proses Pergantian Gubernur BI Definitif
Pasca-pengunduran diri Perry Warjiyo, pimpinan tertinggi Bank Indonesia saat ini diamanahkan kepada Destry Damayanti yang bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI. Penunjukan ini berdasarkan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia yang menugaskan Deputi Gubernur Senior sebagai pelaksana tugas utama ketika posisi Gubernur BI kosong.
Saat ini, pemerintah belum menetapkan nama gubernur definitif yang baru. Sesuai mekanisme tata kelola ketatanegaraan:
- Penunjukan oleh Presiden: Presiden Prabowo Subianto akan mengusulkan calon resmi Gubernur BI kepada DPR RI.
- Uji Kelayakan (Fit and Proper Test): Calon yang diusulkan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI sebelum ditetapkan secara resmi.
- Kandidat Potensial: Sejumlah nama dari kalangan internal BI maupun profesional kini mulai ramai disorot publik dan para pakar ekonomi untuk mengawal kebijakan moneter Indonesia ke depan.
Besarnya tanggung jawab pimpinan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pengganti Gubernur BI definitif nantinya tidak hanya dituntut memiliki kepakaran ekonomi yang kuat, tetapi juga integritas tinggi dalam menjaga independensi bank sentral sesuai amanat undang-undang.
Baca Juga: Nilai Transaksi Uang Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025
Sumber:
https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/profil/default.aspx