Komoditas

Produksi Perikanan Indonesia Tembus 6,78 Juta Ton pada Triwulan II 2026

Produksi perikanan Indonesia tembus 6,78 juta ton pada Triwulan II 2026. Budi daya perikanan dominasi dengan produksi 4,99 juta ton.

Produksi Perikanan Indonesia Tembus 6,78 Juta Ton pada Triwulan II 2026

Ilustrasi Produksi Perikanan | Setengah Lima Sore/Pexels

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah perairan yang sangat luas. Keunggulan geografis tersebut mendorong berkembangnya sektor perikanan di berbagai daerah, baik melalui aktivitas penangkapan ikan di laut maupun kegiatan budi daya yang produktif.

Kegiatan tersebut menghasilkan beragam komoditas yang memiliki karakteristik produksi berbeda. Ikan dan rumput laut menjadi bagian dari hasil perikanan yang turut membentuk volume produksi nasional.

Aktivitas sektor ini menyerap jutaan tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidup pada hasil perairan. Berbagai komoditas yang dihasilkan memasok kebutuhan pasar domestik sekaligus menjadi andalan dalam kegiatan ekspor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat total volume produksi perikanan nasional mencapai 6,78 juta ton berdasarkan Rilis Data Kelautan dan Perikanan Triwulan II 2026.

Volume Produksi Perikanan Tangkap Triwulan I & II 2026

Produksi perikanan tangkap Indonesia catat perolehan tertinggi pada Triwulan II 2026 | GoodStats
Produksi perikanan tangkap Indonesia catat perolehan tertinggi pada Triwulan II 2026 | GoodStats

Baca Juga: Simak 7 Subsektor Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan pada Triwulan II 2026

Jumlah tersebut salah satunya berasal dari kontribusi subsektor perikanan tangkap yang menghasilkan 1,79 juta ton pada Triwulan II 2026, meningkat dari 1,73 juta ton pada Triwulan I 2026.

Penangkapan ikan di laut menjadi perolehan terbesar dalam subsektor ini dengan produksi 1,67 juta ton, bertambah dari 1,62 juta ton pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas penangkapan ikan di perairan darat menyumbang 123,13 ribu ton, dengan catatan periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 116,87 ribu ton.

Kinerja positif tersebut salah satunya didorong oleh program strategis pemerintah berupa pembangunan 1.582 unit kapal ikan modern secara bertahap hingga tahun 2028 untuk meremajakan armada nasional yang mayoritas sudah berusia tua.

Seluruh armada tersebut diproduksi di dalam negeri guna memperkuat galangan kapal lokal sekaligus disalurkan melalui koperasi nelayan demi mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Fase awal program ini langsung mengebut penyelesaian 50 unit kapal modern sepanjang tahun 2026 dengan pemasok material serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sekolah perikanan.

Volume Produksi Perikanan Budi Daya Triwulan I & II 2026

Volume produksi perikanan budi daya pada Triwulan II 2026 bergerak variatif antarkomoditas | GoodStats
Volume produksi perikanan budi daya pada Triwulan II 2026 bergerak variatif antarkomoditas | GoodStats

Selanjutnya, subsektor perikanan budi daya tampil sebagai motor utama penggerak volume nasional dengan torehan 4,99 juta ton pada Triwulan II 2026, melesat dari Triwulan I 2026 yang mencatatkan angka 4,57 juta ton.

Komoditas rumput laut memimpin volume tertinggi di subsektor ini mencapai 3,28 juta ton. Perolehan tersebut melonjak signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada angka 2,64 juta ton.

Berbeda dengan rumput laut, produksi ikan budi daya justru menurun. Volumenya tercatat 1,70 juta ton pada Triwulan II 2026, berkurang dari triwulan sebelumnya yang sempat menyentuh 1,93 juta ton.

Pengembangan komoditas budi daya turut dilakukan pemerintah melalui bantuan bibit rumput laut dan pemetaan kluster kawasan budi daya.

Upaya tersebut beriringan dengan pengembangan ekosistem perikanan air tawar untuk memperluas kapasitas produksi dan mendukung kegiatan pembudidayaan di berbagai daerah.

Kombinasi daya perikanan tangkap dan geliat budi daya ini memastikan hasil laut nusantara terus mendominasi pasar domestik sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Rumput Laut Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Ekspor Makin Besar

Sumber:

https://portaldata.kkp.go.id/portals/publikasi/rilis

Penulis: Rosita Fatimah Azahra Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?