Kecepatan operasional pada moda transportasi kereta cepat merupakan batas kecepatan maksimum yang diizinkan secara aman dan terjadwal dalam melayani penumpang sehari-hari. Berbeda dengan uji coba kecepatan eksperimental yang hanya dilakukan sekali waktu untuk memecahkan rekor, kecepatan operasional mencerminkan keandalan teknologi, kekuatan infrastruktur lintasan, serta jaminan sistem keselamatan yang matang.
Di era modern, kehadiran kereta cepat merupakan pilar utama transportasi ramah lingkungan yang mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, menghubungkan pusat-pusat ekonomi baru, dan menggeser preferensi mobilitas masyarakat dari jalur udara ke jalur darat yang lebih efisien.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Seasia Stats, standar kecepatan kereta cepat di panggung global kini telah mencapai level yang luar biasa. Jika dihitung, delapan kereta tercepat di dunia ini mencatatkan rata-rata kecepatan operasional sebesar 355 km/jam.
8 Kereta Tercepat Berdasarkan Kecepatan Operasional
Baca Juga: Biaya Pembangunan Whoosh, MRT, LRT, Mana yang Paling Mahal?
Dari daftar tersebut, China terbukti mendominasi lanskap teknologi perkeretaapian global dengan menempatkan tiga keretanya di posisi teratas. Keunggulan ini dipimpin oleh Shanghai Maglev yang berada di peringkat pertama dengan kecepatan operasional fantastis mencapai 460 km/jam.
Menyusul di peringkat kedua, negeri tirai bambu tersebut menempatkan CR Harmony yang melaju dengan kecepatan operasional mencapai 380 km/jam. Dinamika persaingan teknologi perkeretaapian menjadi semakin menarik saat memasuki jajaran kecepatan 350 km/jam, di mana terdapat tiga kereta dari negara berbeda yang berbagi tempat dengan kemampuan setara, yaitu CR Fuxing dari China, DB-ICE 3 dari Jerman, dan Whoosh dari Indonesia. Lebih lanjut, pencapaian Whoosh di lima besar menempatkan Indonesia sebagai pemimpin konektivitas kilat di Asia Tenggara.
Peta kecepatan tinggi global kemudian dilanjutkan oleh raksasa perkeretaapian Eropa dan Asia Timur di peringkat keenam dan ketujuh. Kereta ikonik asal Prancis, SNCF TGV, dan pelopor kereta cepat dunia asal Jepang, JR Shinkansen, secara berdampingan menempati posisi tersebut dengan mencatatkan kecepatan operasional yang sama kuat, yakni sebesar 320 km/jam.
Akhirnya, daftar delapan kereta elite dunia ini ditutup oleh Renfe AVE dari Maroko yang melaju dengan kecepatan operasional hingga 310 km/jam. Kehadiran jajaran kereta super cepat ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi riset, investasi infrastruktur, dan inovasi tanpa henti dapat mengubah cara manusia bergerak serta mendefinisikan ulang batas efisiensi transportasi darat di abad ke-21.
Baca Juga: Whoosh Angkut 6 Juta Penumpang Sepanjang 2025
Sumber:
https://seasiastats.com/statistic/the-fastest-trains-in-the-world-xwYfN